Sesampainya di rumah, Kun, Winwin, Hendery, dan Yangyang menatap bingung ke arah Lucas karena tangannya seperti menggendong sesuatu.
Mereka berempat sedang memakan mie ramyeon di ruang kumpul. Ketika Lucas duduk di sofa, akhirnya mereka tau bahwa digendongan Lucas itu ada Louis yang tertidur.
"Manis banget." Puji Yangyang sambil menggigit sumpit nya.
Wajahnya memerah ketika mengingat kejadian kemarin malam di taman rumah sakit.
Sedangkan Hendery menatap Yangyang dengan tatapan pasrah, lalu dia memilih untuk menghiraukannya dan melanjutkan makannya.
Lucas menidurkan tubuh Louis di atas selimut yang telah dia atur agar kucing itu nyaman dan tidak terbangun.
Selanjutnya Lucas bergabung dengan keempat pemuda tersebut dan merebut sumpit yang sedang dipakai Hendery.
"Woy bangsat, ambil sumpit sendiri lah!" Umpat Hendery kesal tapi tidak marah.
Lucas tidak mendengarkan dan tetap melanjutkan acara makan-makannya. Alhasil Hendery bangkit dan berjalan menuju dapur untuk mengambil sumpit yang baru.
"Ten pulang malam ini." Ucap Kun tiba-tiba.
"Ayah ibunya ikut kesini?" Winwin bertanya untuk berjaga-jaga takutnya ketika orang tua Ten datang, Louis kebetulan sedang berubah menjadi Lala.
"Engga katanya, mereka langsung pulang ke Thailand." Jawaban Kun membuat mereka semua merasa lega.
Louis terbangun dengan wujud yang telah berganti menjadi Lala. Dia meregangkan tangan dan kakinya lalu merubah posisi menjadi duduk.
Pandangannya menatap ke sekitar ruangan yang sangat sepi itu, tidak ada seorangpun disana bahkan Bella dan Leon pun wujudnya tidak tampak di mata Lala.
Tiba-tiba terdengar suara pintu rumah yang dibuka, sedetik kemudian ada banyak suara langkah dari lantai dua.
Ternyata Kun, Winwin, Lucas, Hendery, dan Yangyang berlari ke lantai satu sambil saling mendorong tubuh satu sama lain.
Lala menatap bingung ke arah mereka yang kini pergi menuju ruang tamu.
"SELAMAT DATANG TEN GE!" Teriak Yangyang girang.
"Heleh, lebay ah pake disambut segala." Ledek Ten tapi justru membuat mereka memeluk dirinya dengan sangat erat.
Pandangan Ten beralih ke seorang gadis bergaun putih yang kini sedang menatapnya dari pojokan ruang tamu.
"LALA!" Ten tampak sangat bahagia.
Karena teriakan kencang Ten tersebut, keempat pemuda itu segera menjauhinya dan mengusap-usap telinga.
Lala tertawa kecil dan sama-sama merasa bahagia bisa bertemu dengan Ten yang kondisinya tampak semakin membaik. Hanya ada perban di jidat atasnya untuk memastikan luka tersebut terus menutup.
Ten melebarkan kedua tangannya sebagai kode bahwa dirinya ingin dipeluk oleh Lala.
Gadis itu pun berlari ke arah Ten dan memeluk erat tubuhnya. Dia merindukan majikan tersayangnya ini, sudah lama Ten tidak memanjakan Lala seperti seorang majikan kepada kucing peliharaannya.
Kun, Hendery, dan Yangyang berusaha mengalihkan pandangan mereka dan sesekali berdeham sebagai tanda cemburu.
Sedangkan Winwin memberi senyuman hangat saat melihat interaksi antara Ten dan Lala. Lucas pun sama, tapi matanya malah berkaca-kaca dan hampir menangis.
"Kata Tern, kemarin Lala pengen ketemu sama aku, kangen ya?"
Lala mengangguk sambil masih memeluk Ten.
