Tepat dipintu masuk Mansion, kuda yang ditunggangi Nona muda itu berhenti, suara siringisnya hampir menggema ke dalam Mansion sana. Untung saja sang kusir tau bagaimana cara memperlambat melodi kuda itu.
Dia turun dahulu, setelah itu baru diikuti oleh Nona Muda yang turun sembari dipapah sang Kusir, yah siapa lagi Kusir yang perhatian malam-malam begini kepadanya selain Tuan Wilson itu.
Zenith melangkahkan kakinya turun dari punggung kuda, membereskan gaunnya lalu mengelus-elus kepala sang kuda itu.
“ Terima kasih ya, kamu sudah mengantarku dengan selamat sampai rumah..” Ujar Gadis bersurai coklat tua itu sementara Keito masih memegang tali yang mengikat kuda tersebut.
“ Aku masuk dulu,” Ujar Zenith lagi namun tak kepada kuda, nelainkan kepada Keito yang berdiri disampingnya.
“ Lain kali jangan sampai malam, bagaimana kalau diketahui oleh Tuan Alphaeus. “ balas Keito dengan wajah sedkit kesal. Seorang gadis yang statusnya adalah Nona muda berkeliaran di pasar? Ditempat umum itu akan sangat berbahaya, apalagi tidak adanya pengawalan ketat dari para penjaga. Namun itulah yang dilakukan oleh Zenith.
“ Ayolah, kau kan menemaniku.” Balas Zenith cepat lalu melangkah masuk ke dalam area Mansion. Sementara Keito kembali menunggangi kudanya dan kembali ke tanah Wilson. Rumahnya.
Gadis itu terus berjalan mengitari kediaman yang sangat luas itu, sesekali dia melirik rumah besar yang bahkan bak Istana. Malam membuat rumah itu semakin aneh dan sedikit ngeri. Dari luar, kediaman Alphaeus yang berwarna hitam dan abu-abu tua jika dilihat malam hari sungguh sangat gelap. Cahaya dari dalam yang membias lewat jendela seperti membentuk mata yang memancarkan cahaya terang. Taman-taman disekelilingnya yang tak dihiasi oleh lampu taman membuat orang yang berjalan sekarang ini tidak bisa membedakan mana yang tumbuhan bunga dan mana yang ilalang.
“ Rumah yang begitu luas, kenapa ini seperti seekor rubah musim dingin raksasa??” Gumam Zenith sembari melangkah menuju pintu samping kediaman Alphaeus.
Dia berjalan sendirian, walaupun beberapa penjaga Mansion ada yang berbaris di dekat pagar Mansion itu tetapi mereka tidak menyapa dan hanya memperhatikan, karna mereka tau itu adalah penghuninya.
Zenith akhirnya masuk ke dalam ruangan melewati pintu samping, yang jika diteruskan akan bertemu dengan Ruang kerja Roger Alphaeus, tetapi dia tidak meluruskan arahnya namun berbelok menuju tangga yang akan membawanya ke lantai atas.
“ Whuu, jika pemilih rumah ini adalah aku, semua warna ini harus diganti..” Gumam Zenith lagi disela-sela naik tangganya. “ Warna apa ya? merah jambu? Cream? Maron?? Ungu, aahh ungu aja hehe”
“ Zeeeniithhh.....”
Namun disela gumamannya sendiri, dia disapa lambat oleh seorang Pria yang berjalan dibelakangnya. Zenith yang sempat kaget langsung memutar balik tubuhnya dan mendapatkan pria yang sudah membuat jantungnya hampir copot.
“ Kenapa kau terkejut seperti itu?” Ujar Izekiel yang juga menaiki tangga, sementara Zenith masih mengatur nafasnya.
“ Bagaimana mungkin tidak kaget, kau menyapaku sepeti hantu menyapaku..” BALAS Zenith kesal bercampur takut.
“ kau pernah disapa hantu?” Ujar Izekiel kembali yang sekarang hanya berjarak dua anak tangga dari Zenith.
“ Pernah, beberapa kali dalam mimpi. Sangat mengerikan”
Izekiel yang mendengar kata-kata itu hanya bisa tersenyum kecil dan menatap gadis di depannya. bagaimana bisa gadis itu bercanda disaat dia sudah risau karna tidak menemukan Zenith dari tadi siang. Bahkan sekarang orang yang dicarinya itu tengah mempermainkannya.
“ Zenith, kau darimana saja?” Ujar Izekiel lagi sembari menyandarkan tubuhnya ke pagar tangga. Sementara Zenith hanya melirik kesana-kemari tanpa menjawab.
“ Aku sudah mencarimu, kau baru terlihat malam ini. kau kemana?” Tanya Izekiel lagi.
“ Ahh, itu. A-Aku pergi latihan dansa tadi, hehe” Balas Zenith supaya tidak dicurigai. Mana ada latihan dansa, dia dari siang pergi ke pasar.
“ Latihan dansa? Sampai malam??” Izekiel kembali mengintrogasi gadis itu dengan pertanyaan yang tak bisa dijawab bohong oleh Zenith, tapi apapun yang ditanyakan Zenith adalah tipikal orang yang dapat mengelak walau dalam situasi sempit.
“ T-Tentu saja, tadi siang aku latihan dansa bersama Madam Reyyan, sorenya aku latihan dengan Keito dan malam ini aku latihan sendiri..” Ujarnya lagi untuk membuat pria didepannya percaya, akan tetapi rreaksi penerimaan Izekiel belum sepenuhnya pada kata Puas.
“ Kau latihan dimana? Aku mencarimu di ruang dansa kau tidak ada..” Ujar Izekel lagi dan membuat Zenith semakin gugup. Apakah Zenith harus mengatakan kalau dia pergi bermain ke pasar? Jika begitu Izekiel tidak akan membiarkannya pergi lagi. tapi jawaban apa yang harus diberikan Zenith agar pria didepannya tidak bertanya lagi...
“ Kan, kau berbohong padaku. Kau sebenarnya tidak berdansa kan? Kau pergi kemana Zenith??” Tanya Izekiel lagi yang membuat gadis itu tersudutkan.
“ BO-BO..APA?? Aku tidak berbohong. Aku latihan dansa di taman belakang, di Mansion kecil itu. lagipula kenapa kau menanyakan hal itu secara detail kepadaku? Apa kau rindu aku?”
Keduanya berhenti bicara, baik itu Zenith ataupun Izekiel tidak ada yang mau berucap sedikitpun. Zenith yang sudah berhasil melontarkan jawabannya sekarang merasa menyesal dan malu akan jawabannya. Mengapa kata itu harus keluar? Apa tidak ada kata lainnya? Gerutunya dalam hati
Sementara Izekiel kaget dan sedikit syok mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut adiknya itu. bagaimana bisa Zenith mengatakan hal itu dengan lantang, dan lebih anehnya mengapa sekarang dia menjadi gugup seperti itu? Izekiel membuang muka dan memutar balik tubuhnya lalu pergi meninggalkan Zenith yang masih menepuk-nepuk mulut.
Mmmmm....:)
Jangan lupa Vote ya,....
Oh ya, belakangan ini aku sering typo. Maafkan author yg typo ini ya, kebiasaan mungkin aku typo jadi terbawa2 sampai ke cerita
Padahal udah aku baca ulang sebelum mempublishkannya..
Huhuuu sorry, miane, gomen
Author akan perbaiki di chapter selanjutnya ya, insyaallah gak ada typo lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasyYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
