51. 🍂 Landing

513 87 1
                                        





"Zenith!!"

Izekiel mendobrak pintu masuk ruangan perpustakaan itu. Beberapa waktu lalu mereka masih berada dalam ruangan ini. Tidak mungkin dua orang itu pergi

" Zenith?"

Izekiel berjalan masuk dan melihat sekeliling.
Ruangan itu kini kosong. Tidak ada satupun orang di dalam perpustakaan.

" Apa kau disini??"

Tak ada yang menjawab. Izekiel hanya bisa berkacak pinggang dan menghela nafas pelan.

Dia menghilang lagi, gumamnya dalam hati




..................


Di hutan Istana, Zenith berjalan cepat menuju sebuah tempat. Dadanya masih naik turun dan belum bisa mengontrol nafasnya.

Dari perpustakaan, dia bergegas pergi meninggalkan Keito yang sempat kebingungan dengan tingkahnya.

Bagaimanapun juga, memikirkan bahwa pria itu adalah orang yang menarik dirinya ke dalam Webtoon adalah hal yang tidak masuk akal, walau mungkin waktu kecil dia pernah menuduh Lucas menariknya masuk.

Ya, Lucas!
Saat ini gadis itu tengah pergi ke hutan Istana tempat dia pertama kali bertemu dengan Penyihir menara itu. Berharap bahwa si kakek tua Bangka itu duduk dibawah pohon atau sedang tertidur.

Zenith tidak yakin jika Lucas memang pergi mencari pohon dunia. Tidak mungkin. Pasti dia hanya bersantai dan Athanasia menutup fakta bahwa Lucas berada di Istana.

Secara Athanasia juga tidak menginginkan Lucas bertemu dengan Zenith Magritha.

" Hah, dimana dia? Seharusnya disini!" Zenith berhenti berjalan dan menatap sekeliling. Suasana hutan yang sepi tanpa ada orang seharusnya bisa membuat dirinya menemukan Lucas lebih cepat.

" Sial, benar-benar mengejutkan! Bagaimana bisa- KEITO??"

Hatinya masih kesal memikirkan kejadian di perpustakaan itu. Bisa-bisanya pria itu mirip dengan orang yang menawarkan dirinya untuk membaca webtoon Sibap. Dan bisa-bisanya dia baru sadar setelah 18 tahun hidup??

" Aku harus memastikan hal ini. Aku yakin Lucas menyadari hal itu." Gumam Zenith lagi.

" Dia selalu melarangku mendekati Athanasia. Disamping itu dia selalu saja mengatakan Serigala berbulu domba. Teman dekat? Jika itu Keito kenapa tidak dari dulu saja dia katakan padaku??"

Suara angin melambai dari atas pepohonan. Udara sejuk hutan seketika membuat Zenith kembali memfokuskan tubuhnya. Amarah yang memuncak juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah.

Namun ..
Ini juga sangat menakutkan. Anastasius sudah ada di kediaman Alphaeus, Izekiel sekarang membencinya. Keito juga tidak bisa diambil bagian karena sekarang Zenith mencurigainya

Apalagi Athanasia, sekarang kabar Istana tertutup rapat. Bagaimana dirinya bisa masuk dan bercerita kalau penjagaan ketat disekeliling Istana? Yang ada malah Zenith sendiri yang tertuduh atas Meledaknya sihir Athanasia.


" Heii Lucas. Aku tau kau ada disini. Keluarlah. Aku ingin bicara denganmu" ujar Zenith dibawah pohon besar itu.

" Cih, jangan bersembunyi seperti itu bisa gak sih? Aku benar-benar ingin bicara sebentar. Hanya sebentaaarr saja ya. Keluarlah" Zenith kembali bicara namun tidak ada yang menjawab

" Aku tau ini adalah tempat pertama kali kita bertemu. Aku juga masih ingat dulu kau enggan bertemu denganku. Padahal waktu itu aku sudah berteriak memanggilmu dan kau masih saja tidur-

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang