65. Extra Part

3.7K 94 0
                                        

Happy reading !

"MOMMY!!KAK ATHALA NAKAL."

"Yaampun. Ada apa sih Aleta?"

"Kak Athala nyembunyiin sepatu Aleta. Sebell."

"Athala,kembalikan sepatu adik kamu. Jangan jahil-jahil kenapa sih. Cepat berangkat,keburu siang."

"Aku harus nganter Aleta dulu?"

"Iyalah."jawab Merin.

"Yaelah. Lo cepet gede kek biar bisa  berangkat sendiri."gerutu Athala.

"Aleta berangkat dulu mom."

"Hati-hati."

Merin memijat pelipisnya pelan. Ia merasa sangat lelah dan pusing pagi ini. Ditambah lagi dengan teriakan Aleta yang super bisa membuat kepala Merin tambah pusing.

Aleta Shakilla Blenda,gadis manis nan cantik ini adalah anak kedua dari Merin dan Melvin. Ia sekarang sudah berusia 15 tahun,hanya selisih 3 tahun dengan Athala. Sifat Aleta ini dominan Merin,ia berisik dan cerewet bahkan selalu ada masalah sepele yang membuatnya bertengkar dengan Athala.

Athala sendiri juga masih berebut dengan Melvin. Dari berebut dekat dengan Merin hingga berebut mainan.

"Sayang. Kamu kenapa?"

"Aku gapapa kok Vin. Aku cuma pusing."

"Ke rumah sakit ya?"

"Gak mau. Aku gapapa kok."

"Istirahat ya. Aku temenin kamu hari ini."

"Kamu gak kerja?"

"Aku kan bos. Lagipula cuma sehari kok."jawab Melvin.

Brak

"Sayang,sayang bangun. Merin,hei. Bangun. Jangan buat aku khawatir please."ucap Melvin seraya menggendong Merin dan membawanya ke rumah sakit. Melvin ikut masuk dan melihat Merin yang diperiksa oleh dokter.

"Istri saya gapapa kan dok?"

"Dr.Merin hanya kecapekan saja. Mungkin terlalu banyak aktivitas."

"Oh begitu dok,terimakasih."ucap Melvin. Ia menghampiri Merin yang memang terlihat sedikit pucat. Semenjak Merin menjadi ibu rumah tangga,Merin selalu cuek kepada penampilannya bahkan kesehatannya. Melvin menjadi merasa sedih melihat Merin seperti ini.
.
.
.
.
.
.

"Assalamualaikum,mommy daddy. Aleta datang."

"Berisik amat lo bocah."

"Apaan sih. Btw,kok sepi ya?"ucap Aleta seraya menaiki anak tangga menuju kamar orangtuanya.

"Mommy,mommy kenapaa?"

"Mom."ujar Athala.

"Mommy gapapa sayang. Mommy cuma kecapekan aja kok."jawab Merin dengan suaranya yang lemah.

"Mommy jangan sakit. Kalau mommy sakit,Aleta gimana?"

"Mangkannya kalian itu jangan ribut terus tiap hari. Mommy itu pusing mikirin kalian."sahut Melvin dengan membawa senampan mangkuk yang berisi bubur.

"Maafin Aleta ya mom."ucap Aleta pelan.

"Gapapa sayang. Athala,tadi daddy kamu dapat telpon dari pihak kepala sekolah. Katanya kamu akan diikutkan olimpiade. Ada temen cewek kamu juga. Pacar?"ujar Merin.

"Mommy gatau kak Athala aja. Kakak tuh anti cewek mom. Mana ada yang mau deketin kalo kak Athala kek es gitu,mana galak lagi."sahut Aleta.

"Apaan sih lo bocah."

"Abang belum punya cewek?masa sih?"tanya Melvin.

"Athala ke kamar dulu deh."ujar Athala yang kemudian berjalan menuju kamarnya.

"Dad,mom,Aleta kasih tau ya. Kak Athala itu kalau di sekolah gak pernah keluar kelas. Kayak anak introvert aja. Tapi kalau dirumah,beuh galak banget."

"Gue denger lo ngomong apa cah."teriak Athala dari dalam kamarnya.

Merin,Melvin,dan Aleta tertawa kecil. Bagaimana sikap Athala itu sangat mirip dengan Melvin,tidak ada yang tidak mirip.

Athala merenung dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia memikirkan sesuatu yang serasa mengganjal di pikirannya.

"Oh iya."ucap Athala seraya mengambil tasnya dan membukanya. Ia mengeluarkan sebuah buku pink bergambar little pony. Athala baru ingat,jika ia menemukan buku itu di koridor sekolahnya. Baru saja Athala akan membukanya,suara teriakan Aleta menghentikannya. Ia meletakkan buku itu kembali ke dalam tas dan menghampiri Aleta.

"Ada apa sih cah."

"Cah cah,emang Aleta cah kangkung apa. Tuh ada temen kakak. "

"Siapa?"

"Gak tau. Cantik loh. Pacar koala ya?"

"Apaan sih koala koala. Yauda gue turun. Lo jangan teriak lagi,kuping gue udah panas."

Athala menuruni tangga dan melihat seorang gadis berponi depan dengan gaya kalemnya. Athala mengangkat satu alisnya dan menghampiri gadis itu.

"Siapa?"tanya Athala.

"Aku Rachel."

"Gue gak kenal lo. Ada apa?"celetuk Athala.

"Mmm.. aku. Aku kehilangan buku little pony. Kata Naya yang terakhir di sekolah cuma kamu. Ja..jadi aku mau tanya tap..tapi gak punya kontak kamu. Jadi aku kesini dan dikasih tau alamatnya sama Naya.Ka..kamu bawa buku little pony aku gak?"

Athala mencoba mengingatnya,ah iya tadi ia sempat akan membukanya namun gara-gara Aleta ia mengurungkannya.

"Oh itu. Ada."

"Bo..boleh aku minta gak? Penting."

"Oke. Tunggu."

Athala berjalan menuju kamarnya dan mengambil buku little pony yang dimaksud cewek itu. Tapi Athala masih penasaran dengan isinya,ia memutuskan untuk memotretnya dengan cepat dan segera kembali ke ruang tamu.

"Nih."

"Makasih. Aku pulang dulu."

"Hm."

"Loh,kakak tadi kemana?Aleta kan udah buatin minum nih."ucap Aleta.

"Pulang."

"Koala usir ya?"

"Yaelah. Dia pulang sendiri. Gue ke kamar dulu,mau istirahat."

Athala kembali menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang kembali.

"Rachel."ucap Athala sebelum matanya terpejam.

Baca cerita tentang kisah Athala dan Rachel di cerita aku yang baru.
Masih comingsoon!
Can't wait!!

Thanks for reading ❤❤

MERVIN ( COMPLETE )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang