[bagian baru]
🌸🌸🌸
Mobil Arkan berhenti diperkarangan rumah berwarna abu-abu. Rumah itu tidak besar, namun terlihat begitu asri, rerumputan yang tumbuh dihalaman sepetak rumah itu membuat mata menjadi segar. Iluvia hanya menatap bingung kearah Arkan, kemana ia membawanya? Iluvia tidak tahu rumah ini milik siapa. Yang jelas yang ia tahu, ini bukan rumah Arkan.
"Yuk turun." kata Arkan seraya melepas seatbeltnya.
Iluvia menautkan alisnya, "Eh eh, ini rumah siapa?"
Arkan malah mengulas senyum manisnya, "Makanya turun, biar tau." katanya lalu meninggalkan Iluvia sendiri didalam mobil.
Iluvia memutar otaknya. Ia benar-benar heran dengan Arkan hari ini, sudah mengajaknya bolos dan entah kerumah siapa.
Tapi tidak mau ambil pusing, gadis itu langsung melepas seatbeltnya lalu keluar dari mobil. Ia menyusul Arkan yang sudah berada dididepan pintu.
"Arkan, lo bawa gue kemana sih?"
Arkan hanya tersenyum tipis lalu merogoh saku celananya, ia mengambil sesuatu disana dan yang dia keluarkan dari sakunya adalah; kunci rumah.
Arkan memasukkan kunci itu kedalam lubang kunci, lalu memutar kunci itu kekanan dan sedetik kemudian ia segera membuka pintu itu.
"Kan, ini--"
"Silakan masuk." katanya lalu mempersilakan Iluvia untuk masuk.
Iluvia masih menatap Arkan dengan beribu tanya dikepalanya.
Arkan menaikkan satu alisnya lalu dagunya ia gerakkan kearah depan, pertanda agar Iluvia segera masuk dan duduk disofa sederhana yang terpajang diruang utama.
Iluvia melangkah masuk dengan langkah ragu, ia segera duduk disofa juga dengan ragu. Arkan menyusul untuk duduk disamping Iluvia, ia menyandarkan badannya dipunggung sofa.
Cowok itu menghela napas panjang. "Kita disini aja, ya."
Iluvia mengernyit, "Ini rumah siapa, Kan?"
Bukannya menjawab Arkan malah memejamkan kedua matanya.
Iluvia semakin heran dengan perubahan sikap Arkan. Ada apa ini sebenarnya? Mengapa kini semuanya bagaikan memberi Iluvia teka-teki yang sulit ia dapatkan jawabannya.
"Kan?" tegur Iluvia.
Arkan membuka matanya lantas memandang lirih kedepan.
"Papa."
Satu kata itu meluncur begitu saja dari mulut cowok yang berada disamping Iluvia itu. Namun apa maksudnya? Ucapan Arkan tidak menjawab satupun pertanyaan yang ada dibenak gadis itu.
"Papa?" Iluvia lantas mengernyit keheranan.
"Cuma disini gue bisa ngerasain punya Papa."
Arkan menghembuskan napas panjang, "Papa gue udah meninggal empat tahun lalu." ia tersenyum nanar.
Kedua mata Iluvia melebar sempurna, tangannya mendarat mulus dipundak kiri Arkan, ia mengelus pundak itu barangkali ada ketenangan yang menyalur.
"Saat gue kelas satu SMP gue kehilangan adik gue, dan kelas dua SMP giliran Papa gue yang ninggalin gue."
Jujur saja, saat ini Arkan sedang berusaha keras menahan bulir air mata agar tidak berjatuhan.
"Zona hidup gue emang pahit. Makanya, lo harus bersyukur sama apa yang lo punya sekarang. Keluarga lo masih lengkap." katanya lalu mengacak rambut Iluvia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]
Casuale[Cerita ini sudah resmi dipublikasikan kembali di Wattpad pada tanggal 1 September 2021 dengan keadaan full version - bisa baca chapter "AKdH BALIK LAGI KE WATTPAD! FULL VERSION!!!"] Iluvia dan Arkan. Kedua lawan jenis yang sudah lama bersahabat, na...
![Aku, Kau, dan Hujan. [COMEBACK FULL VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/133680637-64-k396186.jpg)