[bagian baru]
🌸🌸🌸
"Abang, kapan bangun? Abang tuh udah lama banget loh ninggalin Iluvia. Semenjak Abang koma, Iluvia jadi sering sedih Bang. Iluvia jadi anak yang cengeng karena gak pernah dikasih pencerahan lagi sama Abang, Ibun sama Ayah terlalu sibuk, beban mereka udah terlalu berat untuk Iluvia bagiin cerita, dan keluh kesah Iluvia, Iluvia gak mau nambahin beban mereka. Jadi cuma Abang satu-satunya yang Iluvia punya sebagai tempat cerita, tempat ngeluh, tempat nangis, dan tempat minta jajan lebih." setetes air mata jatuh dari mata cantik gadis itu. Ia menarik bibirnya, memaksa untuk mengukir senyum indah yang ia sajikan untuk Alga.
Pintu ruangan terbuka, Ami dan Nek Yarni masuk bersamaan sambil membawa 2 kantung plastik ditangan mereka masing-masing.
"Kak Ami, Nenek, dari mana?" tanya Iluvia sambil menghapus air matanya.
"Abis beli makanan diminimarket depan untuk kalo ada yang besuk Abang." ujar Nek Yarni.
"Tadi Abang kamu ditungguin kok sama suster, jadi aku sama Nek Yarni keluar sebentar." jelas Ami sambil menyimpan makanan dilemari.
"Iya Kak, suster keluar pas aku udah dateng." ujar Iluvia.
"Kamu udah makan?" Ami mendekat kearah Iluvia kemudian mengelus puncak kepalanya.
"Belum, Kak." ujarnya sambil terkekeh pelan.
"Kamu habis nangis? Matanya sembab gitu."
Iluvia tersenyum, "Iya ini tadi disekolah temanku ada yang pindah, jadi sekelas nangis deh sedih-sedihan." dustanya.
Ami tersenyum, ia bisa melihat sorot mata Iluvia yang sedang berusaha berdusta. "Kakak bisa kok berperab sebagai Abang kamu selagi Abang kamu istirahat disini."
Iluvia mendongak, menatap Ami dengan tatapan sendu.
~~~
Disinilah mereka, ditempat yang sama seperti Iluvia dan Arkan kemarin; taman rumah sakit.
Belum apa-apa, air mata Iluvia sudah tumpah saja. Dan Ami bisa mengerti itu, ia bisa merasakan betapa sesaknya dada gadis kecil yang ada didekapannya itu karena membawa beban sendirian.
"Aku capek, Kak. Dari awal kisahku dimulai, aku gak pernah ngerasain bahagia yang abadi. Aku selalu ada disini lagi, dititik ini lagi, yang buat aku selalu ngerasa gak ada gunanya perjuanganku selama ini." ujar Iluvia, suaranya terdengar sangat pilu.
"Tuhan gak sayang sama aku? Aku selalu berusaha dan gak lupa berdoa, tapi tetep aku gak bisa dapetin yang aku mau."
Ami mengelus rambut Iluvia, "Hsstt, kamu gak boleh ngomong kaya gitu. Justru orang yang sering ditimpa rasa sakit itu adalah orang yang paling Tuhan sayang, Tuhan selalu memberi cobaan kepada hambanya yang kuat dan selalu sabar." ucap Ami begitu lembut dan penuh pengertian. "Kak Ami tau Iluvia capek, Kak Ami tau Iluvia butuh Abang sekarang, tapi Iluvia harus ngerti kalo keadaan sekarang lagi nggak berpihak ke Iluvia. Tapi Iluvia harus tetap dan selalu percaya kalo Tuhan itu nggak tidur, Tuhan selalu melihat semua perjuangan hambanya yang gak kenal lelah, Tuhan gak akan ngebiarin perjuangan itu berujung sia-sia. Tapi Iluvia harus paham juga, kalo Tuhan itu kasih apa yang kita butuhin, bukan apa yang kita mau. Tuhan lebih tau semuanya tentang hambanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]
Random[Cerita ini sudah resmi dipublikasikan kembali di Wattpad pada tanggal 1 September 2021 dengan keadaan full version - bisa baca chapter "AKdH BALIK LAGI KE WATTPAD! FULL VERSION!!!"] Iluvia dan Arkan. Kedua lawan jenis yang sudah lama bersahabat, na...
![Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/133680637-64-k396186.jpg)