22. Tontonan Gratis

17.5K 581 14
                                        

[bagian baru]

🌸🌸🌸

Arkan menonjok keras dinding belakang gedung sekolah. "Bangsat!" pekiknya. Wajahnya merah memanas, rahangnya mengeras dan matanya terbuka lebar tajam.

Tiba-tiba Dirga datang dengan langkah yang gotai, menyentuh pundak Arkan dari belakang dan Arkan pun menoleh.

"Ada apa, Kan?"

Arkan membuang pandangannya dari Dirga lalu mengepalkan tangannya. "Bodoh banget gue gak tau kalo sekolah ini punya si pecundang!"

Dirga menghela napas, "Kan--"

"Gue gak sudi sekolah disini!" katanya.

"Kan, sabar dulu, jangan emosi."

"Lo kenapa gak bilang kalo Taruna punya dia?!"

"Gue cuma gak mau lo salah sangka sama gue, Kan."

"Gue tau tujuan dia balik lagi ke Indonesia mau ngapain. Dia gak mau hidup gue tenang karena dia gak terima gue balas dendam setelah dia nge--"

"Kan, udah. Berhenti keras kepala, berhenti ngutamain ego lo!" kali ini Dirga memekik, mensejajarkan posisinya dengan Arkan.

"Dir, lo nggak tau betapa terpukulnya gue saat gue tau bokap gue--"

Dirga merangkul pundak Arkan dengan erat. "Gue kesini gak bertujuan untuk ngebuka luka lama lo, Kan."

Arkan menunduk, ia berusaha menahan bulir air matanya agar tidak jatuh. Ia harus kuat.

"Gue butuh bokap gue, Dir." kata Arkan dengan lirih.

Dirga mengeratkan rangkulannya. "Buat bokap lo bangga sama lo, buat bokap lo bahagia disana, Kan. Jangan ungkit masa lalu lagi, karena gak ada gunanya sama sekali, dan gak bikin bokap lo balik lagi kan? Tugas lo sekarang, jagain nyokap lo, dan baik-baik sama bokap tiri lo. Pertahanin sekolah lo disini, gak usah sedikitpun lo hirauin dia, kita bentar lagi kelas dua belas, kita lulus dan lo harus menata masa depan lo, bahagiain bokap lo yang udah tenang disana dan orang-orang disekitar lo."

Arkan memeluk Dirga. "Thanks bro."

Sungguh, Arkan sangat beruntung memiliki sahabat dari SMP macam Dirga. Meskipun dia playboy, tapi pikiran dan perasaannya bisa normal juga saat waktu yang urgent.

~~~

"Ayok, Luv!" Arkan menarik tangan Iluvia saat baru saja gadis itu menginjakkan kaki dilantai koridor.

"Eh eh, Arkan apaan sih?!"

Dika. Orang yang berjalan bersama Iluvia tadi mengejar Arkan yang membawa lari Iluvia.

"Lepasin woi!" Dika memegang pundak Arkan dari belakang lalu memutar balikkan badannya.

Genggaman tangannya terlepas. Arkan menatap Dika dengan tajam, begitupun sebaliknya. "Apa?!"

"Mau lo bawa kemana Iluvia?" tanya Dika.

"Bukan urusan lo!" Arkan memegang tangan Iluvia lagi, "Luv, lo balik sama gue!"

Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang