" Aku kesini hanya ingin meminta pertanggungjawaban Tuan putri Athanasia atas perintahnya beberapa hari yang lalu"
Semua terkejut
Perintah apa yang diberikan Athanasia hingga Nona Magritha dengan lancang menyampaikannya dalam rapat tertutup ini? Bukankah itu sudah keterlaluan?
" Zenith, perintah apa? Bukankah semuanya sudah selesai?" Athanasia berdiri dari duduknya. Ia seakan tak percaya bahwa Zenith akan kembali mengangkat masalah yang ia rasa sudah selesai kemarin.
" Belum selesai, Bahkan ini belum diselesaikan!" Tegas Zenith lagi. Membuat semua mata tertuju padanya.
Zenith tidak peduli dengan tatapan itu. Ia juga tidak peduli dengan apa yang orang pikirkan tentang dia sekarang. Zenith datang hanya dengan satu tujuan, meminta pertanggungjawaban.
" Anda tau apa akibat dari perbuatan anda? Tuan muda Alphaeus sekarang tidak sadarkan diri. Bahkan tidak menggerakkan tubuhnya sedikitpun! Aku tidak akan menerima hal itu."
" Nona, perintah apa yang diberikan Tuan putri hingga anda marah seperti ini?"
Salah satu dari para bangsawan itu angkat bicara untuk menanyakan permasalahan apa yang tengah mereka bahas saat ini.
" Nona Magritha, bisakah kita menyelesaikannya dengan tenang.?"
Dilain sisi, Felix Robain mencoba mencairkan suasana dengan menenangkan Zenith.
Tapi sepertinya Zenith tidak menerima usulan itu.
Matanya beralih pada Seorang pria yang baru saja bertanya padanya tentang masalah itu. Dengan ringannya Zenith menyampaikan tanpa segan sedikitpun
" Tuan putri Athanasia memerintahkan kereta kuda dari kediaman Alphaeus untuk berbalik arah menuju Lembar Agrelycht"
" Apa?"
" Apa?
Ruangan itu kembali heboh. Semua orang terkejut dan tak menyangka bahwa Tuan putri Athanasia memberikan perintah itu. Lembah Agrelycht adalah tempat yang mengerikan. Bagaimana bisa dia memberikan perintah seperti itu.
Disisi yang berseberangan, Athanasia membulatkan matanya. Rasanya ia tak pernah memberikan perintah itu kepada para pengawal.
" Zenith, aku tidak pernah memberikan perintah itu kepada Prajurit! Aku hanya memberikan pesan bahwa jamuan tehnya dibatalkan"
Bagaiman perintahnya bisa berubah seperti itu?
" Jika tidak percaya, aku bisa membuktikannya. Pengawal yang menyampaikan pesan itu ada disini sekarang" Tukas Zenith dan menunjuk salah satu pengawal yang ikut bersamanya. Ternyata Zenith sudah mempersiapkan kemungkinan yang terjadi di ruangan ini.
" Sungguh Zenith, kamu bisa menanyakannya pada Felix. Aku memberi perintah kepada Felix untuk menyampaikan pesanku. Bukan menyuruhmu pergi ke lembah Agrelycht."
Bahkan Athanasia sendiri tak ingin menyebut nama lembah itu.
Mungkin, masalah ini hanyalah masalah biasa antara dua gadis belia. Namun karena menyangkut hidup dan mati seseorang, masalah ini malah menjadi masalah yang begitu besar
Zenith mengalihkan pandangannya pada pengawal yang ia bawa. Lalu mengajukan pertanyaan.
Tak bisa dibantah, prajurit itu menyampaikan apa yang tengah Zenith ceritakan.
Semuanya benar, perintah itu berasal langsung dari Tuan putri Athanasia dibawah tanggungjawab Felix Robain.
Felix yang merasa ada kejanggalan diruangan ini lantas menyuruh Athanasia untuk berdiri dibelakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasiYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
