Part 5

2K 141 9
                                        

Setelah beberapa kali bertemu, Anrez mulai menunjukkan rasa sukanya kepada Tiara. Ketika diundang ke acara dahsyat, Anrez selalu ingin tampil keren agar dia bisa menarik perhatian Tiara.

Tentu saja ketiga host dahsyat tahu apa yang sekarang dilakukan Anrez, tak terkecuali Tiara. Dia tahu kalau Anrez suka padanya tetapi dia hanya menganggap Anrez hanya sebagai teman 'sepergilaan' saja.

Anrez tentu saja merasa sedih tetapi tekadnya sudah bulat membuat dia yakin bahwa Tiara akan suka kepadanya suatu saat nanti. Raffi Ahmad selaku orang yang mendukung Anrez terus menyemangati dan menasehati Anrez agar tidak patah semangat.

"Semangat bro, jangan lemah gini.. gue yakin lo bisa runtuhin dinding pertahanan Tiara" ucap Raffi

"Iya nih a', kok Tiara belum ngerti juga sih kalau aku suka sama dia?"

"Yah lo harus buktiin ke dia dong bukan malah sedih begini. Lagian kan kita juga tau dia lagi deket sama orang lain" perkataan Raffi semakin membuat Anrez sedih

"Hahahahaha, iya juga yah a'. Tiara kan lagi deket ama cowok, percuma dong aku kasih perhatian lebih untuk dia" ujar Anrez sambil tersenyum masam

Raffi yang melihat Anrez pun merasa sedih. Dia tahu bagaimana perjuangan Anrez untuk mendekati Tiara bahkan semua kru dan host di dahsyat sudah tahu dan mungkin Tiara juga tetapi dia memilih diam.

"Jangan gini dong. Tunjukkin sama dia siapa yang lebih baik untuknya. Kalau lo patah semangat gini, bukannya Tiara dekat sama lo malah ilfeel duluan dia" kata Raffi membuat Anrez terlihat semangat lagi

"Jadi, aku harus lebih terang-terangan gitu a' untuk dekatin dia?" tanya Anrez

"Itu lo paham, cewek itu gak pernah ngerti kalau cowok lagi deketin dia. Cewek itu gak mau berharap kalau cowoknya gak terang-terangan" jelas Raffi

"Ok a' aku bakal buat Tiara tau kalau aku tuh suka sama dia"kata Anrez semangat

Setelah pembicaraan mereka ini, akhirnya Anrez dan Raffi kembali dipanggil untuk syuting dahsyat. Chemistry Anrez dan Tiara selalu berhasil membuat banyak orang merasa gemas tak terkecuali para host dahsyat.

"Gila nih anak, kok dia jadi lebih berani yah dekatin Tiara?" tanya Ayu Dewi

"Iya nih, kita semua aja bisa ngerasain kalau Anrez tuh suka sama Tiara. Menurut lo, Tiara tau gak yah?" tanya balik Denny

"Gue rasa Tiara tau tapi dia milih diam. Kita juga tau kalau Tiara lagi deket sama Samuel" jelas Raffi datar

"Iya juga yah, kasian dong Anrez. Gue tuh dukung banget kalau mereka sampai pacaran" Ayu menatap sendu Anrez yang sedang berbicara dengan Tiara

"Gue pun, semua disini dukung mereka tapi apa boleh buat kalau Tiara lebih milih Samuel?" Denny berkata sembari mengikuti arah pandang Ayu

Di sisi Lain..

Syuting sedang break dan para pengisi acara diberi waktu istirahat sebentar. Anrez menggunakan waktu yang singkat itu untuk berbicara dengan Tiara.

"Ti" panggil Anrez

"Iya, kenapa yah kak?" tanya Tiara

"Kamu kenapa? kok aku lihatin dari tadi masam mukanya?"

"Gak apa-apa kok kak, perasaan kakak aja tuh"

"Oh.. oke deh. Kalau kamu merasa sedih, cerita aja ke aku yah" kata Anrez

"Iya kak"

"Ti.." panggil Anrez sekali lagi

"Kenapa kak Anrez?" jawab Tiara yang sekarang menatap dalam mata Anrez

"Boleh minta nomornya gak?" tanya Anrez dengan tangan menggaruk lehernya yang tidak gatal

Tiara yang mendengar pertanyaan Anrez pun membeku, dia tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Anrez ini. Dengan helaan napas, Tiara menatap Anrez yang sekarang sedang tertunduk dan memainkan jari-jarinya.

"Aku bakal ngasih nomor aku ke kamu tapi gak sekarang kak, maaf.." ucap Tiara pelan

Anrez yang mendengarnya pun tersenyum miris lalu menatap Tiara. "Yaudah gak apa-apa, aku hargai itu walaupun aku udah tau sebenarnya nomor kamu tapi aku tanya itu karena aku hargai privasi kamu. It's no problem to me, yaudah aku ke a' Raffi dulu yah, dah Tiara" Anrez pun berjalan meninggalkan Tiara

"Dah kak"

Tiara terus melihat Anrez yang sedang berjalan pergi meninggalkannya. Hati Tiara saat ini sedang risau, dia tau jika Anrez sedang mendekatinya apalagi Anrez berani meminta nomor ponselnya tetapi Tiara juga merasa kalau dia harus jaga hatinya buat Samuel. Tiara tak mau menyakiti hati siapapun apalagi orang sebaik Anrez.

"Kenapa sih kakak datang disaat aku udah suka sama orang lain? kakak tau gak sih kalau semua perlakuan kakak buat aku jadi bingung? perhatian kakak, cara bicara kakak sama aku, sikap santun kakak ke aku bahkan tatapan kakak ke aku gak pernah aku dapatin dari orang lain. Aku takut suka sama kakak disaat ada hati yang harus aku jaga, aku harus bagaimana ya tuhan?" ujar Tiara dalam hati..

Anrez memang berbicara kepada yang lain tapi pikirannya terus mengarah pada Tiara. Anrez bingung apakah harus tetap maju atau mundur melihat betapa tidak nyamannya Tiara atas pertanyaannya tadi. Anrez tahu jika Tiara sudah dimiliki orang lain. Anrez sayang sama Tiara lebih dari seorang teman tetapi menurutnya dia juga tidak boleh memaksa Tiara untuk suka padanya. Anrez mau Tiara suka padanya kalau memang hati Tiara untuknya bukan karena terpaksa.

"Ti, apa aku harus berhenti untuk menyukai kamu ti? munafik kalau aku bilang 'gak apa apa' jika melihatmu bermesraan dengannya. Aku sayang kamu tapi aku juga gak bisa maksain kamu untuk suka sama aku. Aku harus bagaimana ti untuk dapetin hati kamu jika udah ada orang lain yang menjaganya" batin Anrez

Mereka selalu mengatakan apa yang dirasakan dalam hati membuat siapapun tidak bisa tahu apa yang sedang dipikirkan mereka. Anrez menatap sendu Tiara yang secara tidak langsung juga balik menatapnya.

Tatapan mereka membuat siapapun yang melihatnya bisa hanyut dalam kebingungan. Dalam diam mereka, ada hati terdalam yang coba untuk ditutupi ketika dia mau berbicara. Mereka terhanyut dalam tatapan sendu ini. Mereka sama-sama bingung apa yang harus dilakukan. Anrez dan Tiara tanpa sadar terjebak dalam ikatan mencintai seseorang yang seharusnya tidak dicintai.

"Woi... sini kali rez, diem-diem bae loh, mana bengong lagi hati-hati kesambet lo.. serem gue lihatnya" teriak Raffi memutus tatapan mereka berdua, Anrez dan Tiara pun tersadar dari lamunannya karena teriakan membahana seorang Raffi Ahmad

"Dasar aa' gak tau situasi deh, sebel banget sih.. gak peka banget gue lagi adu tatap sama Tiara" ucap Anrez dalam hati

Sedangkan Tiara lebih memilih tetap diam "Maaf kembali membuatmu sakit kak tapi saat ini aku ingin fokus pada yang udah aku miliki" batin Tiara tersenyum masam

My Destiny (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang