Damm it.
Mungkin itu adalah satu-satunya kata yang akan dilontarkan Zenith setelah mengalami hal yang tak terduga selama satu Minggu ini.
Mulai dari Claude yang tiba-tiba respon kepadanya, Athanasia yang mendadak membencinya dan Izekiel yang sekarang masih canggung untuk bertemu dengannya.
Semua itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Dan hari ini, Gadis itu hanya bisa berdiri terdiam di balkon kamarnya sembari memandang langit lepas.
" Aku menjauhi Keito, membuat Izekiel kecewa, Membuat Athanasia salah paham dan membuat diriku berada pada ambang kematian yang sesungguhnya."
Zenith mengarahkan jari-jemarinya, menautkan semua itu pada gelang yang saat ini ia pakai. Gelang perak berwarna putih mengkilat itu sekarang berada dalam genggamannya.
TUSS....
Gelang itu seketika putus dari tangannya.
" Untuk apa juga aku memakainya sekarang, tidak ada gunanya"
Tatapan datar itu menggerakkan hatinya untuk melempar jauh gelang yang saat ini sudah tak berharga. Tatapan yang kosong itu seolah memberi isyarat bahwa dialah penyebab semua kejadian ini dan dia tidak menginginkan hal itu terjadi secara berlanjut.
Dan yang bisa didengar hanyalah helaan nafas dalam dari seorang Zenith.
Tok
Tok
Seseorang mengetuk pelan pintu kamar Zenith, membuat gadis itu berpaling dan membalas ketukan.
Dari pintu, terlihat Rose yang berdiri memberi salam kepada Zenith.
Zenithpun membalas salam itu dan tersenyum tipis
" Ada apa, Rose?" Ujar Zenith lembut
Rose dengan wajah risau berusaha menjawab pertanyaan gadis mungil itu.
Bagi Rose, Zenith sudah mengalami hal buruk sejak dia masih kecil. Perlakuan keluarga Alphaeus, perlakuan dari para dayang dan orang lainnya bisa dikatakan tidak ada yang spesial untuk Zenith.
Dan sekarang, hal yang benar-benar tidak disukai gadis itu harus ia sampaikan lewat lidahnya sendiri.
" Nona, Yang mulia Kaisar meminta anda untuk datang ke Istana Emerald sore nanti"
" Lagi?"
Dan benar saja, respon Zenith menyatakan bahwa ia lelah akan hal itu.
" Maafkan saya, Nona."
" Tidak, Tidak. Maksudku aku hanya kesal dengan sesuatu. Dan itu bukan karenamu Rose. Jadi, jangan minta maaf" Zenith sedikit gugup setelah mendengar ucapan Rose.
" Kalau begitu saya akan pamit dulu, Nona." Ujar Rose lagi sembari membungkukkan badan.
Zenith hanya diam tanpa ekspresi melepas kepergian Rose. Hingga pintu itu tertutup kembali dan suasana menjadi kembali hening.
Diluar,
Izekiel sudah berdiri dengan tubuh bersandar pada dinding lorong kamar Zenith. Dengan tangan yang berlipat di dadanya, dia melirik Seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar itu.
" Salam, Tuan muda Izekiel" Ujar Rose memberi hormat kepada Izekiel
" Bagaimana? Apa jawaban Zenith?"
Izekiel yang ternyata sudah mengetahui pesan dari kaisar, sekarang berdiri menunggu jawaban Rose akan reaksi Zenith yang sedikit ia khawatirkan.
Perintah Kaisar yang membuat gadis itu sering kelelahan mungkin saja menjadi sesuatu yang buruk baginya, namun Izekiel tidak tau bagaimana cara berfikir Zenith saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasíaYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
