Anjani memasuki ruangan seorang gadis yang ia tolong tadi dengan perlahan ia membuka pintu kamar nya seketika matanya terbelalak melihat pangeran tengah menangis sambil memegang jemari gadis itu perlahan tapi pasti ia menajamkan pendengaran nya saat pangeran berbicara pada gadis itu.
" Anjani.. anjani jangan tinggalin gue anjani.. maaf.. Maafin gue seharusnya gue tadi ajak lo buat naro sepeda seharusnya gue bisa melindungi lo.. seharusnya ini semua gak akan terjadi " Ucapnya dengan nada gemetar ia menahan tangis nya yang hampir pecah.
" Anjani gue cinta sama lo.. hiks gue sayang sama lo buka mata lo anjani.. hiks " Ucap pangeran sambil mencium jemari gadis itu.
" Gue janji gue bakalan jagain lo gue bakalan bahagiain lo.. Gue gak akan bikin lo sedih atau pun marah lagi " Ucapnya lagi membuat anjani tersentuh ia lalu mencoba memanggil lelaki yang selalu ia sebut tengil itu.
" Pangeran " Panggil nya pelan dengan perlahan pangeran menoleh kearah nya terlihat raut terkejut yang tak bisa ia sembunyikan dengan segera pangeran berdiri berjalan kearah nya dan menarik anjani kedalam pelukannya membuat si empunya terkejut.
" Gue pikir lo kenapa kenapa.. Gue pikir cewek itu lo.. Syukurlah lo gak apa apa " Ucapnya dengan lega ia memeluk anjani dengan sangat erat hingga membuat anjani sesak nafas.
" Pa..Pangeran "
" Anjani gue mohon cuma sebentar gue bener bener takut rasanya tadi gue hampir mati saat mendengar ada kecelakaan dan ciri ciri nya kaya lo " Ucapnya lagi ia mengelus menghirup dalam dalam wangi yang menguar di rambutnya.
" Pa..Pangeran gue sesak " Ucap anjani terbata sontak pangeran melepaskan pelukannya.
" Maaf gue gak sengaja bikin lo sesak.. " Ucapnya merasa bersalah membuat anjani tersenyum tipis iapun merangkul wajah pangeran dengan kedua telapak tangannya.
" Maaf udah bikin lo khawatir.. Soalnya gue tadi panik banget pas gue mau ngabarin lo gue lupa kalo hp gue lo yang pegang " Ucapnya menjelaskan. Pangeran menghela nafasnya lega.
" Hemm seharusnya gue gak menyita hp lo " Jawab pangeran merasa bersalah.
" Eh tapi kenapa namanya sama kayak lo udah gitu umurnya juga sama " Lanjutnya bertanya sambil melirik gadis yang tengah terbaring di bangkarnya.
" Oh itu sebenarnya gue juga gak nyangka sih soalnya pas gue cek di KTP nya namanya sama kaya gue udah gitu umurnya juga sama Yaudah deh gue kasih aja ke suster identitas nya."
" Tapi kenapa lo ninggalin boneka lo di jalanan? "
" Oh ya ampun gue lupa " Teriak anjani sambil menepuk keningnya.
" Boneka nya mana? " Tanyanya dengan panik.
" Ada di mobil gue " Seketika anjani menghela nafasnya lega.
" Syukurlah "
" Lo bisa ceritain kenapa bisa ada kecelakaan disana? "
" Pangeran mendingan ceritanya di luar aja yah takut ganggu pasien nya " Ucap anjani menyarankan.
" Oh Yaudah ayo "
Pangeran dan anjani duduk di sebuah bangku taman yang berada tak jauh dari rumah sakit.
" Sekarang ceritain gimana kejadian nya " Tanyanya to the point ia sambil memegang jemari anjani.
" Iyah jadi gini ceritanya "
Flashback
" Ya ampun tu orang tega banget buang kucing di tengah jalan gitu. " Ucap anjani sambil menatap kucing kecil yang tengah terluka di bagian kakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANJANI_True Love Never End
FanfictionKisah ini tentang antara cinta dan benci kisah cinta yang tak pernah mati. Pangeran yang hidup kembali di jaman modern demi menemukan cinta sejatinya, anjani yang tak pernah ia sadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu yang terpisahka...
