36 - Mr. Past

553 135 11
                                        

Noah mengusap-usap pipi Gisela yang tertidur di atas sofa. Wanita itu sangat manis. Gisela tidak dapat mengusir diri Noah selama dia bekerja. Sedangkan Noah puas sekali melihat Gisela bekerja, berjalan ke sana kemari, memeriksa dokumen-dokumen dan sesekali terlihat frustasi karena dia tahu Noah sama sekali tidak mengalihkan pandangan darinya. Sudah lama sekali rasanya Noah tidak beristirahat dari jadwal pekerjaannya yang selalu padat. Dan berkencan satu sisi dengan Gisela yang sibuk tidak buruk juga. Dia bahkan berhasil mengikuti Gisela hingga wanita itu setengah hati membawanya pulang.

Mau bagaimana lagi, rasanya sudah lama sekali sejak tidak bertemu Gisela sejak wanita itu pergi ke Liechtenstein. Dan bisa bertemu lagi dengannya, karena waktu yang ada hanya satu hari, Noah tidak ingin menyia-nyiakannya. Dia berakhir mengikuti Gisela ke mana-mana seperti kucing terlantar yang baru diberi makan.

Pria itu baru saja kembali dari balkon, Angela meneleponnya masalah bisnis. Noah berada di sambungan telepon cukup lama, dan Gisela terlalu lelah untuk tetap bangun dan menunggunya selesai. Saat Noah kembali, Gisela tertidur di atas sofa. Terkekeh kecil, Noah bisa membayangkan Gisela akan sangat kacau saat ia menyadari, ia baru saja meruntuhkan pertahanan legendarisnya itu dan tertidur begitu saja di depan seorang pria setelah menceritakan masa lalunya.

Masa lalu Gisela.

Akhirnya, wanita itu berhasil membuka diri.

Noah merasa perasaannya campur aduk.

Senyum perlahan menghilang dari wajah Noah dan mata hijau itu kembali beku. Setelah memuaskan diri memandangi wajah manis Gisela saat tertidur, pria itu bangkit dan berjalan ke arah jendela. Ia menghela napas, mengamati bagaimana di bawah sana, New York yang penuh kekacauan dan tidak terlihat akan tidur dalam waktu dekat. Gisela tidak cocok di sini. Gisela tidak cocok dengan pria itu. Pria bajingan yang telah membuat wanita baik seperti Gisela memiliki luka dalam yang berbekas. Noah mengeratkan genggamannya.

Gisela kecil tumbuh di antara komunitas hitam di Florida, memiliki memori yang indah dan disayangi oleh orang-orang di sekitarnya, hingga ia pindah ke New York di antara lingkungan yang tidak sehat. Tumbuh di antara kulit putih, dia kerap kali dikucilkan dan melewati masa sekolahnya dengan tidak mudah. Meski begitu, Gisela muda sama sekali tidak keberatan, karena dia masih memiliki mimpi yang ingin dia wujudkan; menjadi seorang desainer. Sebuah mimpi yang dia dapatkan setelah dia membetulkan kancing milik seorang nenek, tetangganya di Florida dulu. Sang nenek sangat tertolong karena kemampuan menjahit Gisela yang saat itu bukan apa-apa, dan ucapan terima kasih yang hangat itu membekas dalam hati Gisela kecil dan membentuk sebuah mimpi besar yang membuatnya bertahan. Gisela muda selalu mengikuti perlombaan-perlombaan desain di acara lokal, dan pulang dengan mengantongi gelar juara. Ia pun memasuki mulai dunia desain dan atas semua prestasi yang terus dia buat, membuat Gisela menjadi salah seorang murid yang bisa memastikan tempatnya di fakultas fashion design bergengsi di Paris, yang mana ternyata, dia bukan satu-satunya. Beberapa murid yang menyadari bakat Gisela, mulai mendekatinya dan bahkan membuat klub desain bersama-sama. Termasuk seorang gadis pirang populer bernama Natasha, atau yang akab dipanggil Nat.

Layaknya gadis populer di luar sana, Nat disukai oleh hampir seluruh laki-laki di sekolah mereka. Ketika para guru mulai membicarakan prestasi seorang tidak penting yang bukan prestasi cheerleadernya, saat itulah Nat baru menyadari keberadaan Gisela. Nat adalah salah satu murid yang membuat kelompok desain dan meminta Gisela yang memiliki kemampuan desain yang bagus untuk masuk dalam kelompok populer mereka. Melihat sinar yang dimiliki Gisela, Nat menginginkannya; mimpi yang tidak pernah dia pikir akan dimiliki oleh orang yang bukan dirinya. Sekolah mode di Paris. Jadi Nat juga mengikuti kompetisi desain yang sama dengan Gisela sebelum tahun terakhir mereka di sekolah. Gisela bahkan membantu Nat untuk mengatur semua keperluan mendaftar kompetisi itu. Mereka menjadi akrab, termasuk teman-teman Nat. Salah satunya, bajingan tengik bernama Andrea.

Miss Brown (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang