53. Real Sadboy

3.7K 299 51
                                        

Aurara yang semula melangkah riang dengan sebuah kotak makan di tangannya seketika memelankan langkah. Kotak makan yang semula dia jinjing hingga batas dada langsung dia turunkan lalu disembunyikan di balik tubuh. Namun, rasa-rasanya usahanya sia-sia. Mata jahil Zidan sudah mengetahui kotak makannya.

"Eits. Ngapain disembunyiin segala?" tanya Zidan mencegat langkah Aurara.

Aurara memutar bola mata malas. "Ngapain aku tunjukin ke kalian?" tanya Aurara balik. Melirik Seno dan Ilham yang duduk-duduk di kursi koridor depan tembok kelas Kaka. Sementara Zidan berdiri di sisi kiri bersama Aurara.

"Siapa tau lo mau sedekah ke fakir miskin macam mereka?" balas Zidan lalu menunjuk kedua temannya. "Kasian mereka belum makan tiga tahun."

“Bangsat,” umpat Seno malah dijadikan kambing hitam.

"Ra, Ra. Ati-ati makanan lo direbut Zidan. Dia busung laper," timpal Ilham dengan tatapan memperingati pada Aurara.

"Sama busung perhatian." Seno menambahi. Seno dan Ilham tertawa bersama selanjutnya.

Zidan mendengkus. Kembali melirik Aurara yang kali ini sudah siap siaga dengan mengangkat tinggi kotak makannya bermaksud menghindarkannya dari Zidan.
Zidan terkekeh. Dengan mudah menjangkau dan merebut kotak makan Aurara meski sudah cewek itu angkat tinggi. Zidan kemudian menghirup aroma makanan dari luar.

"Apaan nih, Ra baunya enak banget," ucap Zidan masih menikmati bau makanan Aurara. Matanya terpejam menghayati.

Aurara mendelik kesal. Mencoba merebut kembali kotak makannya. "Balikin, nggak? Itu buat Kaka," kesalnya setengah mati.

"Kaka pasti udah makan. Gue nih belum makan," balas Zidan sok melas.

"Iya, Ra. Kesian makan ati mulu," celetuk Ilham yang kali ini ikut berdiri. Nyaris saja hendak membuka tutup kotak makan Aurara yang masih Zidan pegang namun urung karena Aurara menggeplak lengannya keras.

"Kak Ilham jangan lancang!"

"Liat aja, Ra. Kira-kira bentuk makanannya kaya apa. Hati, tulisan love, atau justru bentuk mukanya Kaka," bela Ilham acuh.

"Kalo bentuk-bentukan kaya yang lo bilang, Ham, berarti--" Zidan menggoyang-goyangkan kotak makan Aurara ke atas dan ke bawah. "Ini pasti udah rusak," ucapnya kemudian merasa sama sekali tak berdosa.

Aurara melongo. Hanya sebentar, kemudian menatap bergantian Zidan dan Ilham dengan tatapan penuh nafsu untuk menerkam mereka.

"Kaliaaaan!" geram Aurara lalu tanpa sempat kedua laki-laki itu sadari tangan Aurara bergerak ke atas kedua kepala mereka. Lantas menjambak jambul mereka yang tersusun rapi dan berbau pomade penuh dendam.

Aurara tak memberi ampun Zidan dan Ilham. Rasa kesalnya teramat besar karena mereka dengan seenak jidatnya memporak-porandakan tatanan nasi goreng cinta buatannya.

Asik tertawa-tawa melihat teman-temannya menderita dan mengerang ampun, ekor mata Seno menangkap tubuh jangkung Kaka yang berjalan mendekat ke arah mereka. Seno dapat melihat mata Kaka tepat menatap pada punggung Aurara yang masih berjinjit demi lebih leluasa menjambak rambut Zidan dan Ilham.

"Pawangnya dateng, guys," celetuk Seno saat sudah menghentikan tawanya. Ucapan Seno membuat Aurara seketika berhenti. Seolah juga merasa orang yang sedari tadi ditunggunya sudah datang.

Kaka&Rara [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang