30. Burung

1K 170 14
                                        

Aku duduk berhadapan dengan Izekiel di kursi tamu kamarku, hanya tinggal kami berdua saja. Semua orang sudah kembali ke kediaman masing-masing.
Aku duduk bersama selimut tipis yang menutupi pahaku, sementara Izekiel hanya diam duduk di depan sana.

“ Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu,” Ujarku membuka pembicaraan. Aku memang berniat untk membahas sesuatu dengannya, karena itulah aku memintanya untuk tinggal.

“ Ada apa?” Ujarnya pelan. Aku sedikit tertegun, Izekil menjawab perkataanku dengan begitu dingin. Bahkan aku dapat mengira saat ini dia bukanlah Izekiel. Dia berubah dalam beberapa detik.
Tidak menghiraukan, aku meneruskan perkataanku.

“ Mengenai diriku yang selalu bermimpi buruk, dan aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Aku menarik nafas dalam dan membuangnya. Lalu kutatap Izekiel yang duduk didepan sana dengan lambat. Lalu kembali berujar.
“ Setiap kali aku mengalami mimpi buruk, aku selalu mendengar seseorang memanggil namaku. Walau pelan, aku sadar itu bukan dari alam mimpiku. Apa itu kamu?”

Izekil terlihat tersentak saat aku menanyakan pertanyaan pertama, namun dia masih diam dan mengalihkan pandangannya dariku. Aku terus melanjutkan, jika saja dia masih diam maka itu berarti semuanya benar.

“ aku selalu memikirkan hal ini, dan masih saja tidak menemukan jawabannya. Setiap aku bermimpi buruk, mengapa ketika aku bangun orang pertama yang aku lihat adalah kamu? Suara yang aku dengar adalah suaramu, dan mengapa- setiap kali aku takut yang ada disampingku adalah kamu? Aku selalu memikirkan hal itu.” Ujarku lagi tanpa menatap Izekiel,

“ Kenapa harus kamu, Izekiel??”

Izekiel masih belum mengeluarkan suaranya. Perkataan atau jawaban yang sangat aku tunggu masih belum muncul saat ini. apa aku harus menunggu? Atau aku tengah menyinggung perasaannya?

“ Aku tidak menyukainya..”

Aku tersentak kaget mendengar perkataan pria didepanku saat ini. suaranya begitu dingin, sangat dingin hingga hampir saja membuatku mati. Mati rasa akan ketidakpercayaanku terhadap Izekiel yang memperlakukanku lain.

“ Aku tidak menyukainya, setiap kali aku melihatmu, kau selalu mengalami mimpi buruk. Dulu, kemarin, dan sekarang. Aku sungguh membenci itu” Ujarnya melanjutkan. “ aku merasa bahwa aku tidak bisa menjagamu, aku tidak bisa menjadi seorang kakak, bahkan seorang saudara yang terus menemanimu. Karena itu, aku selalu membangunkanmu disela mimpimu. Aku hanya takut...” lalu dia berhenti bicara dan mengalihkan pandangan lagi.

Tuk
Tuk
Tuk
Tuk

Kring kring....?????

Jawaban apa itu? mengapa kalimat yang seharusnya aku dengar tidak keluar sedikitpun dari mulutnya? Bukan ini yang aku tanyakan, bukan. Aku hanya curiga, Jika saja semua mimpi burukku itu ternyata berasal dari dirinya. Itu saja. Aku selalu yakin, seseorang menaruh mimpi itu kepadaku, semua kisah raja juga seperti itu. orang terdekatmu adalah musuhmu Kan?

“ Izekiel.. Apa menurutmu aku berubah?” aku sadar sikapku egois, dan mementingkan diri sendiri. “ apa aku diizinkan untuk mencurigai keluargaku sendiri..??” Ujarku dan menatap tajam pria didepan sana.

“ A-Apa ?? Kau bilang apa?” Balasnya gugup. Aku rasa dia sedikit terkejut dengan perkataan ku.

“ Kau selalu ada setiap aku mengalami mimpi buruk, maaf saja tapi aku mencurigaimu. Apa kau, menaruh sesuatu kepadaku agar aku mimpi buruk?” inti pertanyaanku adalah itu.

“ Apa??”

“ Yah... mana tau setelah pulang dari Arlanta kamu menggunakan sihir dan menjadikanku kelinci percobaanmu. Aku mencurigaimu!!” Ujarku lagi. seketika dia berdiri dan melihatku tidak percaya.

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang