53 - La Gazella

381 97 10
                                        

"Bisakah kau berhenti, dan menatap ke arah lainnya saja, Bajingan?"

Andrea terkekeh kecil sambil mengeluarkan asap rokok dari sela bibirnya.

"Tidak akan ada yang percaya kau barusan memanggilku bajingan dengan senyuman berkilauanmu itu, Noah."

Noah menghela napas, kemudian melirik ke belakang, ke arah di mana wanita yang sudah membuat hatinya sesak karena rindu itu, sedang mengerjakan sesuatu di dapur. Gisela yang sedang sibuk dan selalu serius, dia terlihat sangat cantik saat memfokuskan dirinya pada sesuatu, meski pekerjaan kecil itu hanyalah mencuci piring. Rambutnya panjang bergelombang, tubuhnya sintal dan wajahnya yang manis itu bisa membuat siapa pun menjadi gila.

"Kau tidak pernah melihat wanita dengan pandangan tidak sopan seperti itu, atau aku saja yang belum mengenalmu, hm?" tanya Andrea seraya menyeringai.

"Tutup mulutmu dan jangan melihat apa yang aku lihat karena wanita itu adalah milikku," sahut Noah sambil mendaratkan telapak tangannya di wajah Andrea dan mengarahkan wajah itu untuk membelakangi arah Gisela. "Sekarang katakan padaku, apa yang terjadi semalam?"

"Siapa yang menghubungimu?"

"Sylvester. Dia bilang kau menghilang satu jam sebelum pertemuan kita."

"Kau berjanji membawa Gisela bersamamu dalam pertemuan itu," jawab Andrea sambil menghisap kembali rokoknya. "Saat kaubilang kau akan datang sendiri, aku merasa rugi menunggu pertemuan itu sejak beberapa hari belakangan, jadi aku datang sendiri untuk menemuimu. Sayangnya, aku tidak bisa meninggalkan birku sendirian, aku sedikit tersesat dan terpaksa mendobrak masuk pintu rumahmu."

"Jangan melakukannya lagi. Kau bukan manusia saat mabuk. Dan ini peringatan pertama dan terakhirmu, dalam keadaan sadar atau mabuk, terutama saat mabuk, jangan mendekati Gisela. Kau membuatnya ketakutan dan itu membuatku ingin melakukan hal buruk padamu. Kau membuat Gisela gemetaran seperti orang gila semalaman."

Tidak ada jawaban, pria Italia itu hanya menghela napas panjang dan mengangguk kecil sambil sekali lagi menoleh ke arah di mana Gisela berada. 

"Sebaliknya, Sobat. Perempuan itulah yang membuat kita gila, hm?"

"Kau tidak akan membicarakan bisnis dalam titik ini, bukan begitu?" Noah berdeham kecil, menempatkan posisi duduknya sedemikian rupa agar menghadap lawan bicara yang sedang melantur di hadapannya. "Kauingin membicarakan Gisela, kau akan mendapatkannya. Tapi berjanjilah, setelah itu, kau akan kembali ke dirimu sendiri dan kita akan membicarakan bisnis."

"Deal," jawab Andrea cepat memandang Phillip dengan menaikkan dagunya. Mata cokelat terang pria itu kembali bergerak ke arah Gisela saat wanita itu melepas apronnya dan berjalan ke arah pintu depan bersama penjaga Phillip, Winston. "Sial, dia pergi."

"Kau jelas-jelas membuatnya tidak nyaman dengan perilakumu," komentar Noah sembari menghela napas panjang. "Jadi, peraturannya adalah kau dan aku akan bertanya bergantian dan kita wajib menjawab. Karena kau sudah tidak waras, aku yakin kau akan bertanya sampai samudra pasifik mengering, jadi aku hanya akan membatasi jawabanku selama lima kali saja. Setuju atau tidak, itu urusanmu. Itu kondisiku. Sekarang mulailah pertanyaan pertama."

Andrea menyeringai seraya berkata sambil menyemburkan asap rokok ke arah wajah Noah, "Apa kau tahu aku adalah cinta pertama Gazella?"

Otot di bawah pelupuk mata Noah berkedut. Sekali. Kemudian otot rahangnya mengeras.

"Aku tahu," jawab Noah dengan suara tenang, sedikit tersenyum.

"Oh! Wow! Noah, kau tahu, ini sangat canggung! Aku tidak pernah memikirkan bahwa kebetulan seperti ini akan benar-benar terjadi di dunia nyata."

Miss Brown (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang