Part 20

404 10 0
                                        

" Kalian saling kenal? "
Tanya anjani terkejut

" Kamu " Ucap tiara tak kalah kagetnya

" I.. Ini ada apaan sih? Lo berdua saling kenal? "
Tanya pangeran tak mengerti

" Loh pangeran apa kamu lupa kemarin itu aku sama anjani udah bertemu "

" Ketemu "

" Iyah kemarin anjani sama fitri sempat bertengkar dan kamu belain anjani. Masa kamu lupa "

" Iyah lo kenapa bisa lupa jelas jelas lo kemarin nolongin gue yang hampir jatoh karena sodara dia nih yang dorong gue " Sahut anjani menimpali

' Duh kenapa jadi ribet gini sih pasti nih kerjaan nya si sukma ' Batinnya

" Pangeran kok lo malah bengong sih? " Panggil anjani menyentak nya.

" I..Iyah gue baru inget sekarang " Jawab pangeran dengan dengan gugup

" Kamu tuh masih muda udah pikun " Ucap tiara sambil tertawa geli

" hahaha iya nih "

" Eh tiara "

" Iyah "

" Paman lo ada dirumah gak? "

" Maksud kamu ustadz khaidir? "

" Iyah "

" Ada kok di dalam ayo masuk " Hendak memasuki rumah namun terhenti karena suara pangeran

" Eh tiara "

" Ada apa lagi pangeran? "

" Bisa lo temenin anjani disini gak? Gue mau bicara empat mata sama ustadz khaidir "

" Emm.. Yaudah kamu ikut aku ke dalam biar aku antar kamu ketemu sama paman ku "

" Anjani lo tunggu disini yah "

" Pangeran " Panggil anjani menahannya dengan menarik bajunya. Entah mengapa ia tidak rela jika pangeran meninggalkan nya walaupun cuma sebentar.

" Cuma sebentar kok yah" Ucap pangeran menenangkan.

" Pangeran ayo " Ajak tiara yang di balas dengan anggukan kepala dan dengan itu pangeran memasuki rumah lebih dalam meninggalkan anjani sendirian di depan rumah itu.

***

" Akhirnya kamu datang juga cucu sang prabu " Ucap ustadz khaidir saat pangeran memasuki ruangannya. Mengerutkan kening nya pangeran bertanya

" Kok pak ustadz bisa tahu saya mau kesini "

" Tentu saja saya tahu "

" Pangeran kalo gitu aku tinggal yah kasian anjani di luar sendirian. " Pamit tiara yang sejak tadi hanya diam. Pangeran mengangguk mengiyakan.

" Ayo mari ikuti saya pangeran " Ajak ustadz khaidir memasuki ruangan praktek nya. Pangeran mengangguk dan kemudian mengekor di belakang nya.

" Ayo silahkan duduk " Menurut kemudian mendudukkan bokong nya di kursi panjang relaksasi khas untuk seseorang melakukan terapi.

" Berbaringlah supaya lebih nyaman "

" Kenapa harus berbaring nih pak ustadz jangan jangan mau macem macem nih sama saya " Ucap pangeran menyelidik. Menghela nafasnya ustadz khaidir berujar

" Saya serius pangeran bukankah kedatangan kamu kemari untuk mengetahui mimpi itu lebih jauh lagi? "

" I.. iya juga sih " Ucapnya yang kemudian berbaring

" Apa yang ingin kamu lihat? "

" Kalo bisa saya pengen melihat semua ceritanya pak ustadz "

" Itu akan memakan waktu yang cukup lama "

RANJANI_True Love Never EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang