“Mau kuberitahu sesuatu?”
“Apa?”
Kau menatapku, lebih dalam dari biasanya,
seolah apa yang akan kau katakan bisa mengubah segalanya.
“Semua itu... hanya settingan.”
Untuk sesaat, dunia terasa lebih ringan.
Seolah beban yang selama ini kupikul akhirnya menemukan alasan untuk menghilang.
Aku hampir lega.
Aku hampir percaya bahwa semuanya tidak pernah nyata.
Tapi kau belum selesai.
“Kecuali satu hal.”
Waktu seolah berhenti.
“Perasaanku. Perasaanku... murni.”
Dan di detik itu, semua yang sempat terasa ringan kembali jatuh, lebih berat dari sebelumnya.
Hingga aku lupa bagaimana caranya bernapas.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Kısa HikayeSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
