Part 46

190 7 0
                                        

" Gue mau lo putusin pertunangan lo sama bara " Ucapnya dengan nada tak terbantahkan. Anjani menundukkan kepalanya lalu berujar

" Maaf pangeran tapi aku gak bisa "

" Kenapa sih lo ngotot banget mempertahankan hubungan lo sama dia " Tanya pangeran tak mengerti.

" Pangeran "

" Oke gue tahu lo punya hutang janji sama dia. Tapi bukannya dia sendiri yang bilang kalo lo gak bisa cinta sama dia pertunangan ini akan di batalin. Tapi kenapa lo masih aja ngotot soal janji itu. " Ucap pangeran kesal.

" Pangeran. Ini bukan cuma soal janji. Tapi ada hal lain yang gak bisa aku hindari " Sahut anjani

" Apa kasih tahu ke gue. Apa itu? "

" Hutang budi " Seketika pangeran terdiam anjani lalu melanjutkan

" Aku berhutang budi sama dia. Sama pak dadang juga " Jelasnya.

" Emang apa yang udah mereka lakuin sama lo? " Tanyanya

" Itu.. " Ucapnya menggantung

' Merekalah yang menjaga aku ketika aku sakit ' Lanjutnya dalam hati. Pangeran yang mendengarnya bertanya

" Sakit "

" Hah apa. Tadi kamu ngomong apa? " Anjani bertanya dengan heran karena ia seperti merasa pangeran dapat mendengar suara hatinya.

" Eh enggak aduh ini tiba tiba kepala gue sakit " Jawab pangeran mengelak. Sontak anjani menjadi panik mendengarnya.

" Ya ampun ya..yaudah ka..kamu is.. istirahat aja dulu nanti kita omongin lagi " Ucapnya. Pangeran lalu mengangguk. Anjani lalu membantu pangeran yang tengah berpura pura sakit itu berdiri dan memapahnya kearah sofa yang terletak di sudut kamarnya.

" Kamu.. Tiduran aja dulu disini.. Biar aku panggilin ka aida buat ngambil obat. " Ucapnya hendak melangkah namun pangeran menahan pergelangan tangannya.

" Eh gak usah panggilin aida.. Gue baik baik aja gue cuma butuh tidur aja sebentar kok " Sahut pangeran anjani menoleh lalu memastikan.

" Beneran? "

" Iyah "

" Yaudah kalo gitu kamu tidur aja dulu " Anjani lalu mengambil selimut di lemarinya dan memberikannya pada pangeran

" Nih kamu pake yah "

" Lu gak mau gitu nyelimutin gue? "

" Emm.. Maaf yaudah aku selimutin tapi kamu tidur yah "

" Iyah tarsanwati " Anjani lalu menyelimutinya dan kemudian berbalik kearah tempat tidurnya iapun lalu merebahkan dirinya kembali. Pangeran melirik kearahnya dalam hati ia berujar.

' Gue harus cari tahu sakit apa yang lo alami selama di Jerman dulu ' Batinnya pangeran kemudian memejamkan matanya. Karena sungguh ia benar benar lelah seharian ia mencari anjani bahkan semalam ia hanya tidur kurang lebih hanya 3 jam. Dengan itu iapun terlelap dalam tidurnya.

***

Di sisi lain bara tengah berada di ruang depan padepokan dan saat hendak menuju kamar anjani ia di tahan oleh iman dan rojali.

" Heh mas sudah berapa kali saya bilang mbak anjani itu lagi istirahat gak bisa di ganggu. " Ucap iman

" Iye susah amet si di bilangin si anjani itu lagi istirahat jadi jangan di ganggu. " Sahut rojali menimpali

" Gue gak ganggu gue cuma mau liat dia sebentar " Hendak melangkah namun terhenti.

" Eh mas. "

" Ada apa ini ribut ribut " Pak jaya berucap sambil berjalan kearah mereka.

RANJANI_True Love Never EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang