68. 🍂 FIRST OR LAST ?

1.4K 110 11
                                        

Kumbang....
Suara alunan musik dansa ...
Tirai yang diterbangkan angin...
Suara bising yang benar-benar terdengar tidak asing namun samar

Semua itu datang secara bertahap kedalam memori kecil Gadis bernama Yoona.

Gadis yang kini berdiri di rooftop sekolah sembari memandang langit yang berawan itu kini memiliki iris yang tampak kosong

Yahh memang benar.
Berapa banyak beban pikiran yang ia miliki saat ini? Belum lagi dengan memori aneh yang selalu muncul dikepalainya semenjak ia terbangun dari koma.

Sebenarnya apa yang ia alami sebelum terbangun?
Mengapa seolah dia seperti menjelajahi tempat yang justru tidak ada di dunia ini?

Apa benar dia koma? Atau hanya tertidur beberapa jam setelah kelelahan karena perjalanannya?

Yoona menggenggam erat dada kiri yang kini berdenyut cepat. Benar, selain memori itu, ada hal lain yang ia rasakan dari tubuhnya dan itu adalah jantungnya.

" Apa aku memiliki penyakit jantung?" Yoona mengusap dadanya yang kini terasa berdetak cepat. Seketika dia kembali menggeleng dan menyakinkan dirinya bahwa itu hanyalah ilusi. Jantungnya baik-baik saja.

"Kau mau kan mengabulkan permintaanku?"

"Ini adalah permintaan pertamaku dan juga permintaan terakhirku"

" Terima kasih...karena sudah mencintaiku"


Deg...

Lagi...
Apa lagi sekarang? Apa yang baru saja datang kedalam telinganya? Bisikan apa itu?

Dan...

Tring...

Suara notifikasi dari Hp yang kini ia pegang membuat Yoona mengalihkan pikirannya. Sebuah chat terusan datang padanya dari Chae im.

Gadis itu membuka beranda pesan dan menerima sebuah chat.

" Yoona, kau sudah baca ini? Aku tau kau menyukai webtoon ini. Lihatlah, pasti sudah banyak yang tertinggal olehmu hahhaha"

Mata Yoona terbelalak, tangannya gemetaran dan iris hitam kelam itu tertuju pada satu sosok lukisan yang terpampang nyata dilayar Hpnya

" I-Ini kan.."

Zenith Magritha, salah satu tokoh pendukung dari sebuah webtoon ternama kini berada dilayar Hp Yoona. Entah mengapa, namun tangannya respek mencari karakter itu, namun ketika sudah ditemukan Yoona malah gemetar.

Hp yang ia pegang akhirnya digenggam kuat, tanpa ia sadari pelopak matanya sudah diisi oleh buliran buliran air mata yang sebentar lagi akan jatuh mengenai pipi merah jambu nya

" Kenapa... Kenapa hatiku terasa begitu sakit" Lirih Yoona sendirian sembari menggenggam dadanya. Sekali lagi, ia kembali melihat cerita itu.

Disana, diceritakan bahwa Zenith tengah duduk disebuah kursi sofa besar bersama Claude dan juga Felix. Mereka tampak menikmati sebuah jamuan teh hangat dipagi hari, wanita didalam cerita itu tampak sangat bahagia, dan Dua pria itu hanya menggambarkan wajah datar tanpa ekspresi sedikitpun.

Yoona tidak hentinya membaca semua cerita itu, bahkan hingga sampai pada chapter terakhir...

" Athanasia...Lucas...Zenith..I-Izekiel..?"

Suara berat Yoona terhenti setelah menyebut nama-nama itu. Tubuhnya ia bawa duduk dekat dinding tangga rooftop dan webtoon itu masih berada tepat didepan matanya.

"Namaku Jetti!"

" Menjauh lah dariku bangsat!!"

" Kepada penyihir agung terhebat Lucas, bisakah anda membantu saya untuk keluar dari mimpi ini? Setidaknya lempar aku pakai sihirmu"

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang