Part 61

171 4 1
                                        

Seperti biasa bara tengah berkutat dengan map map di meja kerjanya. Sudah dari kemarin ia terus menerus bekerja hingga larut bahkan terkadang ia tak pulang meskipun begitu pikiran dan hatinya hanya tertuju pada satu orang yah anjani. Sejak kemarin ia belum juga bisa menemui gadis itu secara langsung di karnakan jadwalnya yang padat bahkn untuk menghubungi via telpon pun ia tak sempat. Bara menaruh beberapa map yang sudah ia kerjakan lalu mengacak rambutnya frustrasi. Ada pertemuan dengan klien hari ini namun pikirannya kacau ia tak bisa tetap diam seperti ini bisa bisa gadisnya itu kembali dekat dengan pangeran hal yang sangat ia hindari. Ia bahkan rela melakukan tindakan licik agar dapat menjauhkan mereka. Dengan segera bara menghubungi anjani dengan harap harap cemas ia menunggu panggilannya terjawab. Dan iapun kembali berdecak sebal kala anjani tak jua merespon nya hal yang ia takutkan pun kembali menyeruak.

" Anjani kenapa gak ngangkat telpon gue yah " Ucapnya dengan raut cemas yang kentara di wajahnya.

" Duh gue jadi kepikiran nih. Jangan jangan dia lagi sama pangeran lagi. " Lanjutnya lagi menggelengkan kepalanya.

" Mending gue susul aja deh ke padepokan "

" Eh eh bara bara kamu mau kemana? Sebentar lagi kamu ada meeting sama klien baru kita ini proyek penting " Kata pak dadang saat melihat anak kesayangannya itu keluar dari ruangannya dengan tergesa gesa.

" Cansel aja pih bara mau nyusul anjani ke padepokan. " Bara menyahut sambil memakai jasnya. Iapun berjalan melewati ayahnya.

" Eh tap.. "

" Assalamualaikum " Potong bara cepat. Tanpa menghiraukan ayahnya yang menatapnya heran.

" Hah.. waalaikummsalam dasar anak muda kalo udah jatuh cinta emang susah diaturnya duh kumaha ieu " Pak dadang menggaruk kepalanya yang tak gatal padahal ia sudah memutuskan untuk pensiun namun sepertinya ia urung melakukannya.

" Yasudahlah kalo begitu terpaksa deh bapak mu ini turun tangan lagi " Ucapnya lagi yang kemudian memasuki ruangan kerjanya.

***

Disisi lain sukma pangeran keluar dari raganya guna menyelamatkan seorang wanita tua yang hampir menjadi ibu mertuanya jika raganya menikah dengan mika. Meskipun ia tidak berjodoh dengan gadis itu namun ia tidak melupakan kewajibannya sebagai cucu prabu siliwangi yang harus selalu menolong sesama.

" Eh si sukma mau kemana tuh " Ucap pangeran menatap sukmanya yang semakin menjauh.

" Pangeran kamu ngomong ama siapa? " Tanya anjani mengikuti arah pandangnya. Membuat pangeran gelagapan di buatnya.

" Eh eng..enggak itu.. Apah..duh "

" Kamu kenapa sih? " Lagi anjani bertanya dengan heran sambil menaruh belanjaannya ke dalam bagasi.

" Enggak gak apa apa.. itu loh gue hampir aja lupa lu suka es krim coklat kan? "

" Es krim coklat? Iyah aku suka.. Emangnya kenapa? "

" Itu..  Emm.. Tadi gue lihat di dalem ada stan es krim gitu kayaknya lagi promo deh " Jawab pangeran sebisa mungkin ia menahan untuk tidak gugup di hadapan anjani.

" Masa sih kok aku gak lihat "

" Ya gimana mau lihat lu nya aja dari tadi sibuk ngurusin belanjaan "

" Oh iya yah aku lupa " Pangeran tersenyum mendengarkan penuturan polos anjani. Tangannya bergerak mengelus helaian rambutnya.

" Yaudah lu tunggu disini sebentar yah " Ucapnya lembut iapun kemudian melangkah.

" Eh mau kemana " Tanya anjani menahan pergelangan tangannya.

" Mau beliin lu es krim " Jawabnya. Anjani menundukkan kepalanya. Pangeran mengernyit heran.

RANJANI_True Love Never EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang