Happy reading !
Bulan demi bulan berlalu,sudah hampir dua tahun ini Melvin menunggu seseorang yang dia cinta. Namun,yang ditunggu tidak kunjung datang. Balasan chat dari setahun yang lalupun tidak dibalas dengan satu katapun. Lelah?iya. Tapi perjuangan tidak akan menghianati hasil bukan?
Melvin mencoba untuk terus menunggu dengan perasaan yang sama dan orang yang sama pula. Melvin memang menyukai Bella,namun setelah ia mencoba untuk memperbesar rasa cintanya kepada Merin,perasaan itu perlahan memudar. Bella dan Melvin masih sering mengobrol dan obrolannya hanya seputar tentang teman SMA dan hobby.
Walaupun Melvin sudah bersikap cuek dan dingin namun sepertinya sikapnya itu tidak bisa mengurangi rasa kekaguman semua cewek yang ada di kampusnya. Ada saja cewek yang menghampirinya setiap hari dengan membawa makanan ataupun hanya sekedar ingim mengobrol.
Untuk tahun pelajaran baru yang akan datang,Melvin ditugaskan untuk menjadi ketua ospek dengan Bella yang akan menjadi wakil ketuanya. Kenapa harus Melvin? Karena ia sudah dipercaya oleh beberapa dosen dan kakak kelasnya untuk menjadi ketua. Lagipula,semua orang tau jika Melvin ini memiliki kecerdasan yang luar biasa.
Melvin dan timnya akan mempersiapkan semuanya untuk ospek tahun ini. Ospek tahun ini akan dilaksanakan lebih meriah dari sebelumnya dan saat ini Melvin sedang menggelar rapat bersama timnya.
"Saya mau ospek tahun ini dibuat lebih berbeda dari tahun sebelumnya. Konsepnya sesuai dengan apa yang didiskusikan kemarin."ucap Melvin tegas. Bella menatap Melvin dengan tersenyum kagum.
"Jangan pake senioritas ya."usul seorang mahasiswa yg lain.
"Tenang. Saya juga tidak mau kampus ini terkenal dengan senioritas. Kalian harus ingat dengan visi misi yang telah dibuat. Kita harus ramah kepada maba disini."ucap Melvin.
"Ada konsumsi gak ? Atau acara apa gitu?"tanya Satya yang juga andil dalam ospek maba.
"Ada. Acara inti ada di penutupan ospek."jawab Bella dengan kalemnya.
"Jika tidak ada yang bertanya lagi,rapat ini akan saya tutup."ucap Melvin.
Tidak ada yang bertanya,jadi Melvin mengucapkan salamnya dan berlalu dari aula kampus. Melvin berjalan dengan Hildan dan Satya disampingnya menuju ke kantin.
"Waktu lo Sat."ucap Hildan.
"Iya iya elah."ujar Satya yang melanjutkan langkah kembali ke arah kantin no 3.
"Varo sama Merin masih gak ada kabar?"tanya Melvin.
"Gak ada. Gue udah tanya Dania,katanya sih dia belum tau. Dia kan mau graduation bro. Biasala,sibuk."ucap Hildan.
Melvin sudah tidak bisa menahan rindunya lagi. Ia ingin cepat bertemu Merin untuk melepas rindunya.
"Gue kangen sama Merin. Udah puncak tertinggi."ucap Melvin.
"Puncak tertinggi dari sebuah kerinduan bisa dikurangi dengan doa. Lo harus percaya kalau Tuhan sedang menciptakan sesuatu buat lo sama Merin."ucap Hildan bijak.
"Gue udah berdoa Hil. Tiap malem gue nyebut nama Merin di setiap doa gue."
"Bagus,lo tinggal nunggu karma baiknya."
KAMU SEDANG MEMBACA
MERVIN ( COMPLETE )
Teen FictionAntara senja dan pelangi, siapa yang paling berpengaruh dalam kehidupan? "Senja selalu hadir setiap hari membawa warna jingganya yang tenang. Tidak seperti pelangi yang hadir hanya sesaat meskipun membawa banyak warna. Gue pikir lo kayak senja yang...
