Menangis menjadi satu-satunya cara yang kupunya untuk meringankan semua ini.
Bukan karena aku lemah, tapi karena terlalu banyak yang harus kutahan sendiri.
Aku menangisi banyak hal—kamu yang berubah begitu jauh, aku yang tetap bertahan meski terus terluka, dan perasaan ini.... yang bahkan tidak mampu
kupaksa untuk membencimu.
Aneh, bukan?
Disakiti berkali-kali, tapi tetap tidak bisa pergi.
Air mata terus jatuh, tapi rasanya tidak pernah benar-benar cukup untuk mengosongkan semua ini.
Hingga di titik tertentu, aku hanya ingin
berhenti merasa meski hanya untuk sesaat.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Cerita PendekSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
