37 - Pernyataan Kun

11.8K 2.4K 574
                                        

Lala ditandu menuju ke sebuah mobil ambulance, ternyata darah yang keluar dari kepalanya masih saja terus mengalir hingga membuat tandu tersebut basah oleh cairan berwarna merah pekat.

Dia mengira akan langsung sembuh setelah tertimpa tiang penyangga itu, tapi kali ini proses penyembuhannya menjadi cukup lama.

Bahkan pandangan Lala mulai berkunang-kunang dan kelopak matanya semakin terasa berat.

Namun telinganya masih bisa mendengar panggilan Kun. Lala menoleh perlahan lalu menatap ke arah Kun yang berusaha melihatnya dari celah badan para anggota medis.

Kemudian Lala dimasukkan ke mobil ambulance yang sudah terparkir di depan gedung.

Kun meminta ijin untuk ikut, untung saja mereka mengijinkan dan Kun pun ikut naik ke mobil tersebut.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Lala berusaha untuk tetap sadar dan tidak menutup kedua matanya.

Dan Kun membantu Lala dengan cara menggenggam erat tangannya.

Mobil ambulance pun sampai di rumah sakit, kasur Lala langsung dibawa ke ruang unit gawat darurat.

Kun berusaha mengejar, tapi para perawat terlanjur membawa Lala masuk ke ruangan tersebut.

Ketika Kun memasuki UGD, dia melihat Lala sedang dipasangi berbagai alat. Seorang perawat memasang pengecek detak jantung, ternyata tidak ada satupun aktifitas di jantung Lala.

"Siapkan alat kejut!" Suruh dokter yang kebetulan baru datang.

Kun merasa seluruh badannya lemas dan hampir saja ambruk ke lantai. Baru tadi pagi dia pergi bersama gadis itu, senyum dan tawanya bahkan masih bisa Kun bayangkan.

Pemuda itu tidak ingat bahwa Lala mempunyai banyak nyawa, oleh karenanya dia merasa sedih dan seakan-akan Lala memang telah meninggal dunia.

Dokter mengambil alat kejut dari tempatnya, tapi tiba-tiba saja detak jantung Lala kembali berdetak.

Kun bisa menghirup nafas lega namun tubuhnya masih terasa sangat lemas.

Para perawat mulai mengobati luka Lala, sedetik kemudian mereka justru saling bertatapan bingung.

"Ada apa?" Tanya dokter.

"Luka nya hilang dok." Jawab seorang perawat wanita.

"Jangan bercanda! Cepet obatin." Bentak si dokter kepada perawat tersebut.

Namun mereka tetap tidak menemukan luka di sekitar kepala Lala, padahal sebelumnya darah mengucur begitu deras darisana.

Dokter tampak kesal, dia pun langsung turun tangan untuk mencari luka di kepala Lala.

Dan matanya semakin lama semakin melebar. "Semuanya baik-baik aja, terus ini darah keluarnya darimana?" Tanya si dokter kebingungan.

"Mungkin bukan dari kepala dok."

"Tapi dilihat dari bekas darahnya, jelas-jelas ini mengucur dari kepala." Jelas si dokter dengan nada panik.

"Coba cek badannya." Kemudian perawat wanita mengecek sekujur tubuh Lala. Tetapi tidak ada satupun luka yang terlihat di tubuhnya.

Dokter dan para perawat saling bertatapan bingung, mereka yakin kondisi si pasien ini penuh dengan luka ketika datang ke ruang UGD.

Bahkan jantungnya sempat berhenti, itu menandakan ada luka yang cukup serius. Tapi nyatanya kini tidak ada satupun bekas luka yang harus mereka tangani.

Kun perlahan jalan mendekati mereka dan mengetuk sekali bahu si dokter.

Di sekitarnya ada beberapa staf yang menyusul menggunakan mobil untuk ikut memastikan keadaan si gadis yang telah melindungi Winwin tadi.

Pretty Cat | WAYV✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang