14. Berkeliaran

1.6K 231 30
                                        

Author Pov

Roger alphaeus berjalan keluar dari ruangan kedutaan Kekaisaran. Pertemuan dengan beberapa duta besar yang sangat berpengaruh pada Obelia itu sepertinya membuahkan hasil. Siang ini Roger terlihat sangat bahagia. Laporan dan ide-idenya diterima baik oleh para Duta besar. Walaupun Yang mulia Claude belum datang dan belum melihat apa ide kreatifnya namun Alphaeus serasa yakin kalau Kaisar juga akan menerima kerja kerasnya.

Berjalan bersama beberapa orang pengawalnya, Roger berbisik ke salah satu penasehat yang berada disamping kanan.

" Apa ponakanku membuat kalian sibuk?" Ujar Roger karna mengetahui bahwa Zenith Magritha, ponakan kesayangannya selalu bikin ulah sejak Izeikil pergi.

Dan mungkin kali ini dia akan bikin ulah lagi melihat Reaksi para bawahannya yang menunduk ketakutan.




" Tuan Alphaeus, Tuan Alphaeus...."

Sebuah teriakan namun terdengar samar menyentuh teliga pria itu, dari jauh tampak salah seorang yang berada di kereta Zenith beberapa waktu lalu berlari kearahnya.


" Nona Magritha.. Nona Magritha a-

" ADA APA??!!" Ujar Roger dengan tegas.

" Nona Magritha ada di...

...........................




" Cih, kau hanya akan diam??"

Claude dengan wajah sangar menampakkan sosok ganas pada gadis kecil di depannya. seperti mau dieksekusi, Gadis itu dibiarkan tinggal bersama dirinya dan juga pengawal kesayangannya Felix.

Sekarang mereka berada di singgasana mewah namun sunyi, Claude menyuruh para dayang-dayangnya untuk menunggu diluar.

" Apa aku pernah memberi Izin untuk anak kecil agar bermain di tamanku Felix??" Ujar Claude lagi,

" Maafkan saya Yang Mulia, saya tidak mengetahui keberadaan anak ini"

Tentu saja dia tidak mengetahuinya, seharian ini Felix hanya menemani Claude yang ingin menenangkan diri dari banyaknya tumpuan pekerjaan. Fokusnya hanya selalu pada Claude dan tidak memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di lingkungan istana, itu juga bukan tugasnya.

" anak kecil,sepertinya kau gadis yang banyak bicara" Lanjut Claude pada Zenith yang dari tadi menampakkan muka masam.

Bagaimanapun, cara membawa anak kecil yang dilakukan Claude sungguh menyakitkan tubuh Zenith kecil. Mengangkatnya seperti mengangkat anak kucing sedikit keterlaluan. Dan setibanya di Aula singgasana, Zenith mengeluarkan umpatan dari beberapa zoo yang ada didunia.

" Anda sangat jahat.." Balas Zenith kembali sembari menggenggam gaun berwarna coklat tuanya.

" Kenapa begitu..?" Balas Claude lagi.

" Anda memperlakukanku seperti hewan? Lalu membawaku ke tempat megah dan menyuruh para pelayan itu pergi" Ujar Zenith lagi sembari menunjuk pintu masuk yang sudah tertutup

" Apa salahnya..?"

" setidaknya beri aku coklat untuk dimakan."




Suasana hening kembali mengisi ruangan itu, Claude Felix bahkan gadis kecil itu serentak berhenti bicara dan menatap satu sama lain. perkataan yang terlontar dari gadis mungil itu sepertinya membuat dua pria sangar didepannya gagal fokus dan tak mengerti dengan ucapan gadis didepannya.

" Coklat?? Kau bilang Coklat??"

" Yah, Pamanku sering memberiku coklat kalau aku pergi main, kabarnya di Istana ada banyak coklat. Jetty ingin coklat, hehe"

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang