Hembusan angin gunung selatan menerpa dedaunan hijau yang yang sudah putus dari rantingnya. Udara sejuk itu membawa sedikit ketenangan di hutan yang penuh dengan kenangan tersebut
Namun sekarang, hutan yang dulu selalu dihuni oleh anak-anak dari kediaman. Mandi kini telah berubah menjadi Padang rumput yang nantinya akan diperbaharui
Yah, semua pohon itu sudah roboh. Semua sudah ditebang karena akan dilakukan pembangunan cabang mansion istana Obelia didaerah tersebut.
" Permisi Tuan, saya menemukan ini di salah satu timbunan tanah. Apakah anda tau ini milik siapa?"
Salah seorang pengawal menghampiri Izekiel yang saat ini berada di area pembangunan tersebut. Sebuah botol kaca lusuh dan dibaluti tanah kuning disodorkan kepadanya. Namun hanya dalam beberapa detik, Izekiel mengetahui barang itu.
" Iya, saya tau pemiliknya"
Itu adalah botol dari masa lalu. Masa dimana ketika tiga orang remaja yang tengah menulis surat rahasia menyimpan surat-surat nya didalam botol ini dan menguburnya dibawah pohon besar hutan Obelia
Siapa lagi kalau bukan dirinya dan dua orang temannya.
" Ini milik Zenith." Gumam Izekiel pelan dan lantas membuka tutup botol tersebut.
Izekiel sedikit dikagetkan dengan kertas yang masih utuh didalam botolnya. Padahal sudah beranjak 10 tahun, tapi kertas itu hanya berubah warna dan sedikit lembab. Ekspetasi Izekiel bahwa suratnya sudah hancur ternyata salah.
Pria itu lantas mengambil kedua surat itu dan membukanya.
Mengapa hanya ada dua surat? Ya, karna Izekiel sebenarnya tidak memasukkan surat miliknya kedalam botol itu. Hanya surat Zenith dan Keito lah yang berada didalamnya.
Izekiel membaca tulisan Keito terlebih dahulu. Tidak terlalu banyak keinginan dan rahasia dari pria tersebut. Hanya ada cita-cita bahwa dia ingin menjadi seorang panglima perang dan ksatria muda. Dan itu sudah terkabulkan 6 tahun silam.
Izekiel beralih pada surat dari Zenith Magritha. Terlihat suratnya sedikit panjang. Dan izekiel tertarik untuk membacanya.
" Apa ya..? Apa yang dia tulis hingga sepanjang ini?" Ujar Izekiel dan tersenyum tipis.
Matanya bergerak membaca setiap kalimat dari kertas itu.
" Teruntuk orang yang membaca ini, aku harap itu adalah Izekiel atau Keito. Aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih karena telah hadir bersamaku dalam kehidupanku selama 15 tahun ini. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari hidupku."
" Jujur, aku membuka surat ini kembali hari ini tanpa sepengetahuan kalian. Aku buka ini diumurku yang ke 18. Aku melihat segalanya dan aku ingin menyampaikan sesuatu jika saja saat kalian membacanya aku sedang tidak disana"
" Aku memiliki ingatan masa lalu. Aku mengetahui jalan cerita ini dan aku selalu melihat gambaran masa depan ketika aku tidur dan bermimpi. Aku memiliki sihir hitam dalam tubuhku, dan aku tengah berusaha untuk mengeluarkannya. Aku yakin kalian sadar akan tingkahku yang selalu berubah. Itu karena aku memiliki dua jiwa. Aku harap kalian tidak takut. Hehe"
" Apa kabar disana sekarang? Apa benar salju turun di Obelia? Aku selalu bermimpi itu"
Zenith terlihat menuliskan beberapa ilustrasi salju dilembaran kertasnya bersama dengan kalimat tawa. Membuat Izekiel menggelengkan kepalanya dan terkekeh kecil.
" Izekiel.." Pria itu sedikit tersentak ketika batinnya membaca bait-bait terakhir tulisan Zenith.
" Terima kasih sudah menemaniku ketika aku sendirian. Aku tau kau yang hadir malam itu ketika aku bermimpi buruk, kau yang ada didepanku ketika aku sangat sedih. Dan aku tau kau benar-benar mencintaiku sebelum kau mengutarakannya kepadaku. Saat ini udara sore hari terasa sedikit dingin, aku menulisnya dibawah pohon sembari menikmati mentari sore. Jadi sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengatakannya"
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasyYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
