Happy reading !
Seminggu sudah Varo,Dania,dan Alfan menjaga Merin di rumah sakit. Belum ada perkembangan apapun dari Merin. Merin masih setia dengan tidurnya.
"Sayang,aku kangen sama kamu."ucap Melvin dengan suara seraknya.
Beberapa malam terakhir, Melvin merasa tidurnya tidak senyenyak biasanya. Ia yakin,ini semua karena Merin. Hanya Merin yang bisa membuat dirinya porak poranda seperti ini.
"Vin,sekolah kuy. Ada kak Alfan yang bisa jagain Merin."ucap Varo.
"Iya bener. Biar gue yang jagain Merin. Nanti lo boleh kesini lagi kok."ujar Alfan yang mengusap pundak Melvin.
Melvin mengangguk dan berjalan mendahului Varo menuju ke parkiran rumah sakit. Varo mengerti,bahkan Varo juga merasakan apa yang dirasakan oleh Melvin.
"Gue bareng lo ya."ucap Varo yang sudah membuka pintu bagian depan mobil Melvin.
Ting!
Suara dari hp Merin yang dibawa oleh Melvin berdentang beberapa kali namun tidak dihiraukan Melvin. Ia mencoba untuk fokus menyetir agar sampai di sekolah.
"Melvin Varo."teriak Arkan.
"Merin gimana?"tanya Fanya.
"Belum ada perkembangan."jawab Varo.
Salsha menggenggam tangan Arkan erat,takut jika Melvin akan membentaknya lagi.
Ting!
Suara notifikasi dari hp Merin itu berbunyi lagi. Melvin mengeluarkan hp berwarna rose gold itu dari sakunya.
"Itukan hp Merin."ucap Dani.
Melvin mencoba untuk membukanya dan melihat isi notifikasi tersebut.
Alan
Hai Merin
Apa kabar?
Gue kangen nih sama lo.
Sejak gue pindah,gue jarang banget komunikasi sama lo.
Gue Melvin
Pacarnya Merin
Demi apapun,Melvin sangat tidak menyukai Alan. Karena dia adalah mantan dari pacarnya. Namun dia juga berterimakasih,karena masalah tentang Alan membuat Merin dan Melvin dekat.
"Kok hp Merin ada di lo?"tanya Hildan.
"Saat pestanya,Merin ngasih hpnya ke gue."jawab Melvin sambil menatap Salsha yang bersembunyi dibalik badan Arkan. Melvin hanya menatapnya tajam dan berjalan menuju kelas.
"Halo Melvin."
"Melvin."
"Lo ganteng banget sih?"
"Tumben gak sama Merin?"
"Udah putus ya?"
Teriakan dari pengagum Melvin itu membuat langkahnya terhenti. Ia sangat geram jika ada yang menyebut nama gadisnya itu.
"Semua diem! Kalian gak tau apa-apa."teriak Melvin membuat seluruh orang terdiam. Tidak ada yang berani melawan Melvin.
Melvin melanjutkan langkahnya menuju ke kelas. Ia memainkan hp Merin di sela-sela jam sekolah,mumpung jamkos.
KAMU SEDANG MEMBACA
MERVIN ( COMPLETE )
Fiksi RemajaAntara senja dan pelangi, siapa yang paling berpengaruh dalam kehidupan? "Senja selalu hadir setiap hari membawa warna jingganya yang tenang. Tidak seperti pelangi yang hadir hanya sesaat meskipun membawa banyak warna. Gue pikir lo kayak senja yang...
