10. Teman Bicara

2K 290 8
                                        


Aku pernah melihat suatu drama di televisiku dulu. Drama yang sangat romantis dan menyentuh. Drama itu menceritakan tentang seorang gadis yang kesepian, broken home dan tak punya teman. Setiap hari ia habiskan sendiri, dan sikapnya yang kasar membuat semua orang membencinya.

Hal yang selalu ia lakukan adalah, menangis di tepi sungai sembari menanti seseorang. Dia akan melemparkan batu berteriak dan menangis dengan kuat. Setelah itu, sseorang laki-laki akan datang menemuinya lalu menghiburnya.

" Apa yang kau lakukan disini?" ujar lelaki itu kalau dia bertemu dengan gadis tersebut. Lalu sang gadis akan berlari mendekat kearahnya dan memeluk erat lelaki itu sembari menceritakan seluruh masalah yang dihadapinya setiap hari.

Yahh, itu sangat romantis. Aku selalu berharap menjadi gadis itu kalau aku ada masalah. Setidaknya ada tempat bercerita yang layak untuk aku bisa mengutarakan.

Tapi mengingat aku disini, di tengah hutan ini dan ditepi danau yang bahkan bukan sebuah sungai, aku rasa tidak akan terjadi untukku.

Ini semua gara-gara lucas sialan itu, mengapa dia harus menarikku sampai kedunia ini? apa Zenith masih bersalah setelah ceritanya tamat gitu? Makanya masalah itu harus diselelsaikan dengan cara menarik aku ke dalam tubuhnya? Setidaknya kalau dugaan itu tidak masuk akal, dia bisa mengembalikan aku dengan cara membangunkanku dari mimpi ini kan, apa salahnya coba.

Itu juga, si Izeikil. Anak sama bapak sama aja, pembohok dan munafik!! Kalian sangat berdosa besar karena telah membuat anak kecil ini mengatakan kata-kata mutiara murni okeh!!


" Wuaahhh, apa yang akan aku lakukannnnn.... tidakbisakah kalian memihakku sebentarrrrr. AKU INGIN PULANGGG..."

Huaaaa, aku tidak kuat di dunia aneh ini, sudahlah dadaku sakit, hatiku sakit, tubuhku sakit!! Bahkan penyihir agung terhebat Lucas meninggalkanku di Balkon tuan putrinya itu. Lucas Kampret.

" Woi, tidak bisakah kau bicara sopan pada orang lain?"

Apa itu? sekarang Roh danau yang akan menghampiriku? Tadi srigala, setelah itu kakek penyihir tua dan sekarang Roh danau???

" Bocah!! Kau tidak dengar aku??"

Aku menoleh ke belakang, aku mendengar dengan jelas suara itu berada di belakangku. Setelah melirik ke belakang, akhirnya aku tau siapa yang berada di dekatku. Lucas.

" Apa..?" aku masih belum mau untuk bicara atau apapun. Aku masih ingin menangis, jadi jangan diganggu.

" Kau mengumpat padaku?"

" Ha..?" kapan aku mengumpat padamu? Dari tadi aku cuman diam tanpa bersuara.

" Telingamu begitu nyaring ya paman"

" Hei Chimera, berani sekali kau bicara kotor kepadaku!!" Lucas yang berada didepanku sekarang menaikkan nadanya sembari berkacak pinggang. Rambut panjang yang terurai dan jubah dalam yang menyelimuti tubuhnya membuat dia terlihat menyeramkan. Yaa,, lebih menyeramkan karena matanya ssih.

" Kau ingin mati..?"

" Kapan Jetty mengumpat? Dari tadi Jetty hanya diam sebentar dan menangis disini. Kapan jetty mengumpat"

Uwahh aku kesal sekarang.

" Beraninya kau menjawabku, Chimera!!"

Aku yang tadinya hanya duduk dan menatap ke atas, sekarang beralih berdiri. Aku memang masih kecil, aku baru 6 tahun. Dan aku yakin sekali tebas aku akan jadi mayat olehnya. Namun aku tidak suka diperlakukan seperti ini. dia merendahkanku dengan status...


" CHIMERAA..???":

" Kau pikir ini gara-gara siapa ha? Aku masuk ke dunia ini gara-gara kamu Bangsat!! Kau pikir aku akan hidup dengan kesengsaraan karena Chimeramu itu..? Dari awal aku memintamu untuk mengembalikanku ke Dunia Asli tapi apa, kau malah pergi ke Istana sana. Sekarang kau menyalahkanku yang baru umur 6 tahun ini?


Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana- bagaimana Mungkin...

ANAK KECIL BICARA BEGINIIIII HUAAAAAA, MATI AKUUUU.
Habislah aku di bantai Lucas,

" Aku tidak mengerti maksudmu? Kau menyalahkanku karena apa??"

Aku kembali menatap wajahnya, ekspresinya datar namun matanya sedikit menyipit. Aku tidak mengerti maksud perkataaannya, tapi bagaimana mungkin dia tidak tau maksudku. Tinggal petikkan jari lalu aku kembali terbangun kan selesai. Apa lagi?


" Aku.. gara-gara kamu aku, aku ditinggalkan keluargaku. Mereka berpesta ria di dalam sana sementara aku hampir dimakan srigala, Hikss. Aku sendiri di kamar, kalau tidak bersama Rose sementara Izeikil bermain dan belajar bersama ayahnya dan keluarga besarnya."

Aku tidak mengerti, mengapa aku bisa bicara seperti itu kepada Lucas yang baru aku temui satu hari ini. padahal bisa jadi dia bukanlah Lucas yang asli dan bisa saja dia ini adalah perampok bayaran yang berkeliaran untuk menculik anak-anak dan perempuan. Tetapi hatiku memilih untuk mengutarakan masalahku padanya, hatiku berkata berbeda.

" Lalu apalagi..?"

Pria berjubah yang sudah aku maki-maki tadi terlihat berjalan pelan ke sebuah pohon rindang di tepi danau. Dia kemudian merebahkan badannya dan duduk bersandar di batang pohon itu. dia memejamkan matanya namun bibirnya masih bergerak untuk bertanya.

" Kau menyalahkanku karena keluargamu itu?"

" Eh, itu- tentu saja, karena kau yang membawaku kesini.."

" maksudmu membawamu ke Istana itu..?"

" Ya, semuanya.

Aku masih belum mengerti, tapi setidaknya aku pikir dia mau mendengarkan ceritaku ini. maka aku akan lanjut lagi, sampai semua unek-unekku habis.

" Paman, kamu Lucas kan?"
setidaaknya aku ingin memastikan.

" Mengganggu,"

" Paman tidak mau menyebutkan identitas paman dari tadi, karenanya Jetty sedikit ragu. Apa paman Kuat? Lucas katanya kuat. Tapi aku rasa dia hanya penyihir lemah dan bodoh"

" OHO, beraninya kamu mengatakan aku lemah. Kau mau melihat kekuatanku??"

Dia membantah, berarti dia adalah Lucas. Ayolahh, Lucas kok jual mahal?

" Iya, Jetty ingin lihat. Apa paman bisa membuat kembang api?" hehe aku ingin melihat kembang api sekarang. Mumpung udah malam.

" kau ingin aku menghiburmu? Jangan mimpi!!" wajah datar lagi.

" baiklah, kalau begitu hadiahkan aku kuda poni bercahaya" aku tidak meminta yang sulit bagimu kan, aku tidak memintamu mencium Athanasia.

Tlakk..

Satu petikan jari, aku merasa tubuhku begitu ringan dan segar. Aku terasa seperti melayang di udara dan memiliki sayap yang warna warni. Dan ketika aku membuka mataku, sebuah cahaya mengundang ku untuk penasaran. Dimana ini??

Dan ketika aku sepenuhnya sadar, aku baru tau kalau aku sudah di Balkon kamarku di Mansion Alphaeus.

" Mengapa kau malah membawaku kesini Paman? Aku tidak ingin pulang!!"

" berbahaya di hutan sana...

" kan ada paman, kenapa berbahaya?"

" aku bukan pengawalmu Chimera!! Sadar diri"

TUSS..
Satu tusukan tepat pada jantungku. Kata-katamu lebih menyakitkan daripada teks yang aku baca di webtoon.

Tlakk..

" YAAA, KENAPA KAU MALAH MENGHILANG KEPARAT.."

Dia pergi meninggalkanku di balkon kamarku sendirian. Aku tidak masalah sih dia mengirimku kesini, dan aku akan sangat berterima kasih jika saja dia juga,embukakan pintu balkonku.....

Aku terkurung diluar KEPARAT sialan, huaaaa


" Rosee, bukakan pintunya, Roseeee..."






" Kenapa aku tidak meminta dia untuk memotong leherku saja??"













.
.
.
.

Halo, udh lama aku tidak menyapa ya? Maaf ya aku baru bisa lanjutkan ceritanya sekarang, mumpung libur.

Jangan lupa vote dan komennya

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang