27 - The Princely Family

665 145 4
                                        

Kau tidak akan tahu apa yang akan dilakukan orang seperti Angela padamu.

Itu adalah kalimat yang Tuan Phillip bisikkan saat pintu di depan kami terbuka, memasuki hall di mana kerabat keluarga kerajaan berkumpul dan membicarakan banyak hal. Perhatian seketika begitu saja berpusat pada pria di sampingku begitu kami memasuki ruangan. Dalam waktu sekejap saja, Tuan Phillip-dan aku dengan susah payah-membaur dengan keramaian. Tuan Phillip terlihat seperti dirinya yang selama ini aku tahu; tenang, ramah, intelek dan selalu tersenyum, sangat natural, seakan-akan pembicaraan suram kami sebelum ini tidak pernah terjadi. Mataku kemudian terarah pada sosok yang sangat menonjol dan begitu cantik, sehingga terlihat tidak wajar ketika kecantikan itu tidak berbaur dengan kemewahan di sekitar kami.

Itu adalah Angela.

Wanita itu sudah ada di ruangan ini begitu kami datang.

Melihat sosok sang putri, membuatku kembali mengingat perkataan Tuan Phillip. Pandanganku tak teralihkan dari arah Angela yang sedang menyendiri di bagian makanan ringan, sementara keluarga kerajaan lainnya sedang bercakap-cakap, seakan mereka semua sedang--dengan sengaja-- mendiamkan Angela sendirian di tempatnya. Kenapa dia di sana sendirian dan terlihat sangat tidak mudah didekati seperti itu? Sangat berbeda dengan Angela yang datang ke kantorku bersama dengan sahabatnya yang suka membawa pedang-pedangan seperti seorang cosplayer beberapa hari lalu. Bertolak belakang dengan Tuan Phillip, Angela yang sekarang sama sekali tidak terlihat ramah, tidak ada senyum, dan mata indahnya terlihat dingin dan kosong.

Memangnya orang seperti apa Angela yang sebenarnya?

Apa memangnya yang akan dilakukan orang seperti Angela pada orang sepertiku?

"Kurasa sebentar lagi, aku harus mengurus administrasi bersama sekretaris, Nona Brown," sebuah bisikan lain membuat jantungku hampir melompat keluar dari tempatnya.

"Oh, baiklah. Tolong jangan khawatirkan aku. Silakan gunakan waktumu, Tuan Phillip."

"Dengar," bisik Tuan Phillip yang menundukkan tubuhnya untuk menyejajarkan telingaku dengan bisikannya. "Aku sudah pernah memintamu untuk berjanji padaku tidak akan melakukan hal yang berbahaya hanya untuk kepentingan orang lain. Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu di luar sepengetahuanku, apa yang akan kulakukan pada diriku sendiri, Nona Brown?"

Oh, Tuan Phillip. Itu sungguh tidak adil. Aku berusaha menertawakan kalimatmu itu seperti itu hanyalah guyonan tidak lucumu yang lain. Tapi bagaimana bisa aku tertawa jika kau menatapku seperti itu? Seperti kau akan memelukku saat ini juga dan membawaku pergi dari sini?

"Yang Mulia," panggil seseorang dari belakang pria yang kini telah menegakkan kembali punggungnya itu.

Setelah mendengar suara orang itu, Tuan Phillip segera mengubah ekspresinya dengan menyunggingkan senyum terlebar dan menoleh dengan segera. Sungguh, dia harus mendapatkan penghargaan Oscar untuk perpindahan ekspresi wajah yang luar biasa cepat itu!

"Nic."

Pria itu tidak lebih tinggi daripada Tuan Phillip, namun jelas, dari garis wajahnya, aku tebak dia beberapa tahun lebih tua daripada Tuan Phillip atau bahkan aku. Ya, setelah aku lihat profilnya, Tuan Phillip lebih muda daripada aku. Salah aatu alasan lain yang membuatku merasa canggung berada di dekatnya. Seorang pria berwibawa yang dipanggil Nic ini secara misterius memiliki aura aneh yang mengelilinginya. Yang lebih aneh, pria itu membawa Angela bersamanya, bergabung bersama kami.

"Selamat atas penobatanmu, Yang Mulia."

"Terima kasih, Nic. Ah, perkenalkan ini Gisela Brown, wanita cantik yang paling dicintai di Amerika," ucap Tuan Phillip mempersembahkanku layaknya aku adalah prakarya terbaiknya. "Nona Brown, perkenalkan, dia adalah Tuan Nicholas Hasler, perdana menteri yang membantuku mengurus keperluan keluargaku di seluruh Liechtenstein."

Miss Brown (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang