Semuanya diam, ombak dilautan ini pun seakan ikut diam, mendengar pertanyaan Veranda.
Seperti ada sekat dalam tenggorkannya, yang membuatnya sulit untuk mengatakan semuanya kepada Veranda.
"Jadi gimana kamu dengan Naomi?"
Suara itu terdengar kembali oleh telinga Kinal, mata Veranda menatap lurus kearah mata Kinal, menerobos, seakan membaca apa yang sedang Kinal fikirkan.
"Aku menolaknya"
Ucap Kinal mengalihkan pandanganya, menahan rasa sakit yang ntah kenapa mengusik hatinya, membuatnya merasakan apa yang dirasakan Naomi.
Sinar bulan diujung laut sana sudah sepenuhnya tenggelem, menyisakan warna hitam pekat, membuat malam terlihat lebih gelap.
"Kamu yakin nolak dia?"
"Maksud kamu?"
Kinal menatap Veranda, mengerutkan dahinya, tak mengerti apa yang ada di fikiran Veranda.
"Dia cantik, dia baik, dia lebih segalanya dari aku"
Veranda mengucapkan kata-kata itu, mengalihkan pandangan matanya dengan mata Kinal.
"Apa maksud kamu ngomong kaya gini Ve?"
"Aku cuman gak mau kamu nyesel nantinya"
"Aku gak pernah nyesel cinta sama kamu Ve"
"Sekarang, tapi kita gak tau besok dan lusa Kinal"
"Maksudmu apa? Kamu meragukan cintaku?"
"Tidak"
"Trus apa maksudmu?"
"Aku hanya ingin kamu memikirkannya lebih matang"
Kinal menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan apa yang ia dengar, jelas Veranda meragukan cintanya.
"Aku menolaknya, karna memang aku tak mencintainya Veranda"
Ucap Kinal penuh penekanaan.
"Tak mencintainya? Kamu yakin?"
Ucap Ve yang masih tak menatap matanya. Memandang lurus laut yang hampir tak terlihat karna malam begitu gelap.
"Maksudmu?? Aku memang tak mencintainya Veranda"
Ucap Kinal yang kini sudah menaikan suaranya, ia kecewa, Veranda meragukan perasaanya.
"Tanya sama hati kamu, apa benar kamu tidak mencintainya?"
"Aku bisa liat ada cinta dimata kamu buat dia Kinal!"
Ucap Ve yang kini menatap tajam ke arah Kinal, matanya mulai tertutup air bening yang siap jatuh meneteskan kesakitan dalam hatinya.
"Ve, kamu percaya aku kan?"
Ucap Kinal menggenggam erat tangan Ve, meyakinkan Veranda kalau dia memang tak mencintai Naomi.
"Aku mau kamu pikirin semuanya"
"Apa yang harus aku fikirin Ve?"
"Aku memang mencintaimu, untuk apa lagi aku harus menimang antara kamu dan dia?"
"Aku milikmu Veranda"
"Aku hanya tak ingin kau menyesal Kinal, Naomi itu..."
"Cukup Ve, Aku gak mau denger ucapan ngaco kamu itu"
"Denger ya Veranda, aku cuman cinta kamu titik"
"Aku cinta kamu, kamu harus percaya itu"
"Aku memang menyayangi Ka Naomi, tapi aku hanya menganggapnya sebagai kakaku tidak lebih dari itu Veranda"
KAMU SEDANG MEMBACA
KINAL [END]
Hayran KurguRank#40 In Factfiction. 7/8/17. Seorang Gadis 19 tahun dengan gaya petakilannya, memulai hidupnya menjadi seorang mahasiswi disalah satu universitas ternama diJakarta, memulai hidupnya dengan segala keunikannya.
![KINAL [END]](https://img.wattpad.com/cover/113957782-64-k948801.jpg)