“Kau baik-baik saja?”
Aku diam.
Bukan karena aku tidak punya jawaban—
tapi karena terlalu banyak yang tidak bisa ku ucapkan tanpa merusak semuanya.
“Kau marah?”
Aku tetap diam.
Menatapmu, tanpa benar-benar melihatmu.
Seolah jarak di antara kita tiba-tiba menjadi sesuatu yang tak bisa dijangkau lagi.
Dan di dalam diam itu, semua yang kutahan akhirnya retak.
Berhenti... berhenti bersikap seolah kau tidak melakukan apa pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Cerita PendekSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
