"Kudengar kauputus dengan Jeremy."
"Memutus hubungan apa, lebih tepatnya?"
"Kautahu Jeremy tergila-gila padamu."
Aku menghentikan jemariku yang sedang mengetik di atas keyboard, dan mengarahkan pandanganku pada Joanne, si banyak mulut cantik yang—entah apa yang terjadi pada meja kerjanya sendiri— sedang asik menggambar di mejaku seperti itu adalah miliknya sendiri.
"Kau tidak pergi lagi ke Lincoln untuk menjenguk ayahmu lagi sejak beberapa bulan terakhir, sejak kita kembali dari Milan Fashion Week, bukan?" ocehnya sambil mengamati motif di desain yang sedang ia kerjakan. "Jeremy mencoba menghubungiku untuk meminta kabarmu, kau tahu. Dia cukup lama berbasa-basi, tapi aku tahu dia menanyakan hubunganmu dengan Phillip. Dan kautahu, dia terdengar sangat tidak senang. Sepertinya tanpa sepengetahuanmu, Phillip dan Jeremy bertengkar karena dirimu."
Hilang sudah konsentrasiku.
"Jangan mengatakan sesuatu yang bisa menggiring pada kesalahpahaman hanya berbekal imajinasimu semata, Jo."
"Aku bilang Phillip dan kau jadian," ujar Joanne acuh lalu menjulurkan lidah.
B-bagaimana Joanne tahu?
Apa aku pernah tidak sengaja keceplosan?
Apa yang harus aku lakukan jika ada rumor menyebar?
"Tidak ada penolakan," ujar Joanne lagi menyudutkanku.
Tenangkan dirimu, Gisela Brown. Aku menyisipkan anak rambutku ke belakang telinga. Menelan ludah dan tersenyum kecil.
"Haha."
Tawa canggungku sudah benar-benar menyatu dengan diriku yang bodoh ini!
"Ah!!!" Joanne menarik tanganku dan mengamati sebuah aksesoris baru yang tidak pernah ada di jari manisku sebelumnya. "Cincin berlian!"
"I-Itu!!"
"Dari siapa?"
"I-ini--bukan seperti--"
"Dari siapa, Sel?!"
Dia tidak akan berhenti sebelum mengetahui apa yang sebenarnya. Dan aku juga ... tidak ingin merasa Tuan Phillip memiliki perasaan yang tidak terbalas.
"Tuan Phillip ... melamarku."
Joanne seketika itu juga membuat keributan. Beruntung, aku cukup tanggap untuk menahan Joanne agar tetap di dalam ruangan alih-alih berkeliling perusahaan dan menyebarkan berita. Meski itu bukan berita buruk, namun bagaimana pun, Tuan Phillip masih dikenal dekat dengan model yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik sebagai wajah baru Gazelle.
"Aku sangat bahagia untukmu, Sel!"
"Terima kasih, Jo. Tapi tolong jaga mulutmu tetap terkunci karena Tuan Phillip masih memiliki banyak sekali masalah yang harus diselesaikannya. Sama seperti aku dan meja kerjaku ini."
"Tidak seru!" cerocos Joanne sambil cemberut. "Tapi aku sungguh bahagia, kau tahu." Joanne memandangku dengan senyuman lembut dan rona merah di pipinya. "Kau membuka hatimu, dan kau berdamai dengan masa lalu. Kupikir kau tidak akan memberikan kesempatan pada cowok-cowok putih yang menggilai pantatmu. Ah, tidak, tidak, jangan mulai menceramahiku. Tidak ada yang membuatku merasa senang melihatmu begini, Sel."
Meski Joanne sangat tengil, bagaimanapun juga, dia adalah gadis baik yang menggemaskan.
"Itu manis sekali, gadis kecil."
Joanne menatap ke langit-langit dan bergumam-gumam.
"Jika aku tahu akan menjadi seperti ini, harusnya aku menjebak Phillip alih-alih Jeremy untuk menemanimu ke Gala waktu itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Brown (COMPLETED)
RomansaGisela Brown tak pernah menyangka ia akan mengalami hal ini. Ia, seorang wanita berkulit hitam, Afrika-Amerika, sedang melihat seorang pria berkulit putih, tengah menatapnya hangat dan dramatis, dan berkata bahwa pria itu menginginkannya. Tidak, s...
