[bagian baru]
🌸🌸🌸
Pagi kali ini berbeda dari pagi-pagi sebelumnya, gadis berbaju putih polos itu menguap sambil mengucak matanya. Ia berjalan menuju gorden kamar yang masih tertutup, ia segera membuka gorden burwarna silver itu kemudian menyepol rambutnya dengan asal. Gadis itu menguap sekali lagi, dengan refleks ia mengulatkan tangannya dengan seleluasa mungkin.
Gadis itu berjalan lagi menuju kasur, dengan mata yang sebenarnya masih berat, ia menguncangkan tubuh seseorang yang semalam tidur seranjang dengannya.
"Lia, bangun." ujarnya masih dengan nada malas.
Bukannya bangun, gadis yang masih tertidur itu malah menarik selimutnya lagi keseluruh tubuhnya.
Iluvia memutar bola matanya malas lalu duduk lagi dikasur. "Lia, dirumah orang gak boleh mageran." Iluvia menarik selimut Lia lalu mengguncangkan tubuhnya lagi. "Bangun woi!" serunya kemudian berhasil membuat Lia terduduk, tapi matanya masih belum terbuka.
"Lo apaan sih, reseh!" ujarnya protes.
"Gak sadar kita lagi ada dimana?"
Lia berdecak sebal lalu berdiri dengan kesal dan beranjak berjalan menuju toilet.
Iluvia berlari mendahului Lia. "Gue duluan Ia, kebelet pipis!"
Sup. Pintu toilet berhasil tertutup dengan sempurna. Iluvia memang gercep.
Lia menggepalkan kedua tangannya. "Sialan!" pekiknya keras sekali.
Setiba dirumah Raka yang berada tak jauh dari airport, Iluvia dan yang lain memang langsung beristirahat karena Raka tahu mereka pasti lelah. Fyi, dirumah Raka hanya ada dirinya seorang, kedua orang tua Raka harus pergi ke Singapura karena ada urusan pekerjaan.
Semalam Iluvia tidur bersama Lia dan Sabrina, namun Sabrina tidur disingle bedcover. Tapi masih pagi buta begini, kasur yang ditiduri Sabrina sudah kosong dan rapi. Entah kemana makhluknya.
Sedangkan Arkan, Dirga dan juga Billy tidur dikamar Raka yang kebetulan sangat amat luas. Sumpah tidak bohong, rumah Raka ini bisa dikatakan istana, mewah nan besar. Pertama kali melihat pun Iluvia dan yang lain sempat tercengang. Mereka akan tinggal di istana ini untuk beberapa hari kedepan! Sungguh sebuah rezeki nompok, hehehe.
~~~
Iluvia dan Lia sudah berganti kostum, mereka sudah mandi dan sudah rapi. Setelah sedikit memoles tubuh dengan body lotion, mereka segera keluar kamar untuk menemui Raka dan yang lain.
"Sabrina gercep banget, dimana sih tuh anak?" tanya Lia saat mereka menuruni tangga. Kebetulan kamar tamu yang disinggahi Iluvia dan Lia berada dilantai 2.
Iluvia mengangkat bahunya pertanda tidak tahu. "Ya yang jelas dia mah gak mageran kaya kita."
"Lelah parah gue, Luv." ujar Lia bernada lemas.
"Nggak lelah juga lo bangun siang, jeki."
Tibalah mereka diujung anak tangga, mata mereka masih mencari sosok Sabrina yang batang hidungnya tak terlihat dari tadi pagi.
"Morning, guys!"
Teriakan itu mendominasi ruangan. Iluvia dan Lia segera menoleh keasal suara, ya, Sabrina membawa berbagai makanan dari dapur menuju meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]
Random[Cerita ini sudah resmi dipublikasikan kembali di Wattpad pada tanggal 1 September 2021 dengan keadaan full version - bisa baca chapter "AKdH BALIK LAGI KE WATTPAD! FULL VERSION!!!"] Iluvia dan Arkan. Kedua lawan jenis yang sudah lama bersahabat, na...
![Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/133680637-64-k396186.jpg)