Part 4

577 16 1
                                        

" Saya benar benar terkejut dengan penampilan kamu pangeran kamu terlihat lebih dewasa dengan pakaian mu itu " Puji ustadz makmun.

" Kamu terlambat ka saya sudah melihat perubahan pada diri pangeran waktu dia ke sini untuk pertama kalinya sejak kepulangannya dari pesantren. " Ucap pak jaya menimpali. Ia kemudian ikut bergabung di meja makan

" Ya setiap orang kan harus berusaha untuk merubah dirinya menjadi lebih baik lagi pak. Lagipula saya berpakaian seperti ini. itu memang karena tuntutan pekerjaan saya. " Terang pangeran.

" Emmm.. tapi ngomong ngomong anjani sama aida mana yah saya belum melihatnya dari tadi " Tanyanya dengan celingukan.

" Sabar pangeran sebentar lagi mereka akan turun saya sudah memanggil mereka untuk kemari. " Jawab pak jaya

" Assalamualaikum.. " Ucap anjani dan aida bersamaan. Membuat pangeran mengalihkan perhatiannya seketika matanya terbelalak ia terkejut melihat kedatangan dua bersaudara itu. Bukan aida yang menjadi pusat perhatian nya namun kini matanya tertuju pada anjani ia melihat perubahan pada diri anjani. Anjani tampak lebih feminim dengan pakaian yang dikenakannya ia juga terlihat lebih cantik dengan poni barunya dan tampak semakin imut di mata pangeran. Sementara anjani yang melihat pangeran ia berusaha untuk tidak terkejut bahkan terkesan cuek.

" Waalaikumsalam.. anjani aida duduklah ayo kita makan siang sama sama " Saut ustadz makmun membuyarkan lamunan pangeran.

" Baik ayah " Balas aida yang kemudian menarik kursi di sebelah pak jaya untuk ia duduki diikuti dengan anjani yang merasa terpaksa harus duduk tepat di hadapan pangeran. Anjani tahu kakaknya itu pasti sengaja membuatnya duduk berhadapan dengan pangeran.

" Lama gak ketemu lu makin cantik yah.. " Ujar pangeran yang membuat kakak beradik itu saling menatapnya. Harap harap cemas anjani mulai berpikir perkataan pangeran itu di tunjukkan padanya. Namun seketika harapannya buyar ketika pangeran melanjutkan perkataannya.

" Aida " Ucap pangeran sambil tersenyum menatap aida. Dan itu semakin membuat anjani kesal. Anjani lalu mengambil piring beserta lauk pauknya untuk menutupi kekesalannya.

" Ayah ini buat ayah " Ucap anjani menyerahkan piring yang sudah ia isi tadi.

" Terima kasih nak " Balas ustadz makmun sementara itu aida tengah menyiapkan hidangan untuk pak jaya ia menyikut anjani mengisyaratkan agar anjani mengambilkan makanan untuk pangeran.

" Anjani kamu layani dong pangeran dia kan tamu disini " Kata aida dengan nada sedikit menggoda yang terdengar sangat menyebalkan di telinga anjani. Iapun mendelik sebal pada sang kakak. Menghela nafasnya ia lalu mengangguk mengiyakan.

" Iya kak " Hendak mengambil piring di meja pangeran namun terhenti.

" Biar gue ambil sendiri aja. Gue gak suka dilayani sama orang yang mukanya asem kaya lu " Cegah pangeran hendak meraih piringnya.

" Udah sini biar gue aj.. " Kata anjani terputus karena kini tanpa sengaja pangeran memegang tangannya mereka saling bertatapan untuk sesaat mereka terpaku baik anjani maupun pangeran enggan untuk mengakhiri aktivitas mereka sampai sebuah suara menginterupsi kegiatan tatap tatapan itu.

" Ehem.. Pangeran biarkan anjani yang mengambilkan makanan untukmu " Ujar ustadz makmun menyadarkan dua insan yang hanyut akan pesonanya masing masing. Dentingan sendok dan piring terdengar kala mereka mulai menyantap makan siangnya.

" Aida ini gue taro dimana? " Tanya pangeran yang tengah membawa beberapa piring kotor di tangannya.

" Taro di sini aja pangeran biar aku cuci " Jawab aida sambil menggeser posisinya agar pangeran bisa meletakkan piring kotor itu di tempat pencucian piring.

RANJANI_True Love Never EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang