Happy reading^^
***
"Baik anak-anak, Bapak akan membuka pertemuan pertama kita ini dengan menjelaskan beberapa hal," ucap pak Basir tenang di balik mejanya. Dia menatap satu persatu tiga murid yang akan membanggakannya dan juga sekolah SMA Angkasa ini dengan raut senang.
"Ah ya, sebelumnya selamat datang kembali untuk Mihkayla," lanjutnya tersenyum pada Mikhayla.
Mikhayla mengangguk sopan, tersenyum tipis. "Terima kasih, Pak."
Pak Basir mengangguk. "Untuk Kakanda dan juga Jaguar, selamat karena kalian telah terpilih untuk mewakili sekolah kita ke ajang nasional yang akan digelar dua bulan lagi," ucapnya lalu tersenyum.
Jaguar mengangguk sopan. "Terima kasih, Pak. Saya juga sangat bangga bisa terpilih," ujarnya tersenyum lebar. Sementara Kaka hanya mengangguk.
"Baik, saya akan jelaskan." Pak Basir menarik napas panjang. "Yang pertama, kalian pasti tahu kenapa kalian bisa terpilih. Tidak lain dan tidak bukan karena prestasi kalian dalam pelajaran fisika selama hampir tiga tahun bersekolah di sini. Kemampuan kalian tidak bisa lagi diragukan, saya akui itu. Tapi, akan lebih baik jika kalian mengasah lebih dalam lagi kemampuan kalian sebelum olimpiade itu dimulai. Maka dari itu, saya akan membimbing dan mendampingi kalian selama proses latihan sampai olimpiade itu selesai."
Kaka, Mikhayla dan Jaguar menyimak dengan baik.
"Dan saya sudah tentukan, bahwa waktu latihan kalian dimulai hari ini juga," lanjutnya. "Apakah kalian sudah siap?"
"Siap, Pak," jawab ketiganya serempak
.
Pak Basir tersenyum. "Bagus. Yang kedua dan yang terakhir, saya hanya sekadar mengingatkan. Jangan pernah anggap lawan kalian nanti adalah lawan yang mudah untuk dikalahkan. Ingat, ini olimpiade nasional, tidak sembarang sekolah bisa mengikutinya. Hanya sekolah-sekolah dengan prestasi tinggi dalam bidang fisika yang dapat mengikutinya. Kalian harus merubah mind set kalian tentang itu. Anggap lawan kalian itu hebat, dan buat diri kalian lebih hebat dari mereka."
"Kayak SuperMan."
Kaka dan Mikhayla kompak menoleh ke kanan. Sama-sama menatap datar pada Jaguar yang malah nyengir lebar. Otak dan kelakuan cowok itu sama rata, sama-sama melebihi kadar.
Pak Basir terkekeh. Dia mengetuk meja dengan bolpoin yang selalu setia menempel di kantongnya. "Paham, kan Anak-anak? Jaguar, paham, kan?"
Mereka kompak mengangguk. "Paham Pak."
"Baik. Kita ketemu lagi nanti setelah bel pulang sekolah. Saya akhiri pertemuan kita kali ini, dan selamat beristirahat," pamit pak Basir lalu beranjak berdiri dan mulai melangkah keluar, tak lupa membawa map merah yang selalu dia bawa kemana-mana.
"Terima kasih, Pak," jawab Jaguar nyaring, berharap didengar oleh pak Basir yang sudah menjauh dengan langkah lebarnya.
Kaka menarik kursinya ke belakang kemudian beranjak berdiri, dia menyempatkan melirik Mikhayla yang masih membereskan beberapa bukunya di atas meja.
"Gue bawa," ucap Kaka lalu mengambil kotak makan Aurara yang berada di samping tubuh Mikhayla.
Mikhayla yang baru selesai ikut berdiri, menatap tidak enak lalu menarik kotak makan itu kembali dari tangan Kaka. "Aku bawa aja, yang makan isinya, kan aku. Biar aku bawa pulang, besok aku kembaliin ke kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaka&Rara [Completed]
Teen Fiction[DISARANKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU BIAR KEREN KAYAK SAYA] ___________ Brukk Tubuh Kaka ambruk saking terkejutnya. Aurara, cewek itu tiba-tiba melompat naik ke punggungnya, yang otomatis membuat Kaka tersungkur ke depan karena sama sekali tidak siap...
![Kaka&Rara [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/184402218-64-k695750.jpg)