41. Viscount

770 122 6
                                        

Author PoV

Tak!

Suara pena yang jatuh dari meja kerja membuat Izekiel keluar dari lamunannya. Sendirian di ruang kerja membuat pria bersurai putih itu sering melamun dan menatap kosong. Sesekali dia memandang kearah mansion kecil tepi danau sana.

Biasanya mansion itu akan sedikit lebih ramai karena ada penghuninya. Sekarang, sudah seminggu sejak kepergian sang tuan rumah untuk meninjau kota seberang. Bahkan rasanya itu bukanlah tugas yang harus dipenuhi oleh seorang putri bangsawan seperti Zenith Magritha. Dia hanyalah teman bermain Athanasia.

" Kapan dia pulang?"

Izekiel bergumam sendiri pada kertas bertinta diatas meja. Hari ini adalah hari untuk menyetorkan laporan politik ke Roger alphaeus, hanya saja Izekiel sedang tidak punya nafsu untuk membahas dokumen dokumen itu.

Kembali melihat ke luar jendela, pemandangan pagi di kediaman ini sungguh sangat mengagumkan. Tepat didepan Izekiel sekarang, matahari mulai menampakkan diri sepenuhnya. Cahaya itu merambat dengan begitu cepat memasuki ruang kerja dan menyinari semua yang ada didalamnya. Bahkan sela-sela rak buku pribadi Izekiel.

" Apa se menyenangkan itu pergi ke Siodona?"gumamnya lagi. Jika memang sangat seru untuk selanjutnya dia akan ikut.

Beralih ke meja kerja, Izekiel kembali membaca semua dokumen yang akan ia berikan pada sang ayah yang mungkin sudah menunggu di ruang kerjanya dilantai bawah. Dokumen tersebut berisi laporan tentang pembangunan wilayah Utara yang memang sudah menjadi tanggung jawab Izekiel sepenuhnya.

Namun, apa laporan ini sudah bagus? Jika nanti ada yang kurang terpaksa Izekiel harus membuat laporan baru. Itu adalah kegiatan yang sangat mengganggu bagi tuan muda berambut putih ini. Jika saja Zenith ada di mansion sekarang, dia bisa berkonsultasi. Ah, Zenith katanya baru akan pulang 4 hari lagi. Tidak sesuai perjanjian, dia sudah meninggalkan Obelia selama delapan hari. Jika dia baru akan pulang 4 hari lagi, berarti separuh bulan ia berada di Siodona.

Seharusnya dia sudah sampai kemarin jika perjanjiannya dipenuhi, tapi Izekiel sadar perjalanan kesana juga cukup lama.ungkin maksud Zenith adalah seminggu berada disana diluar hitungan perjalanan. Hahh.


Tok tok tok...

Seseorang mengetik pintu ruang kerja Izekiel alphaeus. Ketika ia menoleh, terlihat seorang pengawal yang membukakan pintu dan masuk kedalam.

" Salam, tuan muda. Saya diperintahkan tuan Alphaeus untuk memberitahu Anda bahwa dia tengah menunggu laporan dari anda"
Sesuai dugaannya, ayahnya memang sudah menunggu laporan ini dari tadi. Sebuah senyum smirk terpancar dari bibirnya.

" Baiklah, saya akan turun "
Izekiel beranjak dari tempat duduknya dan mengemasi seluruh dokumen yang telah ia susun sesuai dengan kebutuhan ayahnya. Lalu berjalan menuju pintu keluar untuk mengantarkan ke lantai bawah.

Hari yang cukup cerah untuk seseorang seperti Izekiel berbahagia saat ini, setelah semalam Obelia diguyur hujan deras, pagi ini terlihat semua tumbuh-tumbuhan kembali segar, tanah yang masih basah dan taman yang menghidupkan beberapa bunga-bunga.

Izekiel terus berjalan di lorong mansion yang di kiri dan kanannya terdapat taman yang sedikit cukup luas. Jalan ini terbebas dari dinding tembok ruangan karena memang didesain seperti sebuah taman yang akan menghubungkan wilayah mansion bagian barat dan timur. Biasanya, anak-anak kediaman alphaeus akan bermain di area ini. Mereka akan bermain di taman yang ada pancurannya atau bermain di sebuah taman yang sudah disediakan ayunan besar. Tapi untuk saat ini, hanya tinggal Izekiel Alphaeus yang menjadi anak kecil terakhir dari mansion ini.

Berhenti tepat disebuah pancuran taman, Izekiel memandang sebuah rumpun bunga yang berada didekat kolam kecil itu. Dia tersenyum kecil mengingat betapa hebohnya dia dulu disaat berumur 5 tahunan. Saat dimana dia masih bisa menjadi dirinya sendiri, bisa merasakan kebebasan menjadi seorang anak kecil, terbebas dari kata keluarga bangsawan.

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang