51 - Niat Jahat

9.4K 2.1K 292
                                        

Lala segera dibawa masuk ke sebuah mobil ambulance, tubuhnya ditutupi oleh selembar kain putih.

Tidak ada siapapun di dalam mobil itu kecuali dirinya sendiri, pintu mobil pun semuanya tertutup. Ambulance itu belum juga berangkat ke rumah sakit, entah apa yang sedang ditunggunya.

Para staff mengira gadis tersebut telah meninggal, oleh karena itu mereka panik dan kebingungan bagaimana menjelaskannya kepada media tentang insiden terjatuhnya lampu tadi.

Padahal sebenarnya Lala telah kembali sembuh seperti awal, hanya saja lengannya terasa sangat sakit. Dia bangkit dari posisi tidurnya dan menyingkirkan si kain putih yang menutupi pandangannya.

Lala menoleh ke arah lengan kanannya yang tampak masih terluka, dia mengerutkan keningnya karena bingung. Luka yang lain sudah hilang tapi kenapa yang satu ini masih ada?

Namun Lala memilih untuk menghiraukannya terlebih dahulu dan memutuskan untuk kembali berubah menjadi seekor kucing sebelum ada orang lain yang membuka pintu mobilnya.

Benar saja, beberapa detik kemudian ada seorang staff yang membuka pintu belakang ambulance. Saat itu Lala telah menjadi Louis dan dia segera melompat keluar dari mobil.

"CEWEKNYA HILANG!" Si staff berteriak panik hingga menarik perhatian semua orang.

Sedangkan Louis telah berlari memasuki tempat itu lagi melalui pintu staff sama seperti sebelumnya. Dia ingin mengecek keadaan Ten dan keenam pemuda lainnya.

Louis terus melangkahkan kakinya hingga dia melihat ada beberapa orang yang sedang mengerumuni sesuatu. Di sekitar mereka terdapat banyak bekas kapas yang dipenuhi bercak merah.

Dari celah kerumunan tersebut Louis melihat bahwa Ten terluka di bagian jidat atas, dekat dengan rambutnya. Pemuda itu tampak kesakitan dan berusaha mengatur nafasnya.

Louis tidak tega melihat Ten menahan sakit seperti itu, dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi Ten secara maksimal.

Matanya tampak berkaca-kaca dan mulai membasahi kelopak bawahnya. Louis sangat ingin berubah menjadi Lala agar bisa memeluk Ten dan menenangkannya.

Tapi dia telah berjanji kepada Hendery untuk tidak muncul dihadapan mereka semua, oleh karena itu Louis terpaksa meninggalkan Ten dengan hati yang terasa berat.

Louis akhirnya benar-benar pergi meninggalkan tempat itu tanpa berpamitan dengan para anggota WayV.

Saat Louis telah berada di luar, telinganya bergerak karena mendengar teriakan histeris Yangyang dari dekat ambulance.

Langkahnya terhenti sebentar untuk menatap ke arah Yangyang, tubuh pemuda itu ditahan oleh beberapa staff pria karena berusaha mendekati si mobil ambulance.

Dia terus meneriaki nama Lala sambil mengulurkan tangannya ke arah ambulance. Kali ini air mata si kucing mengalir keluar dan menetes ke bulu-bulu di wajahnya.

Dalam hati, Louis berkata. "Yangyang, Lala baik-baik aja. Kamu jangan nangis."








Xiaojun kini berada di ruang rias, hanya ada dirinya seorang disana karena anggota lain keluar untuk mengecek keadaan Ten.

Dia duduk sambil menatap kosong ke arah cermin, tangannya mengepal dan ada rasa amarah di dalam dirinya.

Bukan kecelakaan panggung seperti itu yang Xiaojun harapkan, menurutnya kejadian yang menimpa Ten tersebut sangatlah parah dan bahkan membuatnya merasa kesal kepada si manager.

Tentu saja tidak akan ada orang yang selamat setelah tertimpa lampu sebesar itu. Bagaimana jika Lala tidak datang dan ternyata Ten yang tertimpa? Pastinya hal itu akan menjadi berita utama selama berminggu-minggu dan bisa saja merugikan reputasi WayV.

Pintu ruang rias perlahan terbuka, tampak si manager masuk dengan terburu-buru dan menghampiri Xiaojun.

"Ceweknya hilang." Katanya langsung.

Xiaojun melebarkan matanya dan menoleh ke arah si manager.

"Ternyata bener, dia bukan manusia biasa." Lanjutnya dengan nafas yang terengah-engah.

Xiaojun mengalihkan pandangannya lagi ke cermin. "Kalau gege udah percaya, tolong jangan ganggu dia. Biarin dia bebas berkeliaran di luar sana." Katanya dengan nada tegas.

"Aku gak mau berurusan lagi sama dia, semoga ini jadi peristiwa buruk yang terakhir."

Si manager malah terkekeh dan menaikkan satu sudut bibirnya sambil menatap rendah kepada Xiaojun.

"Jangan harap gege nurut sama apa yang kamu bilang."

Kening Xiaojun berkerut. "Apa maksudnya?"

"Gege bakal cari perempuan itu dan bawa dia ke dunia entertainment ini. Pasti bakal menarik kalau ada manusia setengah kucing yang jadi idol, saham perusahaan bakal naik pesat dan gege gak harus bikin strategi semacam ini lagi."

Mendengar niat jahat managernya tersebut, Xiaojun tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dia bangkit dari duduknya dan menarik kerah baju si manager.

Xiaojun menatap tajam tepat ke kedua mata managernya dan dia mengatakan sebuah kalimat dengan nada dingin.

"Jangan bawa dia ke dunia palsu ini."








Louis terpaksa harus merubah wujudnya lagi menjadi Lala karena tubuhnya tidak kuat berjalan dengan empat kaki.

Taman tempatnya tinggal untuk sementara itu jaraknya tinggal beberapa meter, tapi pandangan Lala sudah semakin berkunang-kunang.

Langkahnya menjadi tidak beraturan hingga membuat badannya bergoyang ke kanan dan kiri seperti orang yang sedang mabuk.

Suara di sekitarnya terdengar ricuh dan nyaring hingga membuatnya menutup telinga dengan kedua telapak tangan.

Lala merasa semua kelebihan yang dimilikinya menjadi tidak terkontrol dan membuatnya tersiksa. Sepertinya hal ini dikarenakan nyawanya yang kembali berkurang dan tersisa sedikit lagi.

Taman tersebut sudah tampak di mata Lala, gadis itu tinggal menyebrangi jalan untuk sampai disana.

Belum sempat Lala melangkahkan kaki ke zebra cross, tubuhnya tiba-tiba ambruk ke aspal trotoar dan membuat orang-orang disekitarnya menjadi panik.

Saat itu Lala masih sadar dan bisa melihat suasana sekitar, telinganya pun bisa mendengar suara kepanikan orang-orang.

Kini dia mendengar ada gonggongan anjing dari kejauhan dan terus mendekat ke arahnya. Tak lama dia melihat ada hidung seekor anjing yang menciumi wajahnya yang sudah sangat pucat.

Anjing tersebut terus menggonggong dihadapan muka Lala, beberapa detik kemudian Lala sadar bahwa wajahnya tampak tidak asing.

"Permisi pak, permisi bu, HEH BELLA NAKAL YA!" Tiba-tiba ada suara bentakan seorang perempuan.

"Eh, bentar." Perempuan itu seperti terkejut melihat ada tubuh seseorang yang terbaring di tanah.

Pandangan Lala semakin buram, dan di detik-detik terakhir sebelum dirinya kehilangan kesadaran, Lala melihat ada Tern yang sedang menatapnya khawatir.

Kemudian terdengar teriakan histeris Tern dan selanjutnya Lala benar-benar tidak sadarkan diri.

"LALA?! ANJIR INI BENERAN LO?!"

Sayangnya Lala tidak menjawab, Tern semakin panik dan segera menelepon ambulance.

Setelah itu Tern mengangkat bahu Lala dan menyenderkan kepala gadis itu ke dadanya. Bella sama-sama tampak khawatir dan mengelus-eluskan kepalanya ke lengan Lala.

Layar televisi besar yang berada tak jauh dari tempat Tern menunggu ambulance itu tiba-tiba menyiarkan berita bahwa kakaknya yaitu Ten mengalami kecelakaan panggung.

Tentu saja Tern dua kali lipat lebih panik dan ingin menyusul kakaknya ke Incheon, namun disisi lain dia tidak boleh meninggalkan Lala sendirian.

Alhasil Tern memilih untuk mengantarkan Lala terlebih dahulu ke rumah sakit dan menemaninya hingga kembali sadar.











Gais coba liat header bab ini, SOALNYA HATI KU TERPONTANG PANTING LIAT MEREKA SEMWA KEK BEGITU😭✊

Pretty Cat | WAYV✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang