3 hari sebelumnya
Suara langkah kaki dari sepatu kaca yang berada di lorong kediaman Alphaeus menggema ke semua tempat. Langkah yang bijaksana itu tertuju pada salah satu ruangan yang merupakan tempat kerja Roger alphaeus.
Zenith mengetuk pintu masuk ruang kerja pamannya. Dengan sedikit gugup, lagi-lagi dia mengontrol emosinya yang masih kacau karena putra kesayangan pamannya itu. Siapa lagi, kalau bukan anjing kecil putih
" Paman, aku masuk" Berharap tidak ada Izekiel didalam ruangan, Zenith membuat permohonan terlebih dahulu sebelum membuka pintu
Aku harap Izekiel tidak didalam
Kreakkkk
Zenith akhirnya masuk kedalam ruang kerja Roger, terlihat jelas dari tempatnya sekarang berdiri sosok pria tua itu duduk bersama tumpukan kertas dokumen. Tidak ada orang selain dia disini.
Zenith menghela nafas lega, sepertinya doanya terkabul kali ini. Dengan tenang, Zenith akhirnya berjalan ke arah Roger yang baru saja membuka kacamatanya.
" Paman memanggilku? Ada apa?" Ujar Zenith dengan wajah tenang, sementara Roger masih membereskan dokumennya.
" Ah, benar. Bagaimana kabarmu?" Ujar Roger basa-basi.
" Aku baik" Balas Zenith lagi dan memainkan kakinya.
" Syukurlah, aku melihatmu hampir tiap kali ke Istana. Aku khawatir kau akan kelelahan atas tugas itu"
" Yah, melelahkan sih. Tapi tidak apa-apa" Gumam Zenith bersama tawa khasnya. Roger akhirnya memberikan wajah penuh kepada gadis yang berdiri didepannya saat ini.
" Sebenarnya apa saja yang kau lakukan di Istana? Apa kau diperintahkan melakukan hal yang tidak-tidak?" Ujar Roger lagi sembari mengerutkan keningnya, yang akhirnya membuat Zenith terkekeh kecil.
" Hehe, tidak ada kegiatan aneh di Istana, Paman. Kaisar hanya memintaku menemaninya minum teh"
Jawaban Zenith masih belum membuat Roger puas. Raut wajahnya masih mengerut dan tatapannya masih meminta jawaban yang tepat.
" Kau tidak disuguhkan hal lain kan? Apa Yang mulia ada mengancammu? Memarahimu? Atau...
" Haha,nggak ada paman. Yang mulia Kaisar orang yang baik kok." Zenith kembali tersenyum manis menjawab pertanyaan pamannya.
" Kau memang tidak bisa dipercaya" Ujar Roger lagi dan kembali memasang kacamata emas miliknya. " Jika kau lelah, kau bisa katakan padaku aku akan menyampaikan pada kaisar bahwa kau tidak bisa datang"
Zenith menatap tak percaya pamannya. Apa paman benar bisa melakukan itu? Minta izin ke Claude? Serius??
" Jangan menatapku begitu"
Zenith kembali melihat Roger penuh, mata bulat yang berwarna biru laut itu kini memperhatikan pria yang sibuk dengan buku-bukunya.
" Anu, paman. Paman memanggilku kesini hanya untuk itu?" Ucap Zenith akhirnya setelah tidak ditemukan inti percakapan.
Roger terlihat melirik Zenith, setelah itu mengalihkan pandangannya pada laci meja kerja didekat kakinya dan mengeluarkan sepucuk surat
" Sebenarnya,surat undangan jamuan teh datang lagi pagi ini. Untukmu" Roger mengulurkan surat yang begitu mewah itu. Dan bisa ditebak, itu adalah undangan dari Istana lagi.
Wajah Zenith seketika berubah. Mengingat jamuan teh terakhir kali yang ia lakukan tidak berjalan baik..itu dengan Athanasia.. dan sekarang sudah datang lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasyYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
