Aku datang ke apartemenmu dengan niat sederhana: memberi kejutan.
Sepi.
Dan justru itu yang membuatku tenang.
Aku tahu kau tidak di sini. Jadi aku menunggu, menyiapkan makanan kesukaanmu, dengan senyum yang kupaksakan terlihat nyata.
Tidak, aku tidak sedang patah. Aku baik-baik saja. Setidaknya, itu yang ingin kuyakini.
Hingga langkah kaki itu datang. Mendekat. Dan suara itu-
"Sia... pa?"
Aku tersenyum, lalu berbalik.
Dan di sanalah dia.
Untuk pertama kalinya, aku melihatnya
sedekat ini.
Kim Taeyeon.
Cantik. Tenang. Nyata.
Matanya penuh tanya.
Matamu.... penuh cemas.
Tapi aku tetap tersenyum.
"Hai, Taeyeon-ssi."
Tanpa jarak. Tanpa formalitas.
Dia menoleh padamu, menunggu jawaban.
Dan di detik itu, semuanya runtuh.
"Hanya fans."
Dua kata. Cukup untuk menghancurkan
seluruh yang kupikir nyata.
Tawa kecil keluar, pahit, terlalu pahit untuk ditahan.
Sebelum aku sempat mengatakan kebenaran, dia memilih pergi.
Dan kau.... mencoba menahannya. Tapi gagal.
Kini hanya kita berdua. Dan aku tahu apa yang akan datang selanjutnya.
Kau mendekat. Tenang, seperti biasa. Seolah tidak ada yang baru saja hancur.
"Ini berlebihan."
Aku diam. Karena kali ini, aku ingin mendengar semuanya. Aku menunggu
tamparan itu, tapi yang datang justru sentuhan lembut di pipiku. Terlalu lembut.... hingga air mataku jatuh tanpa izin.
Dan saat kau berbalik, aku tahu kau akan pergi lagi.
Jadi aku meraih tanganmu, menggenggamnya sekuat yang kubisa. Tanpa suara. Tanpa kata.
Hanya satu halbyang berteriak di dalamku, jangan pergi...
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Storie breviSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
