Part 47

167 6 0
                                        

" Pangeran kamu kenapa? Kamu mimpi buruk lagi? " Anjani bertanya sambil melepaskan pelukannya.

" Pada akhirnya gue gak bisa melindungi lo " Ucap pangeran dengan sedu.

" Pangeran kamu ngomong apa sih aku gak ngerti " Tanya anjani menatapnya tak mengerti.

" Pada akhirnya lo terluka gara gara gue " Lagi pangeran mengatakan hal yang tidak bisa anjani mengerti sebenarnya apa maksud dari perkataannya itu ia bahkan masih bingung dengan pangeran yang tiba tiba menangis setelah pemuda itu terbangun dari tidurnya.

" Pangeran "

" Janji yang gue buat gue ingkari gue bahkan melupakan janji itu "

" Janji apa? Pangeran kamu ngomong apa sih aku tuh benar benar gak ngerti " Ucap anjani kesal. Pangeran menoleh kearahnya.

" Anjani " Panggilnya menatap anjani ragu ia lalu melanjutkan.

" Apa lo mau berjanji sama gue? " Tanyanya ragu.

" Apa? "

" Kalo terjadi sesuatu sama gue lo harus tetap hidup " Ucap pangeran kening anjani mengerut ia menatap pemuda di sampingnya tak mengerti.

" Maksudnya? "

" Kalo ada hal buruk menimpa gue. Gue pengen lo tetap menjalani hidup lo dengan baik " Jelasnya.

" Pangeran jangan bercanda aku.. "

" Gue serius gue pengen lo janji sama gue " Potongnya cepat.

" Enggak.. Aku gak mau " Sahut anjani cepat.

" Kenapa? " Anjani berbalik menghadapnya.

" Sekarang aku tanya deh sama kamu. Kalo terjadi sesuatu sama aku apa kamu mau menjalani hidup tanpa aku di samping kamu apa kamu bisa menjalani hidup dengan baik " Ucap anjani sambil menatap pangeran. Dengan berat dan ragu pangeran lalu menjawab.

" Gue mau meskipun sulit gue yakin gue bisa " Mendengarnya anjani menundukkan kepalanya

" Begitu yah.. Sayangnya aku gak bisa? " Lirihnya. Dengan mengumpulkan keberanian anjani lalu melanjutkan

" Karena kamu itu hidup aku. Kalo kamu mati aku juga bisa mati " Ujarnya dengan sedih. Pangeran meraih jemari anjani dan nenangkupnya.

" Anjani "

" Gue gak mau pangeran " Bentaknya sedikit keras sambil menepis pegangan tangan pangeran kasar. Seketika pangeran mencelos mendengarnya sudah lama rasanya ia tak mendengar kata gue yang di ucapkan gadis di hadapannya ini. Dan dapat ia simpulkan bahwa anjani sedang marah saat ini. Anjani menatapnya curiga.

" Oh atau lo sengaja ngomong gini supaya lo bisa balik lagi ke ka aida dan lo mau gue menikah sama bara. Gitu? " Tudingnya sarkatis. Pangeran menggelengkan kepalanya cepat iapun meraih jemari anjani lagi dan menggenggamnya.

" Enggak bukan begitu anjani.. "

" Terus apa? " Tanyanya menyentak pemuda di hadapannya iapun melanjutkan

" Sebenarnya apa sih yang lo sembunyiin dari gue? " Tanya anjani kesal. Iapun berdiri dari posisi duduknya.

"..."

" Terus kenapa tiba tiba lo nyuruh gue berjanji kaya gitu? "

" Anjani "

" Pangeran " Menghela nafasnya  anjani berujar

" Tadinya gue pikir gue mungkin bisa membicarakan tentang hubungan kita ke bara secepatnya dan gue pengen batalin pertunangan gue karena ngeliat lo yang begitu ngotot sama gue. tapi.. " Menggantungkan ucapannya anjani menatap pemuda yang selalu ia panggil tengil itu dengan tatapan kekecewaan.

RANJANI_True Love Never EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang