Aida menyusuri lorong rumah sakit untuk mencari ruangan dimana anjani dirawat.
" Kamar mawar no 106 " Gumamnya pelan ia lalu melihat sekeliling dan saat ia berbelok ke arah kanan ia melihat pintu bertuliskan kamar yang sedang ia cari. Aida lalu dengan segera menghampiri pintu itu karena ia merasa takut jika mengganggu anjani iapun mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"Anjani " Panggilnya sambil meraih kenop pintu ia lalu membukanya secara perlahan.
Pangeran dan anjani segera mengubah posisinya. Sesaat sebelum aida memasuki ruangannya.
" Pangeran kamu masih disini? " Belum sempat pangeran menjawab aida langsung memotongnya.
" Aku pikir kamu langsung balik ke kantor pas tadi kamu hubungin aku " Lanjutnya lagi ia melirik anjani dan pangeran secara bergantian. Aida lalu menatapnya curiga.
Baik pangeran maupun anjani hanya mampu menelan ludah ketika aida menghampiri keduanya.
" Kalian.. " Aida memberi jeda " abis berantem yah? " Lanjutnya bertanya. Ia melihat bantal anjani yang tergeletak di bawah dan juga penampilan anjani yang terlihat berantakan serta rambut pangeran yang terlihat acak acakan menurutnya. Aida lalu memungut bantal anjani dan menaruhnya ketempat asalnya. Melihatnya
Pangeran dan anjani menghembuskan nafasnya dengan lega.
" Kenapa pada diem gitu sih? " Tanya aida lagi
" Akh.. itu emm.. gue permisi dulu yah " Ucap pangeran dengan sedikit gugup. Iapun berlalu pergi keluar dari ruangan itu.
" Pangeran kenapa sih? " Tanyanya lagi pada anjani yang mengangkat bahu dan mengulas senyuman terpaksa pada aida.
" Hemm.. Yaudah deh gimana kondisi kamu anjani? " Menghampiri anjani iapun duduk di bangku yang tersedia di pinggir tempat tidur anjani.
" Anjani udah mulai baikan kok kak " Jawabnya
" Syukurlah kalau begitu. Kamu tau gak kakak itu khawatir banget sama kamu anjani. Begitu kakak tahu kamu pingsan kakak langsung kesini. "
" Iya kak anjani tau kok "
" Lain kali kamu jangan begitu lagi yah. Kalo kakak nyuruh kamu sarapan ya kamu harus nurut. Kamu jangan sampai telat makan apalagi kaya kemarin kamu bikin kakak khawatir. Emangnya kamu ada masalah apa sih? Cerita dong sama kakak anjani " Cecarnya bertubi tubi sementara anjani hanya tersenyum menanggapinya. Anjani tahu betul betapa kakaknya ini sangat menyayangi dirinya seperti anjani yang juga sangat menyayangi kakaknya.
" Iya kak anjani janji gak bakalan bikin kakak khawatir lagi. " Ujarnya menenangkan.
" Terus kamu kenapa kemarin kamu ngunciin diri di kamar? Kalau kamu ada masalah cerita dong sama kakak "
" Hemm.. Iya kak kemarin itu anjani abis ribut sama pangeran kak " Jawabnya sedikit ragu.
" Kok bisa sih anjani. Kakak pikir kalian itu gak bakalan berantem lagi. Apalagi ngeliat pangeran yang terlihat lebih dewasa dan kamu juga udah gak pernah marah marah lagi sama dia " Kata aida dengan menatap anjani heran.
" Ya.. Pangeran emang udah berubah sih secara penampilan dia terlihat lebih dewasa. Tapi tau gak kak dia itu masih ngeselin kak. " Balasnya sambil memanyunkan bibirnya yang membuat anjani terlihat imut dimata aida. Aida lalu mengulas senyum dan meraih pergelangan tangan anjani.
" Ya kamu harus sedikit lebih bersabar anjani. "
" Iya kak "
" Tapi kakak mau tanya deh sama kamu " Kata aida dengan nada serius membuat anjani menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANJANI_True Love Never End
FanfictionKisah ini tentang antara cinta dan benci kisah cinta yang tak pernah mati. Pangeran yang hidup kembali di jaman modern demi menemukan cinta sejatinya, anjani yang tak pernah ia sadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu yang terpisahka...
