16. Warm

1.5K 225 21
                                        


YoonA bangun dari tidurnya. Sembari mengusap matanya dia melihat sekeliling dan beralih melihat jam yang ada disamping tempat tidur. Iris yang masih redup berusaha untuk menatap jendela luar yang kini tengah diselimuti embun dari hujan tadi malam.

Gadis itu berjalan turun dari lantai dua kamarnya sembari menguap pelan, lalu beralih ke dapur dan mendapati ibunya yang tengah memasak.

" Oh Yoon A, kau sudah bangun?" sapa sang ibu

" Oo, aku sudah bangun. Ibu tau, aku bermimpi hal yang aneh." Balas YoonA dan menyantap makanannya.

Sang ibu tak menjawab, tetapi dia beralih mengambil sebuah amplop yang berada dibawah meja dapur lalu memberikannya kepada Putrinya itu.

" Ibu kemarin pergi ke sekolahmu. Ibu melihat hasil belajarmu dan berdiskusi dengan beberapa guru"
Yoon A yang tadinya masih sibuk mengunyah makanannya seketika terhenti dan membelalak besar ke arah ibunya. Lalu berujar " IBU!! Kenapa ibu pergi ke sekolahku??!!"

" Ibu hanya ingin tau aktivitasmu..
" Lal mengapa sampai kepada guru??!!"

Sekali lagi, YoonA bertanya dengan nada keras. Amplop yang berisi daftar nilai tadi seketika digenggam kuat bahkan sampai remuk.

" Melihat tingkahmu yang seperti ini, sekarang aku yakin kau benar-benar tidak belajar sama sekali. Apa kau tidak memimpikan masa depanmu?? Kau pikir hidupmu hanya untuk hari ini??" Sang ibu membuka Serbetnya dan menatap YoonA dalam. Sementara gadis itu beranjak dari duduknya dengan wajah kesal.

" Kenapa ibu selalu ikut campur urusanku? Terserahku mau jadi apa esok hari itu bukan urusan ibu!!"

" YoonA!! Lancang sekali bicaramu itu. Ibu sudah membiayai sekolahmu mahal-mahal agar kau menjadi cerdas, bukan mendapat nilai D disetiap bidang"


" JIKA MENYESAL, MENGAPA HARUS MEMBIAYAIKU!!!"

Teriakan terakhir yang diberikan YoonA menggema diseluruh ruangan rumahnya. Tetes hujan kembali membasahi tempat itu, pagi yang tidak cerah sama halnya dengan suasana hati yang tidak baik.
Gadis itu berlari keluar rumah bersama payung hitam yang dibawanya pergi menelusuri hujan deras. Matahari tak terlihat sama sekali pagi ini, burung tak terbang, kelincipun tak memperlihatkan lompatannya. Begitulah YoonA pergi meninggalkan rumahnya hingga ia kembali dengan suasana yang berbeda.

Payung hitam yang tengah dipakainya seperti menggambarkan sesuatu, amarah yang dipendamnya seperti mengabarkan sebuah duka. Kata penyesalan akan datang setelah perbuatannya.

" I-Ibu..

Yoon A yang masih berada dipintu luar, berdiri dengan tubuh kaku. hujan yang begitu deras terasa bertambah deras hari ini. semua orang berpakaian hitam, ada yang menangis dan ada juga yang sibuk mencari sesuatu. Seorang gadis kecil yang duduk ditepi dinding yang adalah adiknya menangis histeris dibawah pelukan beberapa orang.
Dan foto yang terpampang di atas peti coklat itu, adalah Foto wanita paruh baya yang beberapa jam lalu bercekcok dengan YoonA.


" I-Ini tidak mungkin, ini cuman mimpi!! Ini mimpi"

" kakak..." Sang adik yng melihat kedatangan kakaknya berusaha meraba YoonA untuk memberikan sebuah pelukan hangat. Memberikan sebuah keyakinan bahwa ini semua tidak terjadi.

" Ini mimpi, Ibu belum meninggal, ibu tidak mati!!"

"Tidurlah sayang, Istirahat dulu."

Kata-kata yang tidak asing terngiang ditelinga YoonA. Ibunya belum mati, beberapa saat lalu ibunya memberinya Obat karna kepalanya sakit. Tidak mungkin sekarang semua kejadian ini nyata. Dia masih tertidur, dia bermimpi buruk.

" Apa yang terjadi...??" Suara seorang laki-laki datang dari arah belakang gadis itu. tangannya diraba kuat dan membuat seluruh tubuh YoonA berputar kearahnya.

" Apa yang terjadi Zenith??"

Tetesan air mata keluar membasahi pipi gadis itu, sembari memeluk adiknya dia menundukkan kepalanya ke arah laki-laki yang sangat ia kenal. Izeikil. Laki-laki itu masih menggenggam tangan YoonA dengan erat, matanya sesekali melirih rumah yang sudah ramai dipenuhi warga.

" Ibuku..Ibukuu..

" Zenith!!.."





LADY MAGRITHA



Aku terbangun dari tidurku, pelopak mataku masih basah. Hatiku remuk, hancur dan juga dadaku sakit. Kepalaku terasa baru saja terbentur ke tempok baja, dan isak tangisku tak bisa tertahankan. Aku masih menangis, menagis tersedu-sedu ditempat tidurku.
aku mengingat mimpiku, mengingatnya dengan sangat jelas. Ibuku meninggal, adikku menangis histeris dan rumah kami dipenuhi banyak orang

" Ibu..Hiks hikss...

Aku ingin kembali, aku ingin bertemu ibu. Aku tidak ingin disini. Apa yang sebenarnya terjadi padaku. Mengapa mimpi itu terasa sangat nyata..Hikss, sebenarnya dimana yang mimpi? Disini atau ditempat itu??
Mengapa aku bangun lagi...

HUAAAAA...

" Zenith, tenganglah kau hanya mimpi buruk.."

Aku mendengar suara laki-laki itu lagi, siapa dia? Mengapa dia ada didekatku sekarang?
Mengapa..mengapa.....

" Badanmu masih panas, tenanglah.....

Aku merasakan debaran jantungku bertabah kuat, tetapi ini bukanlah dtak jantung ketakutanku, tetapi detak jantung ketenanganku. Hangat, disini terasa hangat. Walaupun aku belum bisa membuka mataku sepenuhnya namun aku merasakan kehagatan menghampiriku.

" Ibu..Ibuu, aku ignin bertemu ibu..Hiks"

" Iya...

" Ibuku meninggal, ibuku meninggalkanku sendirian. Aku ingin kembali, aku ingin pulang Hiks hikss.."

Pipiku terasa dingin, aku rasa air mataku kembali menyentuh pipiku. Menetes perlahan tanpa henti,

jika dibolehkan, aku tidak ingin lagi bicara kasar, aku tidak ingin lagi marah dan kesal. Jika dibolehkan aku ingin menjadi anak yang pendiam saja, aku ingin menjadi anak yang patuh dan tidak melawan. Jika dibolehkan aku ingin menangis sepuasnya malam ini. aku ingin semuanya kembali, aku ingin kembali ke pelukan ibuku Sungguh. Tolong Izinkan aku....

" Aku akan menemanimu.."

Hangat, kembali hangat.
Aku merasakan sebuah tangan meraba wajahku dengan hangat, lalu mengusap mataku dan mengecup keningku. Dia mendekat, meraba selimutku lalu menyelimuti seluruh tubuhku. Dimalam yang dingin ini, aku merasakan kehangatan yang begitu nyata bersama dia yang aku yakini berada disampingku saat ini. tangannya mengelus lembut rambutku lalu memelukku. Aku jatuh kedalam pangkuannya

" Izeikil..?" Apakah itu kau? Apa kau pulang dari arlanta? Aku sebenarnya tidak ingin memkirkan itu, Izeikil pasti berada diArlanta sekarang, dia hanya akan pulang 6 tahun lagi.
" Hah, bukan ya.. bukan Izeikil ya.."

" Mmm, ini aku Izeikil. Aku pulang sebentar., tetapi kini tidurlah. Aku akan menemanimu.."

Aku tidak mendengar kata-katanya lagi, entah apa yang dia bisiskkan kepadaku aku tidak mendengarnya. Mataku kembali mengantuk, dan aku harap mimpi indah menungguku di alam sana.

Selamat tidur Zenith....










.
.
.
.
.
Hai Chingu, hari ini aku senggang dan nggak ada pekerjaan. Jadi aku rencananya akan up setiap dua hari nggak papa ya.

Stay read okeiii

Makasiihhh banyakk
Sarangeo

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang