Angela berhenti membawa tanganku begitu kami melihat mobil yang dikendarai Jonathan datang menjemput. Kami segera memasuki mobil itu dan terus diam sampai kami keluar daerah restoran. Namun saat aku mencoba untuk memulai percakapan dan menoleh padaku, wanita itu sudah memandangku. Pandangannya terluka. Seakan akulah yang menyebabkan kesedihan yang terpampang di wajahnya.
"Maafkan aku, Gisela."
"A-apa? K-kenapa kau meminta maaf, Angela?"
"Harusnya aku melindungimu dari Adeline dan Para Bangsawan itu," ucap Angela membuang muka dariku. "Aku sudah berjanji pada Noah untuk melindungimu selama kau bersamaku."
Oh. Ini adalah masalah ucapan para bangsawan itu.
"Angela, aku telah mendengar dan bahkan menyaksikan seratus kali lebih buruk daripada apa yang dibicarakan para wanita itu."
"Ini bukan masalah seberapa buruk apa yang mereka bicarakan. Ini adalah tentang betapa buruk dan sempit pikiran mereka. Dan itu membuatku malu membawamu ke tempat itu."
"Hei, Angela." Aku mengusap lengannya lembut. "Aku membuat teman di sana. Duchess Marion cukup berumur untuk menyaksikan betapa buruk orang-orang kulit hitam diperlakukan di masa lalu. Aku tidak akan heran jika bangsawan seperti Duchess Marion mengira aku adlaah seorang budak salah satu dari tamu. Alih-alih begitu, dia adalah orang pertama yang menerimaku di sana, bahkan sebelum tahu istri siapa diriku ini, sebelum aku memperkenalkan diri. Tidak ada yang membuatku lebih senang daripada itu."
Kupikir itu akan membuat Angela lebih baik. Sayangnya, kerutan di antara alisnya itu tidak hilang juga.
"Syukurlah kalau begitu. Duchess Marion memanglah wanita yang sangat bijak."
"Hm-mm, lalu apa yang terjadi di balik kerutan kesal di wajahmu itu?"
Angela melirikku, diam, kemudian menarik napasnya dari mulut hingga menimbulkan suara desisan kecil sebelum akhirnya meluapkan apa yang sedang dipikirkan olehnya.
"Apakah kau merasa tidak nyaman tinggal bersama kami di Kastel Vaduz?"
"Kenapa kau berpikir demikian?"
Itu ide yang konyol dan tidak berdasar.
"Kau sangat mencintainya, bukan begitu Gisela? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu saat kautahu jika Noah hanya memanfaatkanmu saja. Seperti yang sudah pernah kubicarakan dulu."
Deg.
Waktu terasa berhenti.
Aku bahkan bisa mendengar deru napasku sendiri.
Tenangkan dirimu.
Berpikir positif dan rasional seperti dirimu yang biasanya, Gisela.
"Apa yang sedang kaubicarakan, Angela?"
"Seperti kata Adeline, si ular betina sialan itu. Kehadiranmu adalah angin segar bagi kami, rakyat Liechtenstein. Memilikimu yang mempunyai suara kuat bagi mereka yang lemah, memberi kontribusi tersendiri bagi moral rakyat kami yang sempat terpecah menjadi dua kubu. Perlahan tapi pasti, dengan kehadiranmu, suara rakyat akan kembali bersatu dan tak ayal, itu akan memberikan pertimbangan yang positif bagi Noah selaku pemimpin negara dan pemegang kekuasaan tertinggi. Suaranya dan suara rakyat akan kembali berharmonisasi dengan baik seperti sedia kala. Tapi apakah jauh dalam hatimu, kau merasa tidak nyaman dengan situasi di mana kau berada sekarang?"
Angela ... hanya sedang mengkhawatirkan diriku. Layaknya seorang kakak perempuan yang selalu mengkhawatirkan adiknya.
"Jika kehadiranku bisa memberi dampak positif bagi komunitasku, jika pun nyatanya Phillip hanyalah memanfaatkan latar belakang dan warna kulitku sebagai pelumas jalan politiknya, aku tak mengapa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Brown (COMPLETED)
RomanceGisela Brown tak pernah menyangka ia akan mengalami hal ini. Ia, seorang wanita berkulit hitam, Afrika-Amerika, sedang melihat seorang pria berkulit putih, tengah menatapnya hangat dan dramatis, dan berkata bahwa pria itu menginginkannya. Tidak, s...
