65. ExtraPart [ENDING]

22.3K 741 188
                                        

Sabtu, 28 Desember 2019.
di Bandarlampung.

Aku menulis bagian terakhir dari cerita ini ditemani oleh secangkir teh hangat dan hujan deras yang membasahi kotaku. Dengan pikiran yang benar-benar tenang, lantas aku berharap agar mendapatkan banyak feel dari hujan diakhir tahun kali ini. Terimakasih telah menemani aku selama berjuang merintis kisah dua sejoli yang menggemaskan ini! Selamat membaca penutup kisah Iluvia dan Arkan, aku harap kalian suka.

[happy reading for the last time]

🌸🌸🌸

Raka melajukan motornya menuju tempat yang sudah ia janjikan; gedung tua.

Setelah sampai didepan gedung itu, Raka langsung memberhentikan motornya kemudian segera turun menghampiri seseorang yang sedang duduk diatas cup mobilnya.

"Woi," pekik Raka membuat lamunan orang itu menjadi buyar.

Orang itu menoleh kearah Raka kemudian terkekeh, "Ngangetin aja."

"Udah bisa bebas dari calon isteri lo?" kata Raka mengulas senyum gelinya.

"Sialan lo!"

Raka ikut duduk disamping pemuda itu, kemudian tangannya langsung memberi apa yang ia ambil barusan didalam jaket jeans miliknya. "Nih." ujar Raka.

Orang itu, yang tak lain adalah Arkan, hanya terdiam dengan seluruh kebingungannya. Cowok itu belum mengambil pemberian Raka, ia masih hanya menatap benda itu dengan dahinya yang mengkerut. "Apaan?" tanyanya.

Kini tatapan Arkan berubah menjadi sengit, "Ka, tolong lah, lo nggak homo kan?" ujarnya yang sontak langsung tertawa terpingkal-pingkal.

"Anjir! Gue ini tinggal di Amsterdam Kan, banyak cewek yang seksi-seksi, masa iya bisa-bisanya gua demen sama cowok? Cowok pas-pasan lagi kaya lo, gak ada menggoda-menggodanya sedikitpun." ujar Raka masih dengan tawanya yang meledak.

Arkan memutar bola matanya malas, "Kalo nggak yaudah bilang aja enggak, jangan pake ngehina gue segala." ujarnya. "Lagian kan misterius banget lo tiba-tiba ngajakin gue ketemuan, gue kira mau ngajakin gue berantem lagi eh malah ngasih buku diary gituan. Salah kalo gue mikir lo homo?"

"Homo otak lo setengah! Ini, lo baca dah tuh dalemnya apaan." ujar Raka memberi secara paksa buku diary yang ada ditangannya.

Arkan memandangi diary itu dengan begitu lekat, ia membaca tulisan yang ada didepan diary itu; [Iluvia's mine!] Yang baca gak gue maafin!

Mata Arkan terbelalak, "Ka, ini punya--"

Raka mengulas senyumnya, "Gak usah kebanyakan bacot, udah baca aja."

"Tapi ini..." Arkan menunjukkan tulisan yang ada dibagian depan buku itu.

Raka justru terkekeh, "Salah lo itu udah terlalu banyak sama Iluvia, jadi gak usah takut gak dimaafin. Lo gak baca itu pun salah lo tetep gak dimaafin kok sama dia, jadi udah, lo udah terlanjur basah, baca aja."

Arkan menatap tajam, "Bisa aja lo mah, sialan."

"Buruan baca, apa gue ambil lagi tuh buku?" Raka mengancam rupanya.

Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang