26 - Coronation Day

672 160 14
                                        

Kupikir penobatan kerajaan modern ini akan ada kesamaan di zaman dahulu. Kau tahu, uskup dengan pakaian mewah, membawa tongkat simbolis di tangan kanan dan benda suci lainnya di tangan kiri. Atau adanya prosesi memindahkan pedang dari pundak kiri ke pundak kanan sementara sang calon raja menunduk di bawah salib dengan suasana sakral yang sangat kaku. Upacara penobatan yang tidak pernah kupikir akan kuhadiri ini terkesan sangat informal. Mereka melakukannya di misa minggu yang terlihat seperti misa-misa lain. Oke, tidak biasa. Misa yang ... mungkin memang, terkesan lebih heboh daripada biasanya karena acara seremonial di Gereja Katedral Vaduz itu dihadiri oleh hampir seluruh rakyat Vaduz, ibukota kerajaan mungil ini. Misa bersama uskup besar dan seluruh keluarga kerajaan yang berdampingan dengan rakyatnya seakan mereka adalah tetangga yang ramah. Aku pikir mereka; Tuan Phillip, Angela dan keluarganya adalah orang-orang yang tidak tersentuh seperti apa yang kubayangkan saat memikirkan keluarga kerajaan Inggris. Terlebih saat Tuan Phillip menyelesaikan upacara penobatan yang mirip seperti pembaptisan, semua orang yang hadir bahkan melihat pria itu seperti dia adalah keluarganya sendiri yang akhirnya membanggakan keluarganya. Mereka terlihat haru dan bahagia. Seperti yang sudah kupelajari sebelum datang, keluarga kerajaan Liechenstein memang sangat dicintai oleh rakyatnya.

Kami keluar bersama-sama dari gereja setelah upacara doa pagi itu selesai. Aku yang beruntung, sempat berkenalan dengan seorang wanita tua yang kubantu berjalan keluar di antara para umat yang berdesakan. Wanita ini bilang, dulu memiliki suami orang Inggris. Sungguh sebuah keberuntungan, karena itu aku tidak perlu mempermalukan diriku sendiri dengan menunjukkan kemampuan bahasa Jermanku yang payah kepada orang-orang berbahasa Jerman yang memiliki aksen aneh ini.

"Kulihat kau datang bersama Yang Mulia Pangeran dan Putri, Nona Brown."

"Entah apa aku bisa mengatakan keadaannya seperti itu, Nyonya Osplet. Yang Mulia Pangeran hanyalah seorang gentleman yang selalu tahu cara memperlakukan seorang wanita dengan baik. Sebenarnya, Yang Mulia Putri adalah teman saya, dan dia meminta saya untuk datang di hari bahagia ini."

Wanita tua itu tertawa kecil dan mengangguk-angguk, membuat jaring dan permata di topi fascinator yang ia kenakan bergerak-gerak mengikuti gerak kepalanya.

"Jadi yang membawamu kemari adalah Yang Mulia Putri? Kupikir kau adalah kenalan Yang Mulia Pangeran, melihat bagaimana Pangeran selalu berada di dekatmu selama doa."

"Ah, Anda memperhatikan kami?"

Tertawa canggung seperti ini menjadi sangat biasa setelah Tuan Phillip hampir selalu membuatku berada di buah bibir orang-orang sekitarnya tanpa ragu sama sekali. Terutama setelah malam Gala. Media heboh sekali. Aku tidak pernah berhenti bersyukur, Adeline membuat sensasi lain dengan hampir menghajar salah satu fans maniak yang memeluknya dari belakang. Ah, kata Adeline aku tidak perlu mengkhawatirkan insiden itu karena itu semua adalah pengalihan yang sudah dia buat untuk mengalihkan topik yang sedang menarik dibicarakan. Usaha pengalihan isu yang luar biasa.

"Yang Mulia Pangeran selalu tersenyum agar kami tidak mengkhawatirkan dirinya. Dia menjadi seorang yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri demi kami. Aku kerap merasa bersalah dan bersyukur di saat bersamaan ketika memikirkan sikapnya itu. Terima kasih telah menjadi seorang teman yang datang ke acara penting dalam hidupnya, karena seperti yang kaulihat, Yang Mulia Pangeran tidak memiliki banyak teman kecuali rekan bisnisnya. Kau tahu, banyak orang tua di sini, dan kami tidak bisa tidak khawatir pada pemuda yang baik seperti dirinya."

Ah, seperti yang sudah kuduga. Tuan Phillip benar-benar mencintai orang-orang dan perasaannya itu tidak bertepuk sebelah tangan. Memikirkan isu-isu yang beredar mengenai Liechtenstein membuat dadaku terasa sesak. Apa kiranya yang membuat masalah demi masalah menerpa kerajaan kecil yang sangat damai ini di saat Tuan Phillip melakukan yang ia mampu untuk mempertahankan senyum rakyatnya?

Miss Brown (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang