Satu hari.
Dua hari.
Tiga hari.
Hingga aku lelah menghitung sudah hari ke berapa kita saling diam.
Tidak ada pesan.
Tidak ada panggilan.
Tidak dariku, dan tidak juga darimu.
Seolah kita sama-sama menunggu, tapi tidak ada yang benar-benar ingin memulai.
Aku tidak mau munafik.
Aku rindu kamu.
Sangat.
Tapi tentangmu, aku tidak ingin tahu.
Karena kenyataan selalu datang dengan rasa yang sama—pahit.
Bahwa kamu mungkin tidak pernah merindu.
Dan kalaupun iya, itu hanya terjadi saat kamu sedang membutuhkan aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Historia CortaSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
