Ranjani_True Love Never End
Part 36
" Pangeran tugas hamba sudah selesai kini hamba dan juga gading koneng harus kembali melanjutkan pertapaan kami " Ujar aki maung yang telah menyembuhkan sukma pangeran. Sukma pangeran mengangguk mengiyakan.
" Terima kasih aki maung paman gading koneng " Baik aki maung maupun gading koneng menatapnya sambil tersenyum.
" Kalau begitu kami undur diri " Pamit nya dengan itu mereka menghilang dari hadapannya. Sukma pangeran melirik kearah bara yang masih tak sadarkan diri iapun memutuskan untuk menghampirinya dan menyembuhkan sedikit lukanya. Selang beberapa detik bara tersadar dari pingsan nya.
" Pangeran " Mencoba untuk bangun ia menatap sekeliling
" Orang orang itu kemana? " Tanyanya dengan raut kebingungan.
" Mereka sudah pergi "
" Lo yang ngalahin mereka? "
" Itu tidaklah penting. Sebaiknya kita pergi dari sini " Ucap sukma pangeran menyarankan.
" Oh iya tapi anjani dimana? "
" Anjani sudah berada di tempat yang aman " Keningnya mengerut
" Ya tapi dimana? " tak ada jawaban bara langsung merogoh kantong bajunya
" Biar gue hubungi dia dulu " Ucapnya yang kemudian menekan tombol hijau.
Pangeran dan anjani masih berada dalam posisi berpelukan enggan untuk melepaskan sampai sebuah suara yang berasal dari ponsel anjani menyentak nya.
" Eh bara nelpon "
" Jangan diangkat " Cegah pangeran cepat
" Kenapa? " Tanya anjani heran
" Ya pokoknya jangan "
" Pangeran takutnya ini tuh penting udah deh " Decak nya sebal kemudian menggeser ikon hijau menjawab panggilan bara.
" Halo "
' Anjani kamu dimana? ' Melirik pangeran yang tengah menguping pembicaraannya dengan menempelkan telinganya dekat dengan anjani.
" Emang nya kenapa "
' Udah jawab aja sekarang kamu dimana ' Sahut bara dari ujung telponnya.
" Aku ada di.. " Melirik pangeran yang tengah mengisyaratkan menyuruhnya untuk mengatakan bahwa ia tengah berada dirumah, tanpa suara anjani mengangguk.
" Di rumah "
' Kamu gak bohong kan? ' Tanyanya dengan sedikit curiga
" Enggak emang nya kenapa sih? "
' Gak apa apa kalau gitu aku tutup telponnya yah '
' Assalamualaikum '
" Waalaikumsalam " Melirik pangeran anjani berujar
" Pangeran aku gak enak deh bohongin bara " Ucapnya dengan rasa bersalah.
" Ck sekali kali gak apa apa kan demi gue "
" Ya tapi pangeran "
" Anjani " Potong nya cepat membuat. Seketika anjani menundukkan kepalanya
" Maaf "
" Akkhh " Meringis Pangeran memegang dadanya yang terasa ngilu
" Kenapa masih sakit? " Mengangguk sebagai jawabannya
" Y..Yaudah ki..kita pulang yah " Ucap anjani yang kemudian merangkul bahu pangeran
" A..atau ke klinik aja " Menggelengkan kepalanya
KAMU SEDANG MEMBACA
RANJANI_True Love Never End
FanfictionKisah ini tentang antara cinta dan benci kisah cinta yang tak pernah mati. Pangeran yang hidup kembali di jaman modern demi menemukan cinta sejatinya, anjani yang tak pernah ia sadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu yang terpisahka...
