" anjani " Panggil aida saat melihat anjani ingin memasuki kamarnya. Anjani menoleh dengan tatapan kosong.
" Ada apa kak? " Tanya anjani ia terlihat lesu dan juga pucat. Aida menatapnya heran.
" Anjani kamu gak apa apa? " Tanya aida memastikan ia terlihat khawatir melihat keadaan adiknya. Aida lalu berjalan mendekati anjani.
" Anjani gak apa apa kak. Anjani cape anjani masuk dulu yah kak " Jawabnya dengan suara yang serak. Ia lalu masuk ke dalam kamar nya meninggalkan aida yang menatapnya dengan penuh tanda tanya. Aida tidak mengerti sikap anjani akhir akhir ini baru kemarin ia melihat anjani pulang dengan wajahnya yang sumringah sekarang anjani pulang dengan wajahnya yang lesu juga terlihat seperti seorang yang habis menangis. Penasaran aida lalu memutuskan untuk mengetuk pintunya. Siapa tahu anjani mau bercerita padanya.
" Anjani " Panggilnya lagi tak ada jawaban. Tak lama aida mendengar suara isak tangis di dalam kamar anjani. Ia sangat khawatir pada adiknya. Iapun mengetuk pintunya dengan sedikit keras
" Anjani kamu nangis? Anjani kamu kenapa cerita dong sama kakak. kakak khawatir anjani " Tuturnya bertubi tubi namun tetap tak ada jawaban dari si empunya. Menghela nafas aida berbalik memutuskan untuk meninggalkan anjani sendirian. Mungkin anjani butuh waktu untuk menyendiri itu lah yang ia pikiran.
Di dalam kamar anjani terlihat sedang menangis sesegukan. Ia bahkan menghabiskan banyak tisu untuk mengelap air matanya.
Terlihat sekali ia sangat meratapi nasibnya. Disaat ia merasa pangeran sudah mulai menyukainya ia malah harus menjauhi pemuda itu demi janji telah ia buat untuk bara.
****
Pangeran berbaring di tempat tidurnya dengan kedua tangannya ia jadikan sebagai bantalan. ia jadi memikirkan perkataan sukma padanya.
" Apa ia yah gue belum mengenal jati diri gue sendiri? " Tanyanya pada diri sendiri. Menghela nafas ia melanjutkan
" Di mimpi itu si tarsanwati di culik sama mahesa dan nyi kembang. Gue penasaran gimana akhir kisah itu, si sukma sih pelit banget sama gue, tinggal ngasih tau aja apa susahnya sih? " Decaknya sebal. Berbalik menyamping ia meraih guling dan memeluknya.
" Anjani.. Apa yang harus gue lakuin kalo ternyata apa yang di bilang sukma itu benar, nasib yang buruk akan terulang kembali? " Gumamnya pelan. Ia menerawang dan kemudian menggeleng pelan.
" Gak akan.. Gue gak akan membiarkan hal buruk menimpa anjani. mulai sekarang gue bakalan jagain dia " Ucapnya mantap rasa kantuk mulai menyerangnya perlahan pangeran menutup matanya dan kemudian masuk kedalam mimpinya.
Di sisi lain anjani tertidur karena merasa kelelahan akibat menangis terlalu banyak. Tiba tiba laci yang terletak di pinggir tempat tidurnya terbuka terlihat sirkam yang ia temukan melayang ke udara lalu dengan perlahan ia mendarat tepat di kening anjani sirkam itu mengeluarkan cahayanya.
****
Pangeran bermimpi. Di dalam mimpinya ia melihat dirinya aka pangeran carbon sedang mencari jejak mahesa juga kembang. Ia menghentikan langkahnya.
" Kalungku. mungkin ini akan berguna untuk mencari keberadaan gayatri " Ujarnya pelan ia kemudian mengeluarkan kalung yang di pakainya.
" Kalung ku beritahu aku dimana keberadaan gayatri saat ini " Titahnya yang kemudian kalungnya merespon mengeluarkan cahaya dan melayang di udara. Pangeran lalu mengikutinya.
Raden mahesa melemparkan tubuh gayatri yang tengah tak sadarkan diri ke dalam goa membuat tubuh gayatri berguling guling dan terhenti di sudut goa. Pangeran bergerak gelisah di dalam tidurnya.
" Raden apa raden tidak terlalu keras padanya? Bagaimana jika dia mati pangeran carbon pasti akan menghabisi kita. " Ujar nyi kembang memperingatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANJANI_True Love Never End
FanfictionKisah ini tentang antara cinta dan benci kisah cinta yang tak pernah mati. Pangeran yang hidup kembali di jaman modern demi menemukan cinta sejatinya, anjani yang tak pernah ia sadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu yang terpisahka...
