Bagaimana perasaanmu saat kakakmu sendiri melihatmu.. melakukan hal seperti itu?
Didepan umum? Disebuah taman? Dan pada akhirnya kau bingung sendiri harus melakukan apa.
Memalukan, sungguh!
Benar-benar memalukan.
Entah kemana aku harus membuang mukaku saat ini aku tidak tau lagi. apa yang sudah aku lakukan tadi? Mengapa- mengapa aku membiarkan begitu saja?
Keparat!!
Detak jantungku masih tak karuan. Saat ini aku hanya diam duduk di kasurku dan mengunci diri dikamar. Aku belum sepenuhnya sadar, bahkan aku menganggap yang barusaja terjadi hanyalah mimpi.
Wajahku memanas, panas. Bagaimana ini.. huaaaaa
Apa yang dilakukan bocah itu tadi? Apa-apaan Keito! Memelukku tanpa izin? Dan bodohnya aku membiarkan hal itu terjadi? Dimana otakmu Zenith, DIMANA??
Aku harus meluruskan kesalahpaham itu dengan Keito sekarang. Jangan-jangan dia melihatku lain, bisa gawat kalau hal itu terjadi. Aku harus pergi sekarang, Harus.
Tapi...
Aku malu untuk keluar, aku malu bertemu dengannya dan juga kalau aku bertemu Izekiel nanti bagaimana jadinya? AISSSHH DAH.
Namun..
Kenapa perasaanku tadi begitu ya? Jantungku berdegup kencang bahkan sebelum pria itu datang menghampiriku. Mendengar suaranya membuat tubuhku terguncang. Ada apa dengan hatiku?
Aku menyentuh dadaku yang masih naik turun, aku tau tidak seharusnya saat ini aku begini bahkan dengan masih memakai gaun hitam. Tidak boleh sedikitpun tersenyum, jangan lakukan itu Zenith, jangan!!
" Apa-apaan itu? kau bahagia?"
Aku menoleh kearah jendela. Gema suara yang begitu tidak asing terngiang ditelingaku saat ini. Hembusan angin dari tirai balkon kamarku membuat udara didalam kamar menjadi sejuk dan segar. Padaal sekarang sudah hampir sore.
" aku tidak bahagia, siapa yang bilang begi-
Tunggu, suara siapa itu? kenapa aku mendengar suaranya tapi orangnya tidak ada?
Beranjak dari kasur, aku menghampiri balkon yang terbuka luas dan melihat sekelilingku. Namun tidak aku temukan satupun sosok manusia yang berdiri ditepi balkon kamar ini.
" Dimana dia? Apa itu kau, Lucas?"
Suara itu tak terdengar lagi, bahkan sosok yang aku pikirkan sekarang juga tidak terlihat.
" apa itu cuman halusinasiku?"
Aku kembali beranjak dari balkon dan pergi lagi ke kamar. Belum sempat pergi,sebuah kerikil kecil mendarat tepat dipuncak kepalaku.
" Aduh!!"
Siapa yang berani melemparku pakai kerikil begini? Mau aku cincang ya kepalanya?
" SIAPA YANG-
Aku kembali ke balkon dan melihat kebawah sembari berteriak, kurang kerjaan sekali manusia yang melemparku itu!!
" Nona Magritha.. sini"
Mampus..
Keito melambaikan tangannya kembali kearahku, ternyata dia yang melemparkan batu tadi. Aku tidak membalas lambaiannya karena aku masih gugup.
" Nona.. ada yang mau aku bicarakan " ujarnya dari bawah.
Aku berlari turun ke lantai satu, lalu membuka pintu utama dan menghampirinya keluar.
" Keito, apa yang kau lakukan? Jika Izekiel melihatmu bagaimana?" balasku dengan khawatir. Jika dia berteriak seperti itu bisa kedengaran oleh orang lain
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasyYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
