Chenle terbangun karena cahaya matahari yang mulai masuk ke ruangan kamarnya, dia melakukan peregangan pada kaki dan tangan sebelum akhirnya terduduk di atas kasur.
Rambutnya sangat berantakan seperti sarang burung yang ada di dahan pohon, jarinya mencongkel kotoran dari pinggir kelopak matanya.
Lalu pandangan Chenle beralih ke arah samping dimana ada Lala yang sedang terbaring, tapi ternyata wujudnya telah berubah kembali menjadi Louis.
Chenle merasa itu hanyalah halusinasinya karena melihat gadis itu berubah menjadi kucing, dia bergegas turun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya sebelum keluar dan mengambil sarapan.
Lima menit kemudian, dia sudah tampak rapih dan tampan. Chenle menghampiri kasurnya lagi, tapi dia tidak melihat seekor kucing disana.
Louis menghilang dan pintu kamar Chenle sudah terbuka sedikit, kucing itu pergi dari rumah Chenle dan membuatnya menjadi panik.
Keempat kaki kecil Louis terus berlari menyusuri kota dan akhirnya sampai di taman yang dia katakan kepada Yangyang untuk menemuinya sebelum ajalnya menjemput.
Louis kembali terduduk di hadapan papan reklame yang kini justru menampilkan iklan krim kecantikan yang di peragakan oleh sembilan orang pemuda.
Salah satunya adalah si pemuda bau ikan yang pernah bertemu sekilas dengan Lala saat pergi bersama Kun ke tempat latihan Chenle dan Renjun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mereka bertujuh kemana?" Tanya Louis di dalam hatinya.
Tiba-tiba Louis merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya, dia mengira mungkin itu Yangyang. Tapi saat Louis menoleh, ternyata yang datang adalah Kun.
"Louis." Panggilnya lembut namun dengan tatapan datar.
Louis hanya terdiam dan menatapnya, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Kun disini bukannya Yangyang. Apakah pemuda itu memberitahu Kun bahwa Lala akan menunggunya disini?
"Kamu keliatan lebih sehat." Ucap Kun sambil tersenyum hangat.
"Chenle bilang kamu kabur dari rumahnya, gak tau kenapa aku yakin kamu datangnya pasti ke taman ini." Lanjut Kun dengan suara yang terdengar lemas.
Untung saja taman itu sedang sepi sehingga tidak ada orang yang mengira bahwa Kun sedang berbicara kepada seekor kucing. Pasti itu terlihat sangat aneh di mata mereka.
"Aku hormati keputusan kamu buat pergi dari rumah WayV, tapi kamu jangan lupain kita bertujuh. Oke?" Kun tersenyum lebih lebar lagi dan membuat Louis menjadi terharu.
Kucing itu berjalan mendekati Kun dan menggosok-gosokan bulunya ke kaki Kun. Dia terus berputar-putar di sekitar Kun dan membuat pemuda itu tak kuasa menahan air matanya.
Yang ada dipikirannya adalah sosok gadis bernama Lala, jika kucing itu mati artinya Lala juga akan menghilang. Dan Kun tidak siap membayangkan hal itu akan segera terjadi.