Kun menyuruh adik-adiknya berkumpul di sekitar dirinya untuk menunjukkan catatan yang ada di handphone Lala.
Mereka semua membaca satu persatu catatan tersebut dan merasakan banyak hal yang bercampur.
Lucas terharu karena Lala begitu bahagia di catatan yang gadis itu tulis. Lagi-lagi mata Lucas berkaca-kaca dan dia menutup mulut dengan telapak tangan kanannya.
Sedangkan Xiaojun merasa bersalah karena telah mengusir Lala secara diam-diam dari rumah ini.
Hendery tersenyum namun tampak seperti senyuman sendu. Sejujurnya dia pun rindu dengan aura hangat yang selalu dikeluarkan oleh Lala kepada dirinya.
Dan saat mereka membaca catatan Lala untuk Kun, tatapan semua orang disana berubah menjadi tajam seperti bersiap membunuh Kun saat itu juga.
Selanjutnya Ten membaca catatan untuknya yang membuat dirinya sangat menyesal karena akhir-akhir ini agak cuek kepada Lala. Tern pasti sangat marah jika tau bahwa Lala merasa dikacangi oleh Ten.
Terakhir adalah catatan untuk Yangyang.
"Widih, buat Yangyang paling panjang." Lucas merasa iri.
Yangyang tersenyum bangga dan mulai membaca setiap katanya dengan hati-hati.
Awalnya dia merasa sangat senang hingga menghentak-hentakkan kaki ke lantai. Namun saat membaca paragraf terakhir, ekspresi wajah Yangyang berubah 180 derajat.
Senyuman sumringahnya menghilang dan kakinya pun berhenti menghentak, bahu nya tampak turun dan wajahnya menjadi mendung.
Yangyang memegangi dadanya karena merasakan sakit yang begitu menyesakkan.
Hingga akhir hayatnya, Lala tetap menganggap Yangyang sebagai sahabatnya. Padahal perasaan Yangyang kepada Lala sudah lebih daripada itu.
"Yah, ternyata peringkat gua dibawah Yangyang." Oceh Hendery sambil memajukan bibirnya sedikit.
Yangyang perlahan menoleh ke arah Hendery dan memberikan tatapan yang kurang bersahabat.
Hendery membalas tatapan Yangyang tersebut dan merasa bingung kenapa adik terkecilnya tiba-tiba tampak tidak menyukai kehadirannya disana.
"Peringkat ini percuma karena yang disukai Lala itu gege bukan gua." — Yangyang.
Lala duduk sendirian di bangku taman sambil memeluk tubuhnya sendiri karena hawa disana menjadi begitu dingin.
Namun ketika Lala mengingat perkataan Hendery sebelum mereka berpisah tadi, hal itu otomatis membuat Lala merasa pipinya menjadi panas dan memerah.
"Kata Hendery, Lala itu pretty cat." Gumamnya dengan wajah yang semakin memerah.
Sebenarnya Lala bisa saja berubah menjadi Louis lalu menyusup ke sebuah toko untuk tidur di dalamnya agar tidak merasakan udara yang dingin ini.
Tapi Lala takut Hendery berubah pikiran dan datang kembali untuk menjemputnya.
Gadis itu masih saja mempercayai Hendery padahal dia lah yang telah membuang dirinya ke taman ini.
"Pokoknya Lala gak boleh kemana-mana, Hendery janji bakal jemput Lala. Jadi Lala harus tetap disini biar Hendery gak kebingungan." Lala kembali bergumam.
Malam itu dia lewati bersama dengan hembusan udara dingin. Lala tidur di atas bangku taman tanpa menggunakan selimut ataupun bantal.
Biasanya Ten atau Yangyang mengajak dirinya untuk tidur di kamar mereka. Dan jika Lala tertidur di ruang kumpul, pasti paginya sudah ada selimut Winnie the Pooh yang menyelimuti tubuhnya.
